Penyakit Kanker Nasofaring

Penyakit Kanker Nasofaring

Penyakit Kanker Nasofaring

Penyakit Kanker Nasofaring

Penyakit Kanker Nasofaring – Penyakit kanker Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebab kanker nasofaring belum diketahui dengan pasti. Penyakit kanker nasofaring juga dikaitkan dengan adanya virus epstein bar. Kanker nasofaring banyak dijumpai pada orang-orang ras mongoloid, yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, dan Indonesia juga di daerah India. Ras kulit putih jarang ditemui terkena kanker jenis ini. Di Cina Selatan kasusnya 40-5- kasus per 100.000 penduduk.

Di Indonesia, penyakit yang menyerang daerah leher kepala ini menempati urutan keempat di antarara kanker yang lain. Sayangnya deteksi dini terhadap gejala kanker nasofaring belum banyak dikembangkan. Sebagian besar penderita datang dalam kondisi stadium lanjut sehingga sulit ditangani.

Sampai saat ini belum jelas bagaimana mulai tumbuhnya penyakit kanker nasofaring. Namun penyebaran kanker ini dapat berkembang ke bagian mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Sebaiknya yang beresiko tinggi terkena kanker nasofaring rajin memeriksakan diri ke dokter, terutama dokter THT. Risiko tinggi ini biasanya dimiliki oleh laki-laki atau adanya keluarga yang menderita kanker ini.

Faktor Risiko Penyakit Kanker Nasofaring

  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, termasuk makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap.
  • Sering mengonsumsi makanan dan minuman yang panas atau bersifat panas dan merangsang selaput lendir, seperti yang mengandung alkohol. Selain itu, sering mengisap asap rokok, asap minyak tanah, asap kayu bakar, asap obat nyamuk, atau asap candu.
  • Sering mengisap udara yang penuh asap atau rumah yang pergantian udaranya kurang baik.
  • Faktor genetik, yakni yang mempunyai garis keturunan penderta kanker nasofaring.

Gejala Penyakit Kanker Nasofaring

Letak nasofaring yang tersembunyi di belakang hidung atau belakang langit-langit rongga mulut menyebabkan serangan kanker ini sering kali terlambat diketahui. Namun, biasanya pada stadium dini menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Di dalam telinga timbul suara berdengung dan terasa penuh tanpa disertai rasa sakit sampai pendengaran berkurang.
  • Hidung sedikit mimisan, tetapi berulang. Hidung tersumbat terus-menerus, kemudian pilek.

Pada kondisi akut menunjukkan gejala sebagai berikut.

  • Kelenjar getah bening pada leher membesar.
  • Mata menjadi juling, penglihatan ganda, dan mata bisa menonjol keluar
  • Sering timbul nyeri dan sakit kepala.

Pengobatan Penyakit Kanker Nasofaring (NPC)

Untuk pasien dengan penyakit kanker Nasofaring (NPC) Non-metastasis (stadium I hingga IVB), pengobatan utama yang akan dijalani adalah radioterapi.

Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Sinar radioterapi hanya akan mempengaruhi sel pada area pengobatan. Pada pengobatan kanker nasofaring, area yang yang mengalami pengobatan meliputi ruang bagian belakang hidung serta kedua sisi leher. Teknik radiasi terbaru, seperti Image-Guided Radiation Therapy (IGRT), dapat mengirim sinar radiasi pada area yang dituju dengan lebih akurat, sehingga menghasilkan pengendalian tumor yang lebih terarah dengan efek samping minimal. (termasuk berkurangnya mulut kering). Radioterapi merupakan pilihan pengobatan bila kanker nasofaring (NPC) masih berada dalam stadium awal.

Penyakit Kanker Nasofaring

Untuk pasien dengan tumor stadium lanjut (invasi pada bagian dasar tengkorak atau terjadi defisit saraf kranial) dan/atau tingginya nodal stage (pembengkakan kelenjar, kelenjar leher bilateral atau kelenjar yang mencapai bagian dasar leher), prosedur kemoterapi akan dikombinasikan dengan radioterapi untuk memperbesar efek pengobatan.

Pilihan prosedur bedah pada pengobatan penyakit kanker nasofaring sangatlah terbatas. Bedah dapat dipertimbangkan bila pasien memiliki tumor yang tumbuh kembali hanya pada bagian belakang rongga hidung saja. Bedah leher juga dapat dipertimbangkan bila pasien tetap mengalami pembengkakan pada kelenjar leher bahkan setelah menjalani radiasi, atau bila pasien hanya terjangkit kembali pada bagian kelenjar leher saja. Kemoterapi merupakan metode pengobatan utama bagi pasien dengan kanker ganas yang dapat menyebar, dan pasien dengan kanker yang tumbuh kembali sesudah radioterapi.

Penyakit Kanker Nasofaring

This entry was posted in Obat Kanker Tradisional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*