Kanker Darah Pada Anak

Kanker Darah Pada Anak

Kanker DarahKanker darah atau Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak. Kanker darah pada anak lebih banyak ditemui pada anak usia 2 – 6 tahun. Selain itu, kanker ini juga merupakan jenis kanker yang berbahaya dan sudah banyak memakan korban, baik anak-anak maupun orang dewasa. maka dari itu harus segera melakukan pengobatan terhadap kanker darah tersebut

Tak seperti kanker darah pada orang dewasa yang umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat, kanker darah pada anak belum diketahui penyebab pastinya. Hal ini menjadikan kanker pada anak tak dapat dicegah. Kanker darah pada anak terjadi sebanyak dua hingga tiga persen dari total kasus kanker di Indonesia. Edi mengatakan, jumlah tersebut masih belum mencakup kasus-kasus yang belum diketahui, sehingga kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak lagi. Diperkirakan tahun ini ada sekitar 4100 kasus baru kanker darah pada anak. Hampir 60 persen kanker yang dialami anak-anak adalah kanker darah atau leukemia. Oleh sebab itu, kenalilah gejalanya dengan tepat. Secara umum kanker darah pada anak itu dibagi dua kelompok besar, yaitu cair dan padat. Leukemia adalah kanker bentuk cair yang terdapat di dalam darah. Leukemia paling banyak ditemui pada anak usia 2-6 tahun. Namun kanker darah ini bisa terjadi pada semua kelompok umur dengan kelompok terbanyak adalah anak-anak dan orangtua di atas usia 50 tahun.

Kanker Darah Pada Anak

Gejala Kanker Darah (Leukimia) Pada Anak

Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas. Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah.

1. Kelenjar yang bengkak

Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu gejala awal sering diamati pada anak leukemia. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.

2. Demam dan mudah terkena infeksi

Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi. Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah tanda awal leukemia.

Gejala kanker darah lainnya adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Penyebab Kanker darah (leukemia) hingga kini belum diketahui pasti. Tapi diduga faktor-faktor luar seperti radiasi dan bahan-bahan kimia beracun (benzen) menjadi indikasi penyebab kanker darah.

Tips untuk mencegah Kanker Darah (leukemia) Pada Anak

  • Jauhkan anak dari jangkauan radiasi alat-alat elektronik
  • Radiasi ini adalah salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan anak menderita leukemia. Radaisi alat elektronik lain seperti TV, komputer, dan hand phone juga perlu anda perhatikan.
  • Sering ajak anak melakukan kegiatan di luar rumah. Alasan mengapa kegiatan di luar rumah dapat mencegah penyakit leukemia adalah karena kegiatan di luar rumah ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh sebagai salah satu faktor resiko leukemia.

Kanker Darah Pada Anak

This entry was posted in Obat Kanker Tradisional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*