Faktor Risiko Kanker Lambung

Faktor Risiko Kanker Lambung

Faktor Risiko Kanker Lambung

Faktor Risiko Kanker Lambung – Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan pengobatan kanker lambung, sangatlah penting untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi seputar pilihan pengobatan yang tersedia. Artikel ini akan membantu dalam pertimbangan Anda untuk memutuskan pengobatan mana yang terbaik, secara medis maupun alternatif.

Kanker lambung sendiri merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian sel epitel dinding perut dan beberapa bagian lambung. Tingkat perbandingan penderita kanker lambung antara pria dan wanita ialah 3 : 1. Dan usia yang paling rentan terkena kanker lambung ialah antara 50 sampai 60 tahun. Beberapa Faktor Risiko Kanker Lambung antara lain sebagai berikut.

  • Faktor lingkungan

Faktor Risiko Kanker Lambung sangat terkait dengan kondisi lingkungan sehingga terdapat perbedaan prevalensi penderita antara satu daerah dengan daerah yang lain.

  • Makanan

Faktor Risiko Kanker Lambung berikutnya yaitu makanan berhati-hatilah ketika Anda mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa, makanan yang diawetkan, sayur asin, ikan, dan juga konsumsi garam yang terlalu banyak.

  • Genetik

Dalam banyak survei, disebutkan bahwa yang menjadi Faktor Risiko Kanker Lambung ialah genetik atau keturunan.

 

Gejala-gejala yang ditimbulkan pada penderita kanker lambung sebagai berikut:

  • Sering merasakan sakit perut. Seringkali, banyak yang mengira ini sebagai sakit maag. Makanya, Anda harus waspada ketika mengalami rasa sakit di bagian perut yang sangat menyiksa. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
  • Nafsu makan menurun, gangguan pencernaan, dan bersendawa merupakan gejala lain yang menjadi ciri penderita kanker lambung.
  • Merasa tidak nyaman pada bagian atas perut.
  • Kotoran atau feses berwarna hitam.

Jika Anda atau keluarga sudah didiagnosis menderita penyakit kanker lambung, maka mesti mengambil tindakan cepat dengan segera mengobatinya. Berikut beberapa pilihan terbaik pengobatan kanker lambung yang tersedia saat ini secara medis. Faktanya, dengan pengobatan dan perawatan yang benar harapan kesembuhan kanker lambung akan semakin besar.   – Faktor Risiko Kanker Lambung

 

Pengobatan Kanker Lambung Konvensional

Banyak cara yang biasa digunakan untuk mengobati kanker lambung seperti melakukan operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Operasi merupakan pengobatan penderita kanker lambung yang masih dalam tahap awal dan menengah.

Sedangkan, kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan pasca melakukan operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa serta mendukung tingkat keberhasilan operasi. Dan terakhir, radioterapi dapat dilakukan untuk menunjang kesembuhan dari kanker lambung.   – Faktor Risiko Kanker Lambung

Sekarang, telah ditemukan metode baru yang lebih efektif untuk mengobati kanker lambung. Dengan metode membekukan sel kanker sampai minus 160 derajat celcius hanya dalam waktu beberapa detik saja dan kemudian dipanaskan sampai suhu 40 derajat celcius dalam tempo yang juga sangat singkat.   – Faktor Risiko Kanker Lambung

Pembekuan dan pemanasan sel-sel kanker yang sangat cepat (perubahan suhu yang ekstrem) ternyata telah terbukti dapat membantu membunuh sel kanker dan tidak memengaruhi sel normal sehingga resikonya bisa diminimalisir.

Kemudian, ada juga metode radiopartikel yakni dengan cara memasukkan partikel 125I ke sel kanker. Metode tersebut dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke dalam pusat tumor untuk memasukkan energi panas sesaat sehingga dampaknya dapat mematikan sel-sel kanker yang pada akhirnya terbakar.   – Faktor Risiko Kanker Lambung

Cara kerjanya sebenarnya mirip dengan metode pertama yakni sama-sama membunuh sel kanker secara lokalistik sehingga tidak banyak mengganggu bagian sel yang masih aktif lainnya.   – Faktor Risiko Kanker Lambung

Kedua metode di atas sayangnya belum dapat ditemukan di Indonesia, bila Anda ingin mencobanya, Anda harus berangkat ke luar negeri dan menyiapkan dana yang tak sedikit.

 

 

Faktor Risiko Kanker Lambung

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*