Kanker Usus Usia Muda

Kanker Usus Usia Muda

Kanker Usus berbahaya akibat pertumbuhan yang tak terkendali. Mereka membanjiri sel sehat, jaringan, dan organ dengan mengambil oksigen, nutrisi, dan ruang. Sebagian besar kanker usus (adenocarcinoma-tumor) berkembang dari kelenjar lapisan dinding bagian dalam usus besar. Tumor ini kadang-kadang disebut sebagai kanker kolorektal, mencerminkan fakta bahwa dubur, bagian ujung usus besar, juga bisa terpengaruh.

Kanker usus memang cukup lekat kaitan nya dengan usia namun fakta di lapangan berkata lain di mana, sebuah studi dai U.S mengungkapkan 1 dari 7 penderita kanker usus besar di amerika sana berusia dibawah 50 tahun ,dimana ini menjadi warning untuk setiap orang di bawah usia 50 tahun atau usia produktif.

Kanker Usus Usia MudaTahapan perkembangan kanker usus besar

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan penyakit kanker usus besar, di antaranya:

  • Stadium 1. Pada tahap ini kanker sudah mulai tumbuh di dalam usus besar, namun belum menyebar karena masih terhalang dinding usus.
  • Stadium 2. Pada tahap ini kanker telah menyebar ke seluruh dinding usus besar, bahkan menembusnya.
  • Stadium 3. Pada tahap ini kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar telah digerogoti oleh kanker.
  • Stadium 4. Ini merupakan tingkat paling parah dari penyebaran kanker usus besar. Pada tahap ini kanker telah makin jauh menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan hati.

Meski penyebab kanker usus besar tidak diketahui, beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan
  • Kekurangan serat.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Menderita penyakit gangguan pencernaan, salah satunya adalah kolitis ulseratif atau radang kronis di usus besar.
  • Menderita diabetes.
  • Kurang berolahraga.
  • Memiliki kerabat dekat, misalnya orang tua atau saudara kandung, yang menderita kanker usus besar.
  • Menderita sindrom Lynch.
  • Menderita suatu masalah genetika yang menyebabkan tumbuhnya gumpalan-gumpalan sel atau polip di dalam usus besar. Kondisi ini disebut familial adenomatous polyposis (FAP).

Bagaimana Gejala Kanker Usus ?

Sebagian besar kanker usus besar diawali tanpa dengan gejala yang jelas, atau hanya menunjukan gejala lesi prakanker. Tetapi jika lesi sudah berkembang, kemungkinan akan ada beberapa tanda dan gejala kanker usus besar yang timbul :

Darah Pada Tinja

Ini adalah tanda utama atau gejala kanker usus besar maupun kanker lainnya. Selain ada darah, biasanya tekstur tinja pada penderita kanker usus juga berubah menjadi lebih panjang dan tipis.

Anemia

Akibat terlalu banyak darah yang keluar melalui tinja, tubuh pun berisiko mengalami anemia. Penderita kanker usus yang mengalami anemia pun akhirnya merasa lebih lemas dan warna kulit tubuh berubah pucat.

Kelelahan

Wajar saja sebenarnya jika Anda kelelahan setelah beraktivitas. Tetapi jika rasa lelah itu disertai dengan gejala kanker usus besar yang lain, sebaiknya Anda waspada. Sebab seperti yang sudah disebutkan, lelah biasanya dipicu dari anemia.

Penurunan Berat Badan

Selain anemia dan kelelahan, penderita kanker usus juga akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Padahal penderita tidak sedang menjalani diet atau program penurunan berat badan.

Masalah Buang Air Besar

Diare, sembelit, atau yang lain adalah hal-hal yang membuat jadwal buang air besar bermasalah. Tetapi jangan sepelekan kondisi itu jika Anda mengalaminya disertai dengan gejala kanker usus besar yang lain.

Perut Tidak Nyaman

Tanda berikutnya seseorang positif terserang kanker usus adalah kerap merasakan nyeri, sakit, inflamasi, dan kembung di area perut. Sebab perasaan tidak nyaman tersebut diduga berasal dari sel kanker yang menginvasi tubuh, gejala kanker usus besar.

Obesitas

Untuk kasus orang yang obesitas, biasanya bagian perutnya membuncit ketika terserang kanker usus. Jadi sebelum terlambat, sebaiknya turunkan berat badan karena obesitas juga disebut sebagai salah satu faktor risiko kanker usus.

Kanker usus besar dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan ke amakanan yang mengandung serat tinggi. Sumber utama lemak seperti daging, telur, produk susu, saus salad, dan minyak yang digunakan dalam masakan harus dikurangi. Sebagai penyeimbangnya, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat harus dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa serat yang tinggi di dalam makanan menyebabkan pembentukan kotoran besar yang dapat menyingkirkan karsinogen.

Kanker Usus Usia Muda

This entry was posted in Obat Kanker Tradisional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*