Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis Kanker LambungDiagnosis Kanker Lambung – Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker lambung, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakannya. Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terkena kanker lambung atau apakah dia memiliki keluarga dekat penderita kanker usus besar.

Setelah penjelasan pasien didapat, dokter dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan cara mengecek perut pasien untuk melihat adanya pembengkakan sekitar lambung.

Untuk memastikan apakah seseorang terkena kanker lambung, dokter akan melakukan Diagnosis Kanker Lambung lebih lanjut, seperti:

  1. Endoskopi

Diagnosis Kanker Lambung ini dilakukan dengan cara memasukkan alat khusus berukuran kecil seperti selang ke dalam lambung melalui kerongkongan. Alat yang dilengkapi kamera ini dapat membantu dokter melihat adanya kanker. Melalui Diagnosis Kanker Lambung dengan endoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan lambung untuk kemudian diteliti di laboratorium.

  1. Pemeriksaan sinar-X

Pada kasus kanker lambung, Diagnosis Kanker Lambung dengan sinar-X akan dikombinasikan dengan cairan yang mengandung zat barium. Zat yang harus ditelan oleh pasien ini akan membantu sinar-X menghasilkan gambar pada monitor. Selama 6 jam sebelum melakukan prosedur Diagnosis Kanker Lambung ini, pasien tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman, dan Diagnosis Kanker Lambung ini biasanya berlangsung selama 15 menit. Efek samping yang mungkin dirasakan pasien setelah melakukan Diagnosis Kanker Lambung ini adalah mual dan konstipasi.

  1. CT scan

Diagnosis Kanker Lambung ini dapat membantu dokter mengetahui seberapa jauh perkembangan kanker, apakah kanker hanya terdapat di dalam lambung atau sudah menyebar ke organ-organ lainnya. Diagnosis Kanker Lambung yang menggunakan rangkaian sinar-X dan bantuan komputer ini dapat menghasilkan gambar tubuh secara rinci.

  1. Bedah laparoskopi

Prosedur Diagnosis Kanker Lambung ini Diagnosis Kanker Lambungdilakukan dengan cara memasukkan alat berkamera yang disebut laparoskop melalui irisan kecil yang dibuat oleh dokter pada bagian perut paling bawah. Tentunya dalam Diagnosis Kanker Lambung ini pasien harus dibius terlebih dahulu. Bedah laparoskopi bertujuan melihat keadaan lambung secara lebih rinci. Melalui Diagnosis Kanker Lambung ini, dokter dapat mengetahui apakah kanker lambung telah menyebar, terutama ke bagian peritoneum atau lapisan rongga perut.

  1. USG

Diagnosis Kanker Lambung dengan menggunakan gelombang ultrasound ini bertujuan melihat apakah kanker lambung telah menyerang organ hati.

 

Pengobatan Kanker Lambung

Tujuan utama pengobatan kanker lambung adalah menyembuhkan penyakit tersebut sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Metode yang digunakan biasanya bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Pada kasus kanker lambung yang tidak dapat disembuhkan, pengobatan biasanya bertujuan membuat pasien senyaman mungkin dengan mengurangi gejala yang dirasakannya. Diperkirakan hingga 30% pasien kanker lambung bisa diobati hingga sembuh. Berikut ini adalah tiga jenis pengobatan utama pada kasus kanker lambung, diantaranya :

 

  1. Radioterapi

Diagnosis Kanker LambungTujuan radioterapi adalah untuk membunuh sel-sel kanker. Pada radioterapi, metode pengobatan dilakukan dengan menggunakan pancaran energi radiasi. Biasanya metode radioterapi diterapkan pada kasus kanker lambung stadium tinggi dengan gejala pendarahan.

Sebelum operasi, radioterapi bisa dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor lambung sehingga lebih mudah diangkat. Sedangkan radioterapi yang dilakukan setelahnya bertujuan membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa, sekaligus mencegah kanker berkembang kembali.

Meski begitu, ada beberapa efek samping dari penggunaan radioterapi yang juga harus diperhatikan, diantaranya:

  • Iritasi atau warna kehitaman pada kulit di sekitar area yang diobati.
  • Diare
  • Lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan pencernaan

Pelaksanaan radioterapi biasanya dilakukan secara rutin tiap minggu. Dalam satu minggu, biasanya ada lima kali sesi pengobatan selama lima hari dan masing-masing sesi berlangsung selama beberapa menit. Batas waktu pengobatan radioterapi tergantung pada tujuan dan tingkat keparahan. Sebagai contoh, untuk meredakan gejala pada kasus kanker lambung stadium tinggi umumnya berlangsung hingga dua minggu. Sedangkan untuk mencegah kanker datang kembali, umumnya berlangsung hingga lima minggu.

 

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan. Obat-obatan ini dapat berbentuk tablet yang diminum, infus, atau kombinasi keduanya.

Pada kanker lambung, kemoterapi yang dilakukan sebelum operasi biasanya bertujuan untuk menyusutkan tumor, meredakan gejala yang dirasakan pasien, atau memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi juga bisa diberikan pascaoperasi untuk mencegah kanker kembali.

Sama seperti radioterapi, waktu pelaksanaan kemoterapi dibagi menjadi beberapa sesi. Ada yang hanya berlangsung selama tiga minggu atau beberapa bulan dengan pemberian dosis tertentu secara konstan.

Beberapa efek samping kemoterapi adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Badan terasa lelah
  • Anemia
  • Rambut rontok
  • Kerusakan saraf

Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir. Efek samping kemoterapi pada tiap pasien kanker lambung bisa berbeda-beda tergantung dari reaksi pasien itu sendiri terhadap pengobatan, jumlah sesi pengobatan yang dilakukan, dan jenis obat kemoterapi yang diberikan.

 

Pencegahan Kanker Lambung

Agar terhindar dari kanker lambung, lakukan beberapa langkah sehat berikut ini :

  • Kurangi konsumsi garam dan makanan-makanan yang diolah secara diasapi
  • Perbanyak makan sayur dan buah-buahan
  • Tidak merokok
  • Jangan abaikan dan obati sampai tuntas jika Anda menderita infeksi pada lambung
  • Berhati-hati dan selalu patuhi aturan dari dokter dalam menggunakan aspirin atau obat-obatan antiinflamasi non-steroid.

 

Karena gejala kanker lambung hampir sama dengan beberapa masalah lambung lainnya, maka umumnya penderita tidak menyadari hingga kanker lambung sudah berada pada stadium tinggi ketika terdiagnosis. Menurut penelitian, sebanyak 15% penderita kanker lambung masih dapat hidup setidaknya 5 tahun ke depan setelah melakukan Diagnosis Kanker Lambung dan sekitar 11% yang terdiagnosis masih dapat hidup setidaknya 10 tahun ke depan.

 

Diagnosis Kanker Lambung

This entry was posted in Obat Kanker Tradisional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*