Gejala Kanker Darah Stadium 2

Gejala Kanker Darah Stadium 2

 

Gejala Kanker Darah Stadium 2

Gejala Kanker Darah – Leukemia (kanker darah) adalah cedera pada sistem hematopoietik yang akan meningkatkan sel-sel darah putih. yang biasa di sebut leukosit yang tidak terkendali dan melalui darah ke berbagai organ dari sistem kekebalan tubuh seperti (limpa, amandel, kelenjar getah bening, dan lain-lain) atau menyebar kejaringan tubuh lain. Sel-sel darah tidak dapat bekerja dengan baik ke dalam sel induk sumsum tulang hematopoietik (yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, putih dan trombosit). Karena jumlahnya yang meningkat, sel-sel darah putih yang sebetulnya tidak normal tersebut menggantikan sel darah yang normal. Ketidak normalan ini membuat fungsi sel terganggu.

Ada berbagai jenis kanker darah. Berdasarkan kecepatan perkembangannya, kanker ini dapat dikelompokkan menjadi akut dan kronis.

Sebagian besar,kanker darah mempengaruhi sel-sel darah putih seseorang tetapi beberapa jenis leukemia dimulai dalam sel darah lainnya juga. Beberapa kanker tulang memiliki gejala yang mirip dengan leukemia, tetapi tidak sepenuhnya sama. Berikut tanda atau gejala kanker darah yang harus di waspadai anatara lain :

Gejala Kanker Darah Kelelahan

Jika Anda mudah sekali merasa kelelahan meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat, mungkin hal ini adalah gejala kanker darah. Peningkatan produksi sel darah putih dapat menyebabkan energi cepat habis.

1. Sering Mengalami Pendarahan

Orang yang menderita leukemia akan mudah sekali mengalami pendarahan meskipun hanya luka kecil. Bahkan jika luka memar saja membutuhkan waktu penyembuhan yang lama, bisa jadi merupakan gejala kanker darah.

2. Pembengkakan Internal

Gejala kanker darah juga dapat ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan serta di depan dan belakang leher. Hati dan limpa juga akan membengkak dan menimbulkan rasa nyeri di bawah tulang rusuk.

3. Penurunan Berat Badan

Gejala kanker darah juga ditunjukkan oleh berat badan yang tiba-tiba menurun drastis meskipun seseorang tidak mengubah pola dietnya sehari-hari, gejala kanker darah. Hal ini disebabkan karena pembakaran energi tingkat tinggi yang membuat seseorang kehilangan berat badannya jika tidak meningkatkan pola makan.

4. Pernapasan Abnormal

Sesak napas dan batuk dalam kurun waktu yang cukup lama dan tidak kunjung sembuh juga merupakan gejala kanker darah.

5. Infeksi

Gejala kanker darah adalah tubuh rentan terkena infeksi, di mana sistem immune tubuh akan menurun sehingga penyakit mudah menginfeksi.

6. Berkurangnya Kontrol Otot

Kesulitan mengendalikan diri ketika berjalan atau mengalami kejang otot dari waktu ke waktu merupakan salah satu gejala kanker darah. Penderita leukemia biasanya akan kesulitan mengontrol otot dan menyeimbangkan tubuh.

Gejala kanker darah lainnya adalah munculnya titik-titik merah atau ungu kecil di bawah kulit Anda yang disebut dengan petechiae. Gejala kanker darah, Perdarahan internal juga mungkin terjadi seperti pendarahan dalam tinja, lendir, urine, muntahan, dan air mani.

Penyebab Kanker Darah

Sampai saat ini penyebab penyakit kanker darah belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.

  • Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, kanker darah ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hirosima dan Nagasaki, Jepang.
  • Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia industri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  • Penderita Down Syndrom memiliki insiden kanker darah akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  • Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Keberhasilan pengobatan leukemia sangat tergantung pada jenis leukemia dan tingkatan keparahan, serta faktor imunologi lainnya. Dokter yang merawat dituntut strategi tertentu yang dapat membantu untuk keberhasilan pengobatan tersebut. Pengobatan leukemia meliputi: Kemoterapi yaitu dengan menggunakan kimia untuk membunuh sel kanker. Jenis pengobatan kemoterapi ini merupakan pengobatan utama untuk sebagian besar jenis leukemia.

Selaini itu, juga dapat dilanjutkan dengan perawatan yang menggunakan radiasi, seperti terapi radiasi dosis tinggi sinar-X yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan mengecilkan kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan atau pembesaran limpa. Hal ini juga dapat digunakan sebelum transplantasi stem cell (sel punca).

Gejala Kanker Darah Stadium 2

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*