Kanker Jaringan Lembut Jombang SMS / WA 0812 9127 3879 – JUAL OBAT ANTI KANKER S LUTENA

 

https://www.youtube.com/watch?v=DjlXr-gCpnU

Kanker jaringan lembut merupakan suatu tumor ganas yang berasal dari jaringan lembut tubuh, yang terdiri dari jaringan otot, tendon & connective tissue. Kanker ini membuat sel normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas & abnormal.

Kanker jaringan lunak termasuk kanker yang jarang ditemukan, tetapi penyakit ini biasanya menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun rentan terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko terkena penyakit ini sekitar umur 45-50 tahun.

Kanker Neuroblastoma

Tumor sel lembut ini ada yang jinak & ada yang ganas. Tumor ganas atau kanker pada sel lunak disebut sarcoma jaringan lunak atau Soft Tissue Sarcoma (STS). Tumor jaringan lunak biasanya sering ditemukan pada anggota gerak bawah yaitu sekitar daerah di atas lutut & paha.

Bagian atas badan mempunyai resiko yang lebih kecil, & seringnya ditemukan pada daerah lengan, telapak tangan, dinding perut, kepala, leher, dada dan pada retroperitoneum (daerah dekat ginjal). Perluasan jaringan kanker ini biasanya melewati pembuluh darah ke paru-paru, liver, & tulang. Perluasan sel kanker ini jarang menyebar melewati kelenjar getah bening.

 

Ciri

Indikasi kanker sel lembut terkait pada lokasi di mana tumor berada. Biasanya ciri kanker jaringan lembut berupa munculnya benjolan kecil mirip jerawat yang bila diraba tidak terasa sakit.

Bila benjolan terasa sakit itu artinya penderita mengalami perdarahan atau nekrosis dalam tumor, atau bisa juga dikarenakan adanya penekanan pada saraf-saraf tepi. Tumor jinak sel lunak tumbuh secara lambat & jika disentuh terasa lunak.

 

Pemicu

Pemicu dari kanker jaringan lembut masih belum dapat diketahui dengan pasti, namun ada penelitian yang menunjukkan bahwa sindrom agenetik dan faktor lingkungan dapat menjadi pemicu dari kanker sel lunak, yaitu :

Beberapa sindrom agenetik yang berkaitan dengan angka kejadian RMS :

  • Costello syndrome
  • Beckwith-Wiedemann syndrome
  • Gorlin basal cell nevus syndrome
  • Rubinstein-Taybi syndrome
  • Li-Fraumeni syndrome (germline mutation of the tumor suppressor gene TP53)
  • Neurofibromatosis (4-5% risk of any of a number of malignancies)

 

Selain itu masih ada faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit kanker jaringan lembut, yaitu :

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna dan logam berat
  • Sering mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol
  • Orang tua pernah atau sering menggunakan obat-obatan yang terlarang (narkoba)
  • Pernah / sering terkena sinar X
  • Tinggal di daerah yang penuh polusi
  • Sering terkena sengatan sinar matahari secara langsung
  • Sering terserang paparan radiasi dari gelombang elektromagnetik

 

Diagnosa

Untuk mendiagnosa adanya kanker jaringan lembut, bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsi. Diagnosa melewati biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) / biopsi dari jaringan tumor langsung berupa biopsi insisi yaitu biopsi dengan mengambil jaringan tumor sebagian sebagai contoh bila ukuran tumornya besar.

Bila ukuran tumor kecil, dapat dilakukan biopsi dengan pengangkatan seluruh tumor. Jaringan hasil biopsi akan diperiksa oleh dokter patologi anatomi, & bisa diketahui apakah tumor jaringan lunak yang jinak / ganas.

 

Pengobatan

Tindakan pengobatan penyakit kanker jaringan lunak ialah melalui operasi, namun terkadang juga melibatkan radioterapi, kemoterapi & terapi radiasi.

Bila kanker jaringan } lunak sudah memiliki ukuran yang besar maka beresiko untuk kambuh lagi di masa mendatang. Maka dari itu seringnya setelah operasi, penderita harus sering memeriksakan diri buat mengontrol adanya kemungkinan kekambuhan.

 

Pencegahan

Kanker jaringan lunak bisa terjadi dari beberapa pemicu seperti banyaknya mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat karsinogen. Dari zat-zat tersebut maka akan memicu sel-sel yang berkembang secara abnormal dan akhirnya akan menjadi ciri kanker. Zat tersebut kebanyakan bisa ditemui di bahan makanan. Apalagi sekarang ini sangat banyak makanan yang sudah tercampur oleh zat-zat kimia. Jika anak secara terus-menerus mengonsumsi makanan tersebut, maka akan terjadi penumpukan zat-zat kimia yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Sebaiknya sebelum terjadi hal demikian orang tua melakukan pencegahan kanker sel lembut tersebut dengan memberikan makanan yang sehat kepada anak.

 

This entry was posted in Obat Kanker and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*