Penyebab Kanker Lambung

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab Kanker Lambung – Kanker lambung merupakan salah satu penyakit kanker yang sangat mematikan. Kanker ini menyerang lambung manusia yang pada akhirnya lambung tersebut tidak dapat berfungsi secara sempurna. Kanker lambung ini dapat menyebabkan kematian. Beberapa orang menyebut kanker lambung dengan sebutan kanker perut karena terkadang kanker ini juga menyarang beberapa organ yang berada di dalam perut.

 

Siapa yang terkena kanker lambung ?

Kanker lambung dapat penyerang siapa saja, baik laki-laki, wanita, anak-anak, remaja, sampai orang tua. Kanker lambung lebih sering terjadi pada laki-laki yang berusia diatas 40 tahun. Kanker ini biasanya lebih banyak menyerang orang yang sudah lanjut usia, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak dan usia remaja dapat terjangkit kanker ini.

 

Penyebab Kanker Lambung

Awal mula terjadinya kanker lambung dapat tadi karena adanya tumor jinak yang berada dalam perut lalu berkembang menjadi kanker yang disebabkan oleh makanan yang tidak sehat atau bahan kimia tertentu yang masuk ke dalam perut kita. Inilah beberapa Penyebab Kanker Lambung :

 

  1. Kuman helicobacter pylori

Kuman helicobacter pylori merupakan kuman yang sangat mematikan yang dapat menyebabkan tukak pada lambung yang akhirnya dapat menjadi Penyebab Kanker Lambung. Orang pertama yang menemukan kuman helicobacter pylori adalah Barry Marshall dan Robin Warre. Mereka berdua adalah seorang dokter yang telah merah penghargaan Nobel dari Australia. Selain menjadi Penyebab Kanker Lambung, kuman helicobacter pylori juga dapat menyebabkan penyakit maag dan mual-mual di perut. Kuman helicobacter dapat berkembang biak pada usia anak-anak, tetapi pada usia anak-anak ini gejalanya tidak terlalu terlihat. Perkembangan kuman helicobacter pylori akan semakin parah apabila lingkungan di sekitar kita kotor  dan kumuh. Semakin dewasa umur kita, maka kuman helicobacter pylori juga akan semakin berkembang semakin parah.

  1. Makan makanan yang tidak sehat

Makanan yang tidak sehat memang selalu akan menimbulkan penyakit. Mulai dari penyakit ringan sampai penyakitPenyebab Kanker Lambung dapat ditimbulkan dari makanan yang tidak sehat. Makanan-makanan yang mengandung zat-zat berbahaya dalam tubuh akan menyebabkan radang lambung atau bakteri yang berada dalam lambung akan berkembang semakin cepat dan dapat menjadi Penyebab Kanker Lambung.

  1. Makan makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi

Makanan yang mempunyai rasa asin biasanya mengandung zat natrium. Zat natrium inilah yang dapat menjadi Penyebab Kanker Lambung lainnya. Zat natrium akan membuat lambung iritasi. Iritasi yang sudah terlalu parah akan menjadi kronis iritasi tersebut akan berubah menjadi penyakit kanker lambung. Untuk penderita kanker lambung harus menghindari makan ikan asin.

  1. Keturunan genetika

Penyebab Kanker Lambung karena keturunan genetika. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker lambung, akan lebih rentang terkena kanker lambung juga dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker lambung.

  1. Makan makanan yang diolah dengan dibakar dan digoreng

Jika kita sudah merasakan gejala penyakit kanker, maka tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang diasap. Pengolahan makanan dengan cara diasap membuat bakteri, virus, dan kuman tidak 100% mati. Maka, apa bila kita memakan makanan yang masih terdapat virus, bakteri, dan kuman itu akan menjadi Penyebab Kanker Lambung di tubuh kita. Sebaiknya makanan yang diasap kita olah kembali sebelum kita santap agar kuman, virus, dan bakteri yang terdapat dimakanan tersebut benar-benar mati.

  1. Mengkonsumsi alkohol dan rokok yang berlebihan

Zat-zat yang terdapat padaPenyebab Kanker Lambung alkohol dan rokok sangat beresiko untuk menimbulkan penyakit kanker bagi tubuh kita. Sebaiknya bila ingin terhindar dari penyakit kanker, maka jangan mengkonsumsi alkohol dan rokok.

  1. Radang lambung yang sudah kronis

Penyebab Kanker Lambung berikutnya yaitu radang lambung yang sudah kronis. Penyakit radang lambung merupakan penyakit yang masih dapat diobati apabila belum terlalu kronis. Akan tetapi, apabila radang lambung didiamkan saja maka akan menjadi parah dan akibatkan radang lambung ini akan menjadi penyakit yang berbahaya. Radang lambung yang sudah semakin kronis dapat berubah dan mengakibatkan penyakit kanker lambung pada tubuh kita.

  1. Kurangnya asupan buah-buahan dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak vitamin, karbohidrat, dan juga mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Apabila tubuh kita kekurangan asupan vitamin, karbohidrat dan mineral akan mengakibatkan kerja lambung tidak maksimal. Hal inilah yang dapat memicu terjadinya Penyebab Kanker Lambung.

  1. Golongan Darah

Anda yang memiliki golongan darah A ini memiliki lambung dengan kandungan lektin rendah. Jika asupan lektin berlebihan, maka akan mengganggu kesehatan lambung. Selain itu, mereka menghasilkan lendir yang lebih banyak jumlahnya. Maka dari itu golongan darah A menjadi Penyebab Kanker Lambung yang lainnya.

  1. Area Kerja

Bekerja pada industri kimia, pertambangan batu bara, pemurnian nikel, kayu, dan paparan asbes dapat menjadi Penyebab Kanker Lambung yang sangat mematikan.

 

Setelah mengetahui Penyebab Kanker Lambung, maka kita harus lebih waspada agar kita tidak terkena kanker lambung. Kanker lambung memang merupakan penyakit yang cukup berbahaya mengingat pentingnya organ lambung bagi tubuh kita. Maka dari itu kita harus menjaga kesehatan lambung dan organ penting lainnya dalam tubuh kita.

 

 

Penyebab Kanker Lambung

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Lambung

Gejala Kanker Lambung

Gejala Kanker Lambung

Gejala Kanker Lambung – Sebagian besar orang pasti sudah pernah mendengar kanker lambung. Kanker lambung ini merupakan kanker yang terjadi di lambung dan daerah sekitar perut. Semakin banyaknya variasi makanan saat ini membuat resiko terjangkit kanker lambung semakin besar. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak semuanya baik untuk organ tubuh kita.

Selain itu, banyak orang yang tidak peduli dengan gejala aneh yang terjadi di daerah sekitar perut. Seperti sakit perut, mual, dan rasa perih di lambung terkadang dianggap hal yang sepele dan biasa aja yang biasa terjadi pada tubuh kita. Tetapi, gejala seperti mual, sakit perut, atau perih di lambung bisa saja menjadi ancaman bagi lambung kita dan mungkin saja gejala seperti itu merupakan cikal bakal terjadinya kanker lambung.

kita juga harus mengetahui Gejala Kanker Lambung yang terjadi apabila kita terjangkit kanker lambung. Kita perlu mengetahui Gejala Kanker Lambung agar kita dapat mengantisipasi kanker lambung tersebut menjadi semakin parah. Bila kita dapat mengetahui kanker lambung lebih dini, maka pengobatan yang dilakukan akan semakin mudah dilakukan dan kita dapat melakukan tindakan agar kanker lambung tersebut tidak semakin parah. Berikut merupakan beberapa Gejala Kanker Lambung, diantaranya :

 

  1. Rasa perih yang sangat terasa di daerah perut

Gejala Kanker LambungRasa perih yang terasa di bagian lambung memang sering terjadi apabila kita makan terlalu banyak atau kita telat makan. Rasa perih ini biasanya disebabkan karena zat asam amino yang berada dalam lambung tidak mendapat makanan untuk dicerna yang mengakibatkan asam amino tersebut menumpuk dalam lambung dan menyebabkan rasa perih di lambung kita. Rasa perih ini biasanya dikaitkan dengan penyakit maag. Tetapi rasa perih yang berlebihan di daerah lambung bisa saja merupakan Gejala Kanker Lambung.

 

  1. Berat badan yang menurun secara cepat

Banyak wanita dan pria yang menginginkan berat badannya turun secara cepat demi mendapatkan berat badan yang ideal. Untuk para wanita dan pria jangan merasa senang dahulu apabila berat badannya turun dengan cepat, karena gejala ini bisa saja merupakan Gejala Kanker Lambung. Berat badan yang menurun dengan cepat disebabkan kerana lambung yang tidak dapat bekerja dengan baik. Lambung tidak dapat menyerap vitamin dari makanan dengan baik sehingga disaat kita melakukan aktivas tanpa kita sadari berat badan kita akan berkurang secara cepat.

 

  1. Rasa mual pada lambung

Rasa mual yang terjadi pada perut terkadang disepelekan oleh kita. Padahal, rasa mual pada perut bisa saja merupakan Gejala Kanker Lambung. Rasa mual yang terjadi diakibatkan karena lambung sedang dalam kondisi yang tidak baik. Makanan yang masuk ke lambung kita tidak dapat diterima oleh lambung yang mengakibatkan perut kita merasa mual.

 

  1. Terjadi radang pada lambung

Radang pada lambung bermula dari rasa perih pada lambung merupakan salah satu Gejala Kanker Lambung. Lambung yang terkena radang dan tidak segera diobati akan semakin parah akan menjadi kanker lambung pada tubuh kita.

 

  1. Muntah darah

Bila maag sudah mulai akut, maka biasanya penderita akan mengalami muntah darah. Dalam dunia medis muntah darah disebut dengan hematemesis. Muntah darah terjadi karena adanya radang pada lambung yang cukup parah. Waspadai indikasi ini karena kemungkinan muntah darah tersebut merupakan Gejala Kanker Lambung.

 

  1. Badan terasa cepat lelah

Gejala Kanker Lambung lainnya yaitu badan terasa cepat lelah.Gejala Kanker Lambung Ketika lambung sudah tidak dapat bekerja secara normal, maka tubuh kita akan kekurangan asupan gizi dan vitamin. Sedangkan untuk melakukan aktifitas sehari-hari kita memerlukan energi yang cukup dari makanan sehat yang kita konsumsi sehari-hari. Ketika lambung tidak dapat menyerap vitamin dan gizi dari makanan yang kita makan, maka tubuh akan terasa cepat lelah saat melakukan aktifitas karena tubuh kita tidak mempunyai cukup energi untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

 

  1. Sakit maag yang sudah akut

Maag yang sudah akut merupakan salah satu Gejala Kanker Lambung. Maag yang sudah akut bisa berubah menjadi kanker lambung. Sebaiknya bila kita mempunyai penyakit maag, maka harus segera kita obati hingga tuntas.

 

  1. Mengeluarkan tinja berwarna kehitaman

Gejala Kanker Lambung yang terakhir adalah penderita akan mengeluarkan tinja yang berwarna kehitaman. Apabila hal ini terjadi, maka sebaiknya kita segera berkonsultasi dengan dokter sehingga apabila ini merupakan Gejala Kanker Lambung dapat segera diobati.

 

 

Gejala Kanker Lambung Lainnya

  • Gangguan pencernaan dan perut ketidaknyamanan
  • Sebuah perasaan kembung setelah makan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mulas yang berlebihan

 

Penyakit kanker lambung memang cukup menakutkan. Tetapi, apabila kita mengetahui lebih dini mengenai kanker lambung maka pengobatan kanker tersebut dapat lebih cepat dilakukan. Kita harus peduli setiap Gejala Kanker Lambung yang aneh yang terjadi pada tubuh kita. Karena apabila kita terlambat mengetahui penyakit apa yang diidap di tubuh kita maka akan berbahaya untuk kita sendiri.

 

Gejala Kanker Lambung

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis Kanker LambungDiagnosis Kanker Lambung – Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker lambung, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakannya. Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terkena kanker lambung atau apakah dia memiliki keluarga dekat penderita kanker usus besar.

Setelah penjelasan pasien didapat, dokter dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan cara mengecek perut pasien untuk melihat adanya pembengkakan sekitar lambung.

Untuk memastikan apakah seseorang terkena kanker lambung, dokter akan melakukan Diagnosis Kanker Lambung lebih lanjut, seperti:

  1. Endoskopi

Diagnosis Kanker Lambung ini dilakukan dengan cara memasukkan alat khusus berukuran kecil seperti selang ke dalam lambung melalui kerongkongan. Alat yang dilengkapi kamera ini dapat membantu dokter melihat adanya kanker. Melalui Diagnosis Kanker Lambung dengan endoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan lambung untuk kemudian diteliti di laboratorium.

  1. Pemeriksaan sinar-X

Pada kasus kanker lambung, Diagnosis Kanker Lambung dengan sinar-X akan dikombinasikan dengan cairan yang mengandung zat barium. Zat yang harus ditelan oleh pasien ini akan membantu sinar-X menghasilkan gambar pada monitor. Selama 6 jam sebelum melakukan prosedur Diagnosis Kanker Lambung ini, pasien tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman, dan Diagnosis Kanker Lambung ini biasanya berlangsung selama 15 menit. Efek samping yang mungkin dirasakan pasien setelah melakukan Diagnosis Kanker Lambung ini adalah mual dan konstipasi.

  1. CT scan

Diagnosis Kanker Lambung ini dapat membantu dokter mengetahui seberapa jauh perkembangan kanker, apakah kanker hanya terdapat di dalam lambung atau sudah menyebar ke organ-organ lainnya. Diagnosis Kanker Lambung yang menggunakan rangkaian sinar-X dan bantuan komputer ini dapat menghasilkan gambar tubuh secara rinci.

  1. Bedah laparoskopi

Prosedur Diagnosis Kanker Lambung ini Diagnosis Kanker Lambungdilakukan dengan cara memasukkan alat berkamera yang disebut laparoskop melalui irisan kecil yang dibuat oleh dokter pada bagian perut paling bawah. Tentunya dalam Diagnosis Kanker Lambung ini pasien harus dibius terlebih dahulu. Bedah laparoskopi bertujuan melihat keadaan lambung secara lebih rinci. Melalui Diagnosis Kanker Lambung ini, dokter dapat mengetahui apakah kanker lambung telah menyebar, terutama ke bagian peritoneum atau lapisan rongga perut.

  1. USG

Diagnosis Kanker Lambung dengan menggunakan gelombang ultrasound ini bertujuan melihat apakah kanker lambung telah menyerang organ hati.

 

Pengobatan Kanker Lambung

Tujuan utama pengobatan kanker lambung adalah menyembuhkan penyakit tersebut sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Metode yang digunakan biasanya bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Pada kasus kanker lambung yang tidak dapat disembuhkan, pengobatan biasanya bertujuan membuat pasien senyaman mungkin dengan mengurangi gejala yang dirasakannya. Diperkirakan hingga 30% pasien kanker lambung bisa diobati hingga sembuh. Berikut ini adalah tiga jenis pengobatan utama pada kasus kanker lambung, diantaranya :

 

  1. Radioterapi

Diagnosis Kanker LambungTujuan radioterapi adalah untuk membunuh sel-sel kanker. Pada radioterapi, metode pengobatan dilakukan dengan menggunakan pancaran energi radiasi. Biasanya metode radioterapi diterapkan pada kasus kanker lambung stadium tinggi dengan gejala pendarahan.

Sebelum operasi, radioterapi bisa dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor lambung sehingga lebih mudah diangkat. Sedangkan radioterapi yang dilakukan setelahnya bertujuan membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa, sekaligus mencegah kanker berkembang kembali.

Meski begitu, ada beberapa efek samping dari penggunaan radioterapi yang juga harus diperhatikan, diantaranya:

  • Iritasi atau warna kehitaman pada kulit di sekitar area yang diobati.
  • Diare
  • Lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan pencernaan

Pelaksanaan radioterapi biasanya dilakukan secara rutin tiap minggu. Dalam satu minggu, biasanya ada lima kali sesi pengobatan selama lima hari dan masing-masing sesi berlangsung selama beberapa menit. Batas waktu pengobatan radioterapi tergantung pada tujuan dan tingkat keparahan. Sebagai contoh, untuk meredakan gejala pada kasus kanker lambung stadium tinggi umumnya berlangsung hingga dua minggu. Sedangkan untuk mencegah kanker datang kembali, umumnya berlangsung hingga lima minggu.

 

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan. Obat-obatan ini dapat berbentuk tablet yang diminum, infus, atau kombinasi keduanya.

Pada kanker lambung, kemoterapi yang dilakukan sebelum operasi biasanya bertujuan untuk menyusutkan tumor, meredakan gejala yang dirasakan pasien, atau memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi juga bisa diberikan pascaoperasi untuk mencegah kanker kembali.

Sama seperti radioterapi, waktu pelaksanaan kemoterapi dibagi menjadi beberapa sesi. Ada yang hanya berlangsung selama tiga minggu atau beberapa bulan dengan pemberian dosis tertentu secara konstan.

Beberapa efek samping kemoterapi adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Badan terasa lelah
  • Anemia
  • Rambut rontok
  • Kerusakan saraf

Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir. Efek samping kemoterapi pada tiap pasien kanker lambung bisa berbeda-beda tergantung dari reaksi pasien itu sendiri terhadap pengobatan, jumlah sesi pengobatan yang dilakukan, dan jenis obat kemoterapi yang diberikan.

 

Pencegahan Kanker Lambung

Agar terhindar dari kanker lambung, lakukan beberapa langkah sehat berikut ini :

  • Kurangi konsumsi garam dan makanan-makanan yang diolah secara diasapi
  • Perbanyak makan sayur dan buah-buahan
  • Tidak merokok
  • Jangan abaikan dan obati sampai tuntas jika Anda menderita infeksi pada lambung
  • Berhati-hati dan selalu patuhi aturan dari dokter dalam menggunakan aspirin atau obat-obatan antiinflamasi non-steroid.

 

Karena gejala kanker lambung hampir sama dengan beberapa masalah lambung lainnya, maka umumnya penderita tidak menyadari hingga kanker lambung sudah berada pada stadium tinggi ketika terdiagnosis. Menurut penelitian, sebanyak 15% penderita kanker lambung masih dapat hidup setidaknya 5 tahun ke depan setelah melakukan Diagnosis Kanker Lambung dan sekitar 11% yang terdiagnosis masih dapat hidup setidaknya 10 tahun ke depan.

 

Diagnosis Kanker Lambung

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Lambung

Kanker Lambung

Kanker Lambung

Kanker Lambung adalah jenis kanker yang menggerogoti lambung, yaitu organ di dalam rongga perut manusia yang menjadi salah satu bagian dari sistem pencernaan. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada segala usia, meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas.

Jenis Kanker Lambung yang paling umum terjadi adalah adenocarcinoma, yaitu kondisi ketika kanker menyerang sel-sel pada lapisan dalam lambung yang memproduksi cairan seperti lendir (mukus). Selain adenocarcinoma, ada juga beberapa jenis kanker lambung lainnya meski jarang didapati pada penderita penyakit ini. Di antara jenis-jenis tersebut:

  • Tumor stroma gastrointestina (GIST), yaitu kanker yang menyerang jaringan ikat atau otot-otot dinding perut.
  • Limfoma lambung, yaitu kanker yang menyerang jaringan limfatik atau jaringan yang membantu melawan infeksi.
  • Carcinoid, yaitu kanker yang menyerang sel-sel penghasil hormon di dalam lambung.

 

Gejala Kanker Lambung

Berikut ini beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita kanker lambung pada tahap awal:

  • Kembung dan sering bersendawa
  • Perut terasa mulas atau sakit
  • Nyeri pada tulang dada
  • Cepat kenyang saat makan
  • Mual
  • Muntah
  • Sulit menelan makanan
  • Gangguan pencernaan yang sering kumat

Beberapa gejala kanker lambung pada tahap yang lebih parah adalah:

  • Muntah darah
  • Anemia
  • Sakit kuning
  • Hilang nafsu makan
  • Tinja berwarna hitam atau terdapat darah pada tinja
  • Tubuh terasa lelah
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan pada perut

 

Perkembangan gejala atau pertumbuhan kanker pada penderita dapat berbeda-beda. Ada yang berkembang secara perlahan, menengah, maupun cepat. Gejala kanker lambung pada tahap awal biasanya sulit dikenali karena hampir sama dengan gejala kondisi lambung lainnya, misalnya tukak lambung. Karena itu diperlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan diagnosis. Segera periksakan diri Anda jika merasakan gejala-gejala di atas.

 

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab kanker lambung masih belum dapat diketahui secara pasti. Namun secara umum, kanker terjadi ketika sel-sel pada bagian tertentu di lambung berkembang secara tidak terkendali. Akibat pertumbuhan berlebihan tersebut, sel-sel yang tadinya memiliki sifat normal untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi menjadi tumor yang bersifat merusak dan dapat menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung adalah:

  • Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam rokok dapat merusak dinding lambung. Karena itu seorang perokok akan memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker lambung dibandingkan mereka yang tidak merokok.
  • Terlalu banyak mengonsumsi daging asap, garam, ikan asin, acar, serta makanan yang mengandung aflatoksin. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  • Berusia 55 tahun ke atas dan berjenis kelamin laki-laki.
  • Infeksi bakteri pylori. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit lambung seperti gangguan pencernaan, tukak lambung, dan radang pada lapisan lambung.
  • Menderita infeksi lambung dalam waktu lama.
  • Menderita anemia pernisiosa. Kondisi ini terjadi ketika seseorang kekurangan vitamin B12.
  • Menderita kondisi yang menyebabkan munculnya polip di dalam lambung.
  • Memiliki kerabat dekat berpenyakit kanker lambung.
  • Pernah menjalani operasi pada lambung.
  • Menderita jenis kanker lainnya. Penderita kanker limfoma atau kanker sel darah putih, kanker kerongkongan atau kanker esofagus, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, dan kanker paru-paru memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung.

 

Tahapan Perkembangan Kanker Lambung

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan penyakit kanker lambung, di antaranya:

  • Stadium 1. Pada tahap ini kanker sudah mulai tumbuh di dalam lapisan jaringan di dalam lambung atau sudah menyebar pada kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium 2. Pada tahap ini penyebaran kanker di dalam kelenjar getah bening makin meluas, serta telah menyebar lebih dalam pada lapisan otot dinding lambung.
  • Stadium 3. Pada tahap ini seluruh lapisan lambung sudah digerogoti kanker atau banyak pertumbuhan kanker kecil yang menyebar ke banyak kelenjar getah bening.
  • Stadium 4. Ini merupakan tingkat paling parah dari kanker lambung. Pada tahap ini kanker telah menyebar makin jauh dan menyerang organ-organ tubuh lainnya.

 

Penentuan tingkat keparahan kanker ambung bisa dilakukan melalui diagnosis. Hal ini berguna dalam membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat.

 

Kanker Lambung

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

 

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru – Kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanKanker Paru-Paruker pada pria dan wanita di seluruh dunia. Kanker ini termasuk kanker agresif dengan angka harapan hidup 5 tahun kurang dari 15%. Di Amerika Serikat, terdapat sekitar 200.000 kasus kanker paru-paru yang terdiagnosa setiap tahun dan 150.000 kematian.

Paparan lingkungan, terutama asap rokok dan, pada tingkat yang lebih rendah, polusi udara, asbes, dan radon adalah penyebab utama kanker paru-paru. Merokok bertanggung jawab atas lebih dari 90% kasus. – Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Pada stadium lanjut, kanker menyerang organ sekitarnya dan menyebar (atau “metastasis”) di tempat lain dalam tubuh. Area penyebaran termasuk otak, hati, dan tulang. – Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

 

Ada empat jenis kanker paru-paru, yang memiliki gambaran klinis yang berbeda.

  • Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker paru-paru yang paling umum, bertanggung jawab atas 40% dari kasus. Dimulai di bagian tengah dan atas paru-paru dan umumnya tumbuh lambat.
  • Adenokarsinoma menyumbang 25% dari kasus. Biasanya terjadi pada bagian luar dari paru-paru. Jenis ini juga tumbuh lambat, tetapi mereka dapat menyebar ke luar paru-paru lebih cepat dari karsinoma sel skuamosa.
  • Karsinoma sel kecil menyumbang 20%dari kasus. Hampir semua kasus disebabkan oleh penggunaan rokok. Jenis ini bersifat agresif, tumbuh dengan cepat, dan menyebar ke luar paru-paru pada stadium awal penyakit.
  • Karsinoma sel besar menyumbang sekitar 15% dari kasus. Jenis ini juga berkembang dengan cepat dan menyebar ke luar paru-paru dengan agresif.

 

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Tahukah Anda bahwa gaya hidup, kebiasaan, dan lingkungan tempat tinggal dapat meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru? Penyakit ini bukan cuman diakibatkan oleh faktor dari dalam tubuh, tapi faktor yang berasal dari luar pun sangat berperan dalam pertumbuhan sel kanker. Apa saja Faktor Risiko Kanker Paru-Paru?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan Faktor Risiko Kanker Paru-Paru :

  1. Riwayat keluarga

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang pertama yaitu riwayat keluarga. Seseorang dengan riwayat keluarga mengalami kanker paru mempunyai risiko, walaupun bukan perokok. Penelitian mengungkapkan, genetik berperan dalam risiko pada keluarga dengan riwayat kanker paru yang kuat.

  1. Polusi udara

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang kedua yakni akibat polusi udara. Walaupun polusi udara diperkirakan hanya 5% menyebabkan kanker paru-paru, polusi yang berasal dari asap kendaraan, pabrik & industri dapat mempengaruhi paru-paru.

  1. Asbestos

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang lainnya akibat dari asbestos. Asbestos adalah senyawa mineral kecil menyebar ke udara yang menyebabkan sekitar 3-4% kanker paru-paru. Penelitian menemukan, pekerja asbestos (tambang mills, tekstil, pabrik) mempunyai risiko kematian kanker paru lebih besar di bandingkan pekerja industri lain. Oleh sebab itu, pakai alat pelindung diri yang selayaknya bila anda termasuk pekerja di industri yang terkait erat dengan asbestos.

  1. Perokok aktif & perokok pasif

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang paling tinggi menurut data WHO adalah perokok baik aktif maupun pasif. Berdasarkan data medis, ada sekitar 80%-90% kasus kanFaktor Risiko Kanker Paru-Paruker paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Tingkat risiko perokok aktif lebih tinggi daripada perokok pasif yang hanya menghirup asap rokok. Perokok pasif pula rentan terserang kanker paru-paru kalau berada di lingkungan perokok & menghirup asap rokok dalam waktu yang lama & terus-terusan. Karena asap rokok mengandung lebih dari 50 zat-zat pemicu kanker yang dapat memberi dampak secara langsung pada jaringan paru-paru.

  1. Radiasi

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru yang terakhir yaitu akibat radiasi. Salah satu jenis radiasi yang mampu menyebabkan terjadinya kanker paru-paru ialah radiasi gas radon. Radon ialah gas radioaktif yang muncul secara alami & menjadi bagian dalam udara yang kita hirup setiap harinya.

Gas radon berasal dari batuan & tanah dalam jumlah yang sangat kecil, gas radon ini dapat berpindah tempat melalui tanah. Gas ini dapat masuk kedalam rumah melalui celah-celah pondasi , pipa, saluran air atau lubang terbuka yang lain. Gas ini bia diuji dengan alat pengujian sederhana, lantaran gas radon bersifat tak kasat mata & tak berbau.

Bagi orang yang terkena radiasi gas radon secara terus-menerus & dalam jangka waktu lama akan meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru. Radiasi gas radon menjadi salah satu Faktor Risiko Kanker Paru-Paru lantaran bila dihirup, gas radon bisa merusak jaringan paru-paru secara berkala.

 

Semoga dengan mengetahui apa saja Faktor Risiko Kanker Paru-Paru di atas kita bisa lebih berhati-hati melakukan tindakan yang memungkinkan kita terkena kanker paru-paru. Sayangilah dirimu sekarang juga..

 

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Faktor Risiko Kanker Usus BesarFaktor Risiko Kanker Usus Besar

Setiap orang memiliki Faktor Risiko Kanker Usus Besar. Banyak yang berkata jika sering buang air besar bisa menyehatkan usus. Anggapan tersebut ada benarnya. Tinja yang sering ditahan bisa menyebabkan toksin yang berbahaya bagi usus besar. Berikut ini ada beberapa orang yang rentan terkena penyakit kanker usus.

 

  1. Mutasi genetik

Mutasi genetik atau bisa dikatakan keturunan merupakan Faktor Risiko Kanker Usus Besar yang pertama. Hal tersebut dikarenakan kanker bisa melakukan mutasi genetik. Misalnya gen dari ibu memiliki gen kanker. Gen kanker tersebut melakukan mutasi dan bisa berada di dalam gen Anda. Penyakit kanker usus banyak menyerang gen orang Amerika, Afrika dan juga keturunan  Eropa Timur. Tidak heran jika kanker usus dinobatkan sebagai pembunuh paling banyak di negara-negara tersebut. Angka kematian akibat kanker usus menjadi pembunuh nomor satu di negara Amerika, Afrika dan juga Eropa Timur. – Faktor Risiko Kanker Usus Besar

 

  1. Berumur lebih dari 40 tahun

Wanita maupun pria bisa terkena penyakit ini. Orang dengan usia lebih dari 40 tahun mempunyai Faktor Risiko Kanker Usus Besar. Hal tersebut dikarenakan pencernaan seseorang dengan usia lebih dari 40 tahun sudah berkurang fungsinya. Begitu pula dengan usus dan usus besar. Saat memakan makanan yang mengandung banyak lemak serta kolesterol tinggi. Organ pencernaan tidak bisa menguraikannya akibatnya adalah usus besar tidak dapat menyerap sari-sari makanan dan tinja tidak dapat dibusukkan. Hal itulah yang menyebabkan orang dengan usia lebih dari 40 tahun rentan terkena diare.

 

  1. Pola makan tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat juga mengakibatkan FaFaktor Risiko Kanker Usus Besarktor Risiko Kanker Usus Besar. Pola makan tidak sehat berasal dari pola makan yang tidak teratur dan kaya lemak.

  • Makanan yang bisa menyebabkan kanker usus besar
  • Makanan yang tinggi lemak
  • Makanan cepat saji
  • Makanan kaya minyak seperti gorengan
  • Makanan mengandung banyak bahan pengawet
  • Makanan yang diolah dan diawetkan seperti sarden, kornet dan nugget
  • Daging olahan
  • Daging merah kaya lemak

 

  1. Pola Hidup Tidak Sehat

Secara tidak sadar, pola hidup seseorang bisa menjadi Faktor Risiko Kanker Usus Besar. Namun banyak masyarakat yang tahu namun pura-pira tidak tahu serta ada masyarakat yang benar-benar tidak tahu. Kurangnya informasi hidup sehat yang diperoleh membuat masyarakat tidak tahu bagaimana cara melakukan pola hidup sehat.

Yang menyebabkan terkena kanker usus besar

  • Merokok merupakan penyebab dari berbagai penyakit kronis. Selama ini bahaya tentang merokok terus digalakkan namun banyak masyarakat yang mengindahkannya. Asap rokok yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat diuraikan oleh usus akibatnya asap tersebut menjadi toksin yang menempel erat di dinding-dinding usus.
  • Alkohol memiliki kandungan zat yang berbahaya. Jika alkohol dibarengi dengan merokok akan menciptakan efek sinergis. Sehingga terkena Faktor Risiko Kanker Usus Besar semakin tinggi.

 

  1. Riwayat keluarga polip kolorektal

Penyakit warisan berupa polip kolorektal bisa menyebabkan seseorang terkena Faktor Risiko Kanker Usus Besar. Jika ada keluarga yang pernah mengalaminya, Anda pun juga memiliki risiko besar untuk terkena polip tersebut. Jika Anda sudah terkena polip diharapkan untuk selalu melakukan tes skrining. – Faktor Risiko Kanker Usus Besar

 

  1. Riwayat keluarga kanker payudara

Ada jenis gen kanker tertentu yang bisa menjadi kanker tertentu. Di dalam keluarga ada yang pernah menderita kanker payudara, Faktor Risiko Kanker Usus Besar lebih tinggi. Sebab gen yang dihasilkan antara kanker payudara dengan kanker usus besar sama. Sama halnya dengan riwayat keluarga kanker serviks, bisa berubah menjadi gen kanker rahim.

 

  1. Penyakit radang usus atau Crohn atau Kolitis Ulserativa

Faktor Risiko Kanker Usus Besar lainnya yaitu karena penyakit radang usus yang diderita sebelumnya. Banyak yang tidak menyadari jika terkena kanker usus besar hal itu dikarenakan gejalanya bisa sama dengan penyakit pencernaan yang lainnya. Begitu pula orang yang menderita penyakit radang usus tidak menyadari jika penyakit radang ususnya telah berubah menjadi kanker usus besar. – Faktor Risiko Kanker Usus Besar

 

  1. BAB tidak teratur

Meskipun terdengar sepele, orang dengan BAB yang tidak teratur mempunyai Faktor Risiko Kanker Usus Besar. Hal itu dikarenakan banyak tinja yang menumpuk di usus besar sehingga menimbulkan racun untuk usus besar. – Faktor Risiko Kanker Usus Besar

 

 

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala Kanker Usus BesarGejala Kanker Usus Besar wajib diketahui pasalnya penyakit kanker usus diidentikkan dengan sakit lambung biasa. Banyak yang terserang penyakit lambung mengira jika apa yang dideritanya adalah hal wajar. Anggapan tersebut yang menyebabkan penanganan kanker usus lambat. Kanker usus besar pada stadium awal sering salah terdeteksi. Pihak medis pun banyak yang mengira jika kanker usus besar hanyalah infeksi usus boasa dan usus kotor karena mengandung banyak toksin.

Salah prediksi yang dilakukan pihak medis banyak yang menuai kesalahan. Hal tersebut akan memperparah keadaan sebab jika kanker usus tidak dideteksi sejak awal, sel kanker bisa cepat menyebar ke organ pencernaan lainnya. Sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu sebenarnya kanker usus.

 

Pengertian Kanker Usus Besar

Kanker usus besar disebut juga dengan kanker kolon. Kanker ini berada di bawah pencernaan manusia. Kanker usus besar jika sudah menyebar bisa disebut juga dengan kanker rektum. Kanker rektum adalah kanker yang berada di organ beberapa inci dari usus besar. Kanker usus besar dan kanker rektum disebut dengan kanker kolorektal. Sama halnya dengan kanker lainnya. Awalnya kanker usus besar bukanlah jaringan kanker yang membahayakan. Namun diperlukan sebuah proses untuk menjadi jaringan kanker. Proses terjadinya kanker usus besar adalah sebagai berikut :

  • Kanker usus besar dimulai dengan jaringan yang kecil dan tentunya non-kanker.
  • Jaringan tersebut berbentuk gumpalan sel yang disebut dengan polip adenomatosa.
  • Semakin berkembangnya waktu, polip tersebut berkembang menjadi kanker usus besar.
  • Polip mungkin tidak bergejala. Alasan tersebutlah yang membuat dokter harus melakukan tes skrining secara rutin untuk mengetahui seberapa besar polip di usus besar dan berapa besar potensinya untuk menjadi kanker usus besar.
  • Orang yang menderita polip namun tidak melakukan skrining tidak akan tahu jika polipnya sudah menjadi kanker.

 

Gejala Kanker Usus Besar

Pada tahap awal, kanker usus besar tidak menimbulkan gejala. Bahkan di negara berkembang seperti Amerika, kanker kolorektal merupakan penyebab utama kematian seseorang yang diakibatkan oleh kanker. Memang kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang penyebarannya susah untuk dihentikan. Berikut adalah Gejala Kanker Usus Besar yang sudah masuk ke dalam tahap lanjut :

  • Kebiasaan buang air besar berubah. Saat kanker berada di dalam usus besar, kebiasaan BAB seseorang pun akan berubah. Gejala Kanker Usus Besar ini dikarenakan tumor telah menghalangi usus besar seseorang. Frekuensi BAB seseorang pun akan semakin sedikit. Saat tumor menghalangi usus besar. Orang akan susah untuk BAB.
  • Sembelit merupakan Gejala Kanker Usus Besar juga penyakit Gejala Kanker Usus Besarlainnya. Orang yang terkena sembelit pencernaannya terganggu. Untuk kasus kanker usus, penyabab sembelit adalah tumor yang ada di usus besar sehingga menahan tinja yang akan dikeluarkan. Sembelit akan muncul ketika ukuran tumor sudah besar.
  • Perut terasa penuh. Sembelit akan membuat perut terasa penuh namun tidak bisa dikeluarkan itu juga termasuk dalam Gejala Kanker Usus Besar.
  • Keluar darah saat BAB. Saat Anda BAB disertai dengan adanya darah, Anda patut khawatir dan curiga. Tinja yang disertai darah bisa menjadi Gejala Kanker Usus Besar. Perlu tes yang lebih spesifik apakah darah yang dikeluarkan akibat kanker usus atau wasir.
  • Pencernaan penderita kanker usus besar ketika terkena kanker usus menjadi bermasalah. Banyak yang terkena Gejala Kanker Usus Besar yang ditandai dengan diare terus-menerus.
  • Berat badan menurun. Gejala Kanker Usus Besar ditandai dengan berat badan menurun secara tiba-tiba. Perut yang terasa penuh dan sembelit membuat nafsu makan seseorang menurun. Diare yang terus menerus juga membuat berat badan seseorang menjadi menurun.

 

Gejala Kanker Usus Besar yang harus diwaspadai berupa darah yang keluar dari anus, diare terus menerus tanpa jeda dan sembelit. Jika Anda mengalami hal tersebut sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter sebelum tambah parah dan menjadikan penyakit fatal dalam diri Anda.

Semoga dengan Anda membaca artikel ini, Anda cukup jeli dengan Gejala Kanker Usus Besar yang mungkin Anda atau orang terdekat Anda alami. 🙂

 

Gejala Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Penyebab Kanker Jaringan Lunak – Kanker jaringan lunak adalah kanker yang terjadi pada jaringan lunak tubuh yang terdiri dari jaringan otot, tendon dan connective tissue, dan dapat terjadi diseluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kanker ini membuat sel normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas dan abnormal. Kanker jaringan lunak terbagi menjadi kanker jaringan lunak ganas dan kanker jaringan lunak jinak. Kanker jaringan lunak  termasuk kanker yang jarang ditemukan.Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Biasanya penyakit kanker jaringan lunak lebih sering menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun beresiko untuk terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko untuk terkena kanker jaringan lunak adalah seseorang yang berusia sekitar 45 hingga 50 tahun. Epithelioid tumor prognosis kanker jaringan lunak lebih baik dari semua tingkat dan kelangsungan hidup 5 tahun sebesar 50%, prognosis tergantung pada invasi tumor dan organ sekitarnya pada tungkai. Jika ditemukan adanya penyebaran dan dengan cepat melakukan pengobatan yang efektif,makaakan dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien sekitar 1 tahun.

 

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Sejauh ini, dunia kedokteran masih belum dapat jelas memastikan apa yang menjadi Penyebab Kanker Jaringan Lunak, tetapi umumnya para ahli dokter semua sepakat bahwa faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak tidak hanya oleh satu faktor saja tetapi ada beberapa, diantaranya :

  1. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat kelainan bawaan. Hemangioma lebih sering terjadi pada bayi dan anak. Sebagian besar lesi tersebut ditemukan pada saat lahir. Dengan pertumbuhan lesi vaskular pediatrik secara proporsional dan tidak ada riwayat dari pertumbuhan yang cepat.
  2. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat genetik familial. Hasil penelitian menemukan bahwa, banyak sel tumor menunjukkan kelainan kromosom. Kelainan kromosom pada kejadian kanker manusia lebih tinggi dari orang normal, serta adanya faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak turunan.
  3. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak Tubuh akibat stimulasi asing. Berdasarkan hewan percobaan dan pengamatan klinis, benda asing dalam jangka panjang dapat memberikan rangsangan fisik tubuh yang menjadi salah satu Penyebab Kanker Jaringan Lunak.
  4. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat rangsangan zat kimia. Dari survei epidemiologi menemukan bahwa sejumlah kecil dari paparan jangka panjang untuk pekerja polyvinyl chloride, akan mengakibatkan angiosarcoma hati.
  5. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak karena trauma Luka. Sebagian besar dari Penyebab Kanker Jaringan Lunak memiliki sejarah yang jelas akibat trauma luka.

 

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Gejala yang paling umum adalah suatu massa atau pembengkakan, pembengkakan yang paling umum tanpa rasa sakit atau massa, atau invasi tumor tulang atau nyeri sendi, nyeri pada malam hari. Demam, malaise, penurunan berat badan umum atau pendarahan, seperti gejala pada umumnya, tetapi sangatlah jarang terlihat.

 

Pertumbuhan kanker jaringan lunak sangat pesat,ukurannya besar,dan dapat menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Tumor itu sendiri mungkin memiliki nekrosis, perdarahan dan infeksi sekunder, dan sering melalui penyebaran hematogen atau dengan metastasis ke paru-paru, tulang, kulit, otak, adrenal, pankreas dan organ lainnya. Para pasien sering meninggal karena cachexia, pendarahan parah dan metastasis yang luas.

 

Cara mendiagnosis Kanker Jaringan Lunak

  • Pemeriksaan Lab

Tes darah: periksa indikator biokimia,LDH, protein, elektrolit, kalsium dan asam serta kadar fosfatase alkali, yang berguna mendiagnosis secara diferensial.

  • Pemeriksaan Photo

X-ray : X-ray radiografi dapat membantu untuk lebih memahami berbagai tumor jaringan lunak, transparansi, dan melihat sejauh mana pertumbuhan tumor tersebut dengan tulang yang berdekatan.

CT/MRI : pemeriksaan CT/MRI ini dapat menemukan massa sarkoma jaringan lunak, dan menentukan ukuran serta pertumbuhan dengan struktur sekitarnya.

USG : ruang lingkupnya dapat memeriksa ukuran tumor, perbatasan dan gema kapsul tumor internal, untuk membedakan antara jinak atau ganas.

Bone Scan : dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai jenis dan ruang lingkup sarkoma.

Angiografi arteri : untuk menampilkan tepi perkiraan tumor.

 

Cara Pengobatan Kanker Jaringan Lunak

  1. Operasi/Pembedahan :
  • radikal operasi : reseksi tumor dan lebar tertentu dari jaringan di sekitar tumor.
  • pengurangan volume operasi : metode yang digunakan untuk beberapa tumor jaringan lunak yang tidak bisa sepenuhnya resected, pasca operasi non-bedah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan memperpanjang usia.
  • amputasi : cocok untuk pasien dengan stadium lanjut, tumor besar yang terkait dan sebelum adanya penyebaran lebih serius.
  1. Radiotherapy : radioterapi untuk mencegah kekambuhan lokal dari sinar-sensitif tumor, bisa pra operasi dan pasca operasi.
  2. Kemotherapy : menggunakan obat untuk membasmi sel tumor,akan tetapi karena inginnya mendapatkan hasil yang maksimal maka penggunaannya pun dapat berulang kali sehingga menghasilkan efek samping yang sangat besar.

 

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab Kanker Usus Besar

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab Kanker Usus Besar – Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi sebagai tempat menampung limbah makanan yang masuk ke sistem pencernaan. Sementara bagian ujung dari usus besar yang berada dekat anus disebut rektum.

Kanker usus besar adalah kanker yang menyerang usus besar yang letaknya berada di bagian bawah sistem pencernaan. Kanker rectal adalah kanker yang terdapat pada beberapa inchi di bagian akhir usus besar. Banyak kasus kanker usus besar dimulai dengan ukuran kecil, benjolan sel jinak yang disebut adenomatous polyps. Polip ini biasanya menyebabkan kanker usus besar.

Kanker usus besar dan rektum (juga disebut sebagai kanker kolorektal) dapat menyerang dan merusak jaringan sekitar usus dan organ lain. Sel-sel kanker juga dapat melepaskan diri dan tersebar ke bagian lain dari tubuh (seperti hati dan paru-paru) membentuk tumor baru. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

 

Gejala Kanker Usus Besar

Kanker usus besar memiliki gejala antara lain:

  • Perubahan pada kondisi usus, antara lain diare atau konstipasi atau perubahan rutinitas buang air besar yang tidak seperti biasanya
  • Pendarahan pada dubur atau terdapat darah pada feses
  • Ketidaknyamanan pada area perut, seperti kejang, kembung atau nyeri
  • Perasaan tidak tuntas ketika buang air besar
  • Lemah
  • Hilang berat badan
  • Anemia
  • Bentuk kotoran (feses) yang panjang dan kecil mirip pensil

 

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker usus besar. Tetapi dokter meyakini bahwa Penyebab Kanker Usus Besar karena adanya sel normal di dalam usus besar berubah. Sel normal tumbuh dan membelah untuk menjaga tubuh berfungsi secara normal. Tapi terkadang pertumbuhan ini menjadi tidak normal – sel terus membelah bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan sel baru.

Di usus besar dan rectum, pertumbuhan yang berlebihan ini dapat menyebabkan sel pra kanker terbentuk di saluran pencernaan. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

  • Pertumbuhan sel pra kanker di usus besar

Penyebab Kanker Usus Besar paling sering dimulai berupa gumpalan polip di dalam saluran usus besar. Penyebab Kanker Usus Besar yang ditandai dengan polip ini dapat berbentuk seperti jamur. Polip juga dapat tidak menonjol atau tersembunyi di dinding usus besar. Polip jenis ini lebih sulit untuk di deteksi. Pengangkatan kedua jenis polip tadi sebelum mereka menjadi kanker dapat mencegah terjadinya kanker usus besar.

  • Mutasi gen bawaan yang meningkatkan risiko kanker usus

Mutasi gen bawaan yang meningkatkan Penyebab Kanker Usus Besar dapat diturunkan dalam keluarga, tetapi ini hanya merupakan sebagian kecil Penyebab Kanker Usus Besar. Beberapa sindrom kanker usus antara lain:

  • Familial adenomatous polyposis (FAP)

FAP adalah penyakit langka Penyebab Kanker Usus Besar karena memiliki ribuan polip di saluran usus besar dan rectum. Orang yang memiliki FAP dan tidak terawat memperbesar risiko kanker usus besar sebelum usia 40. – Penyebab Kanker Usus Besar

  • Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

HNPCC yang juga disebut Lynch syndrome meningkatkan Penyebab Kanker Usus Besar dan kanker lain. Orang dengan HNPCC cenderung terkena kanker usus besar sebelum usia 50 tahun. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

 

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker usus besar antara lain:

  • Berusia tua
  • Memiliki catatan pribadi dengan kanker usus atau polip
  • Memiliki radang pada saluran pencernaan
  • Sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, seperti familial adenomatous polyposis dan hereditary nonpolyposis colorectal cancer, yang juga dikenal dengan Lynch syndrome.
  • Sejarah keluarga dengan kanker usus besar atau polip pada usus besar
  • Makan makanan rendah serat dan tinggi lemak
  • Gaya hidup yang pasif
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Terapi radiasi untuk kanker

 

 

Cara Pencegahan

Kanker usus besar dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan ke amakanan yang mengandung serat tinggi. Sumber utama lemak seperti daging, telur, produk susu, saus salad, dan minyak yang digunakan dalam masakan harus dikurangi. Sebagai penyeimbangnya, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat harus dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa serat yang tinggi di dalam makanan menyebabkan pembentukan kotoran besar yang dapat menyingkirkan karsinogen. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker usus besar. Selama operasi, tumor, sebagian kecil dari usus yang sehat di sekitarnya, dan kelenjar getah bening yang berdekatan akan dipotong. Dokter bedah kemudian menghubungkan bagian usus yang sehat. Pada pasien dengan kanker dubur, rektum secara permanen akan dipotong.

 

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk Diagnosis Kanker Usus Besar apakah seorang pasien menderita kanker usus besar, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakannya. Selain itu, biasanya dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terkena kanker usus besar atau apakah memiliki kerabat dekat penderita kanker usus besar. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar. Setelah penjelasan pasien didapat, dokter akan melakukan Diagnosis Kanker Usus Besar sederhana dengan cara mengecek kondisi anus pasien untuk melihat adanya pembengkakan. Sebuah alat yang disebut sigmoidoskopi dapat digunakan dokter jika diperlukan. Sigmoidoskopi merupakan alat berbentuk selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera di ujungnya untuk dimasukkan ke usus besar melalui anus. Melalui monitor, dokter dapat melihat apakah ada tanda-tanda kanker usus besar.

Diagnosis Kanker Usus Besar. Selain sigmoidoskopi, ada beberapa macam Diagnosis Kanker Usus Besar yang dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan kanker usus besar, terutama jika sigmoidoskopi saja dirasa dokter belum cukup. Beberapa pemeriksaan tersebut adalah:

  • Konsep Diagnosis Kanker Usus Besar ini sebenarnya sama seperti sigmoidoskopi. Hanya saja pada kolonoskopi, alat yang digunakan lebih panjang sehingga mampu menjangkau lebih dalam ke usus besar. Kamera yang dipasang di ujung kolonoskopi mampu memberikan gambar bagian-bagian usus besar yang tidak normal akibat serangan kanker. Bahkan jika diperlukan, biopsi atau pengambilan sampel bisa dilakukan dengan alat khusus yang disertakan pada kolonoskopi. Sampel tersebut selanjutnya diteliti di laboratorium guna Diagnosis Kanker Usus Besar adanya atau tidaknya kanker. Sebelum melakukan kolonoskopi, pasien akan diberi obat pencahar oleh dokter agar perutnya bersih dari kotoran, sehingga hasil yang didapat dari proses pengamatan akan jauh lebih baik.– Diagnosis Kanker Usus Besar
  • Kolonoskopi virtual. Diagnosis Kanker Usus Besar ini disebut juga dengan CT colonography. Biasanya Diagnosis Kanker Usus Besar ini dilakukan jika pasien tidak dapat menjalani kolonoskopi biasa karena alasan medis tertentu. Di dalam kolonoskopi virtual, selang khusus akan dimasukkan ke anus. Gas kemudian akan dipompakan melalui selang, sehingga usus pasien akan sedikit mengembang. Setelah itu, dokter akan bisa mengamati keadaan usus dari segala sudut dengan bantuan CT scan.

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar. Stadium atau tingkat keparahan kanker akan menentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan oleh dokter. Berikut ini adalah tiga jenis pengobatan utama pada kasus kanker usus besar. – Diagnosis Kanker Usus Besar

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan. Obat-obatan ini dapat berbentuk tablet yang diminum, infus, atau kombinasi keduanya. Beberapa contoh obat kanker usus besar adalah cetuximab dan bevacizumab.

Pada kasus kanker usus besar, kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk menyusutkan tumor, meredakan gejala yang dirasakan pasien, atau memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi juga bisa diberikan pascaoperasi untuk mencegah kanker kembali.

Waktu pelaksanaan kemoterapi biasanya dibagi menjadi beberapa siklus, tergantung tingkat keparahan kanker. Sebagian besar pasien kanker usus besar biasanya menjalani sesi infus kemoterapi selama beberapa jam atau hari dalam waktu dua hingga tiga minggu sekali. Tiap siklus kemoterapi dipisahkan oleh jeda waktu istirahat selama beberapa minggu dengan tujuan agar penderita dapat memulihkan diri dari efek kemoterapi. Beberapa efek samping kemoterapi adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Lelah
  • Kaki dan tangan terasa gatal atau panas
  • Sariawan
  • Diare
  • Rambut rontok

Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir.

  • Radioterapi

Tujuan radioterapi sama seperti kemoterapi, yaitu untuk membunuh sel-sel kanker. Namun pada radioterapi, metode pengobatan dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Sebelum operasi, radioterapi bisa dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor atau meringankan gejala apabila kanker telah menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Sedangkan radioterapi yang dilakukan pascaoperasi bertujuan untuk mencegah kanker supaya tidak kembali. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Beberapa efek samping radioterapi adalah:

  • Menjadi sering buar air kecil
  • Diare
  • Lelah
  • Mual
  • Kulit di sekitar anus atau panggul terasa panas

 

Ada dua jenis radioterapi, di antaranya:

  • Radioterapi eksternal. Pada metode ini sel-sel kanker dihancurkan dengan memancarkan gelombang radiasi tingkat tinggi ke kanker Biasanya terapi ini dilakukan sebanyak lima hari dalam seminggu, selama satu hingga lima minggu. Tiap sesi pengobatan akan menghabiskan waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit.
  • Radioterapi internal. Pada metode ini kanker usus akan disusutkan dengan menggunakan selang radioaktif yang diletakkan di sebelah kanker. Radioterapi internal biasanya dilakukan sebanyak satu sesi sebelum operasi.

 

  • Operasi

Jenis operasi penanganan kanker usus besar dilakukan tergantung dari tingkat keparahan penyebaran kanker itu sendiri. Jika kanker yang terdiagnosis masih dalam tahap awal, biasanya operasi bisa dilakukan lewat kolonoskopi untuk menghilangkan pertumbuhan kanker. Jika tidak bisa melalui kolonoskopi, maka bisa diangkat melalui operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Prosedur kedua dinamakan operasi kolostomi. Operasi ini dilakukan jika kanker telah menyebar melalui dinding-dinding usus. Pada operasi ini, bagian usus besar yang digerogoti kanker akan diangkat. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitarnya juga akan diangkat. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Jika kesehatan pasien sangat buruk akibat penyebaran kanker yang sudah makin parah, maka tujuan pemberlakuan operasi adalah untuk meringankan gejala pasien. Dengan dikombinasikan dengan kemoterapi atau radioterapi, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang hidup pasien. – Diagnosis Kanker Usus Besar

 

Pencegahan Kanker  Usus Besar

Kita dapat mencegah penyakit kanker usus besar dengan cara memperkecil risiko terkena penyakit tersebut. Memang beberapa faktor pemicu kanker, seperti riwayat kesehatan keluarga dan kondisi genetika, dapat memberi risiko bagi kanker usus besar untuk menggerogoti seseorang. Namun jika kita menjalani hidup secara sehat, bukan tidak mustahil risiko tersebut akan hilang. Beberapa tips untuk mencegah kanker usus besar adalah:

  • Rutin berolahraga. Disarankan untuk rutin berolahraga selama dua setengah jam dalam seminggu. Jenis-jenis olahraga yang bisa Anda lakukan misalnya adalah jalan cepat atau bersepeda.
  • Makanan sehat. Untuk menghindari risiko kanker usus besar, konsumsilah makanan yang kaya akan serat, misalnya buah-buahan, kacang-kacangan, atau sereal. Perbanyak mengonsumsi ikan dan kurangi konsumsi daging.
  • Pertahankan berat badan sehat.
  • Kurangi minuman alkohol.
  • Hindari asap rokok. Jika Anda perokok aktif, disarankan untuk berhenti sekarang juga agar terhindar dari risiko penyakit kanker. Sedangkan bagi Anda yang tidak merokok, sebaiknya hindari diri menjadi perokok pasif.

 

Peluang Hidup Penderita Kanker Usus Besar

Peluang sembuh penderita akan tergantung pada seberapa parah kanker tersebut telah menyebar pada saat terdiagnosis. Diperkirakan sekitar 80 persen penderita kanker usus besar masih memiliki peluang untuk hidup setidaknya satu tahun setelah terdiagnosis. Bahkan setengah dari 80 persen penderita tersebut masih bisa memiliki peluang untuk hidup lebih lama ke depannya, yaitu setidaknya 10 tahun. – Diagnosis Kanker Usus Besar

 

Diagnosis Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment