Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Jamu tradisional dan obat herbal telah turun temurun digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi medis. Ada beberapa obat herbal tertentu yang dipercaya bisa membantu mencegah penyebaran sel kanker dalam tubuh hingga yang mengurangi efek samping kemoterapi. Meski demikian, bukti ilmiah tentang efektivitas obat herbal masih terbatas. Menurut Cancer Research di Inggris, 10 dari orang yang memiliki penyakit kanker 6 atau sekitar 60 % di antaranya menggunakan obat herbal untuk kanker bersamaan dengan pengobatan medis. Jadi, jika Anda ingin menggunakan obat herbal untuk kanker, pastikan Anda selalu konsultasikan hal ini dengan dokter, setelah berkonsultasi, Anda akan tahu jawabannya apakah obat kanker herbal melawan efek kemoterapi yang Anda pilih boleh atau tidak Anda konsumsi.

 

 

Mengapa penting berkonsultasi dengan dokter? Karena setiap jenis obat herbal kemungkinan besar memilik efek samping yang tidak Anda ketahui. Ada yang aman untuk Anda gunakan dan ada yang tidak. Bahkan beberapa di antaranya sangat berisiko seperti yang dilansir dari Medical News Today. Anda harus ingat bahwa hingga saat ini, penggunaan obat herbal hanyalah sebagai terapi pendukung, bukan terapi utama dalam penanganan kanker. Jadi Anda tetap harus menjalani pengobatan utama untuk kanker seperti operasi, radioterapi atau kemoterapi. Beragam jenis obat kanker herbal melawan efek kemoterapi:

 

  1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman aromatik dari keluarga Asteraceae yang banyak terdapat diĀ  bagian timur Amerika Utara dan Eropa. Obat kanker herbal melawan efek kemoterapi ini punya 3 spesies umum: Echinacea purpura, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Echinacea purpura adalah spesies yang paling sering digunakan dalam penelitian dan pengobatan. Echinacea juga disebut sebagai coneflower ungu, snakeroot Kansas, atau black Sampson. Studi hewan menunjukkan bahwa Echinacea purpurea bisa efektif dalam pengobatan kanker. Flavonoid yang terdapat dalam Echinacea dipercaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari efek samping radioterapi dan kemoterapi. Echinacea bisa membantu memperpanjang tingkat harapan hidup pasien dalam kanker stadium lanjut.

 

  1. Bawang putih

Bawang putih digadang sebagai obat kanker herbal melawan efek kemoterapi karena mengandung ajoene, zat pengikat sulfur yang bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Sifat anti-kanker dari bawang putih juga sebagian besar berasal dari kadar sulfida organik dan polisulfidanya yang tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa zat dalam bawang putih membunuh sel-sel kanker dan mengganggu metabolismenya. Ekstrak dari bawang putih matang dapat mencegah dampak negatif dari karsinogen pada DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu eliminasi karsinogen, dan meningkatkan efektifitas enzim detoksifikasi. Bawang putih juga bermanfaat bagi penderita kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, dan kanker kandung kemih, karena herbal ini memperlambat penyebaran sel-sel kanker.

 

  1. Kunyit

Kunyit kaya akan kurkumin, suatu antioksidan dan zat anti-kanker, dan dilaporkan efektif dalam menghambat perkembangan dan perluasan kanker paru, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Kurkumin mengubah produksi eicosanoid (prostaglandin E-2, misalnya) dan melawan peradangan. Penelitian mengungkapkan bahwa kurkumin dapat menghambat pertumbuhan kanker di setiap stadium, termasuk inisisasi, perkembangan, dan perluasannya. Kunyi juga mengganggu produksi nitrosamin, yang berakibat pada peningkatan kadar antioksidan alami dalam tubuh.

 

  1. Teh hijau

Polifenolik merupakan senyawa yang berperan penting di balik manfaat teh hijau sebagai obat kanker herbal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa teh hijau efektif dalam melawan tumor dan mutasi genetik. Epigallocatechin (EGGG), suatu polifenol yang terdapat dalam teh hijau melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Studi hewan menunjukkan bahwa folifenol dalam teh hijau tidak hanya mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan dan membunuh sel-sel tumor. Efektivitas teh hijau melawan tumor juga diamati pada pasien kanker usus besar dan lambung.

 

Beberapa bahan alami yang dijadikan obat kanker herbal melawan efek kemoterapi memang aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh. Efek samping itu juga tertera pada kemasannya. Agar terhindar dari bahaya, berikut ini adalah tips-tips aman mengonsumsi obat herbal.

  • Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI. Anda bisa cek di laman BPOM http://cekbpom.pom.go.id/. Caranya mudah, Anda tinggal mengetik keterangan yang ada pada obat tersebut, misalnya nomor registrasi, nama produk, atau merek obat herbal yang ingin Anda ketahui.
  • Jangan lupa cek tanggal kedaluarsa produk.
  • Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
  • Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.
  • Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

 

Obat kanker herbal melawan efek kemoterapi tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Ada sebagian kalangan yang sebaiknya berhati-hati atau menghindari kelompok obat herbal. Jangan sembarang mengonsumsi obat herbal, terutama jika tujuannya untuk pengobatan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika ingin memasukkan zat apa pun ke tubuh.

 

 

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

This entry was posted in Obat Kanker Tradisional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*