Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Penyebab Kanker Jaringan Lunak – Kanker jaringan lunak adalah kanker yang terjadi pada jaringan lunak tubuh yang terdiri dari jaringan otot, tendon dan connective tissue, dan dapat terjadi diseluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kanker ini membuat sel normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas dan abnormal. Kanker jaringan lunak terbagi menjadi kanker jaringan lunak ganas dan kanker jaringan lunak jinak. Kanker jaringan lunak  termasuk kanker yang jarang ditemukan.Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Biasanya penyakit kanker jaringan lunak lebih sering menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun beresiko untuk terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko untuk terkena kanker jaringan lunak adalah seseorang yang berusia sekitar 45 hingga 50 tahun. Epithelioid tumor prognosis kanker jaringan lunak lebih baik dari semua tingkat dan kelangsungan hidup 5 tahun sebesar 50%, prognosis tergantung pada invasi tumor dan organ sekitarnya pada tungkai. Jika ditemukan adanya penyebaran dan dengan cepat melakukan pengobatan yang efektif,makaakan dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien sekitar 1 tahun.

 

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Sejauh ini, dunia kedokteran masih belum dapat jelas memastikan apa yang menjadi Penyebab Kanker Jaringan Lunak, tetapi umumnya para ahli dokter semua sepakat bahwa faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak tidak hanya oleh satu faktor saja tetapi ada beberapa, diantaranya :

  1. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat kelainan bawaan. Hemangioma lebih sering terjadi pada bayi dan anak. Sebagian besar lesi tersebut ditemukan pada saat lahir. Dengan pertumbuhan lesi vaskular pediatrik secara proporsional dan tidak ada riwayat dari pertumbuhan yang cepat.
  2. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat genetik familial. Hasil penelitian menemukan bahwa, banyak sel tumor menunjukkan kelainan kromosom. Kelainan kromosom pada kejadian kanker manusia lebih tinggi dari orang normal, serta adanya faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak turunan.
  3. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak Tubuh akibat stimulasi asing. Berdasarkan hewan percobaan dan pengamatan klinis, benda asing dalam jangka panjang dapat memberikan rangsangan fisik tubuh yang menjadi salah satu Penyebab Kanker Jaringan Lunak.
  4. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak akibat rangsangan zat kimia. Dari survei epidemiologi menemukan bahwa sejumlah kecil dari paparan jangka panjang untuk pekerja polyvinyl chloride, akan mengakibatkan angiosarcoma hati.
  5. Faktor Penyebab Kanker Jaringan Lunak karena trauma Luka. Sebagian besar dari Penyebab Kanker Jaringan Lunak memiliki sejarah yang jelas akibat trauma luka.

 

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Gejala yang paling umum adalah suatu massa atau pembengkakan, pembengkakan yang paling umum tanpa rasa sakit atau massa, atau invasi tumor tulang atau nyeri sendi, nyeri pada malam hari. Demam, malaise, penurunan berat badan umum atau pendarahan, seperti gejala pada umumnya, tetapi sangatlah jarang terlihat.

 

Pertumbuhan kanker jaringan lunak sangat pesat,ukurannya besar,dan dapat menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Tumor itu sendiri mungkin memiliki nekrosis, perdarahan dan infeksi sekunder, dan sering melalui penyebaran hematogen atau dengan metastasis ke paru-paru, tulang, kulit, otak, adrenal, pankreas dan organ lainnya. Para pasien sering meninggal karena cachexia, pendarahan parah dan metastasis yang luas.

 

Cara mendiagnosis Kanker Jaringan Lunak

  • Pemeriksaan Lab

Tes darah: periksa indikator biokimia,LDH, protein, elektrolit, kalsium dan asam serta kadar fosfatase alkali, yang berguna mendiagnosis secara diferensial.

  • Pemeriksaan Photo

X-ray : X-ray radiografi dapat membantu untuk lebih memahami berbagai tumor jaringan lunak, transparansi, dan melihat sejauh mana pertumbuhan tumor tersebut dengan tulang yang berdekatan.

CT/MRI : pemeriksaan CT/MRI ini dapat menemukan massa sarkoma jaringan lunak, dan menentukan ukuran serta pertumbuhan dengan struktur sekitarnya.

USG : ruang lingkupnya dapat memeriksa ukuran tumor, perbatasan dan gema kapsul tumor internal, untuk membedakan antara jinak atau ganas.

Bone Scan : dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai jenis dan ruang lingkup sarkoma.

Angiografi arteri : untuk menampilkan tepi perkiraan tumor.

 

Cara Pengobatan Kanker Jaringan Lunak

  1. Operasi/Pembedahan :
  • radikal operasi : reseksi tumor dan lebar tertentu dari jaringan di sekitar tumor.
  • pengurangan volume operasi : metode yang digunakan untuk beberapa tumor jaringan lunak yang tidak bisa sepenuhnya resected, pasca operasi non-bedah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan memperpanjang usia.
  • amputasi : cocok untuk pasien dengan stadium lanjut, tumor besar yang terkait dan sebelum adanya penyebaran lebih serius.
  1. Radiotherapy : radioterapi untuk mencegah kekambuhan lokal dari sinar-sensitif tumor, bisa pra operasi dan pasca operasi.
  2. Kemotherapy : menggunakan obat untuk membasmi sel tumor,akan tetapi karena inginnya mendapatkan hasil yang maksimal maka penggunaannya pun dapat berulang kali sehingga menghasilkan efek samping yang sangat besar.

 

Penyebab Kanker Jaringan Lunak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab Kanker Usus Besar

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab Kanker Usus Besar – Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi sebagai tempat menampung limbah makanan yang masuk ke sistem pencernaan. Sementara bagian ujung dari usus besar yang berada dekat anus disebut rektum.

Kanker usus besar adalah kanker yang menyerang usus besar yang letaknya berada di bagian bawah sistem pencernaan. Kanker rectal adalah kanker yang terdapat pada beberapa inchi di bagian akhir usus besar. Banyak kasus kanker usus besar dimulai dengan ukuran kecil, benjolan sel jinak yang disebut adenomatous polyps. Polip ini biasanya menyebabkan kanker usus besar.

Kanker usus besar dan rektum (juga disebut sebagai kanker kolorektal) dapat menyerang dan merusak jaringan sekitar usus dan organ lain. Sel-sel kanker juga dapat melepaskan diri dan tersebar ke bagian lain dari tubuh (seperti hati dan paru-paru) membentuk tumor baru. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

 

Gejala Kanker Usus Besar

Kanker usus besar memiliki gejala antara lain:

  • Perubahan pada kondisi usus, antara lain diare atau konstipasi atau perubahan rutinitas buang air besar yang tidak seperti biasanya
  • Pendarahan pada dubur atau terdapat darah pada feses
  • Ketidaknyamanan pada area perut, seperti kejang, kembung atau nyeri
  • Perasaan tidak tuntas ketika buang air besar
  • Lemah
  • Hilang berat badan
  • Anemia
  • Bentuk kotoran (feses) yang panjang dan kecil mirip pensil

 

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker usus besar. Tetapi dokter meyakini bahwa Penyebab Kanker Usus Besar karena adanya sel normal di dalam usus besar berubah. Sel normal tumbuh dan membelah untuk menjaga tubuh berfungsi secara normal. Tapi terkadang pertumbuhan ini menjadi tidak normal – sel terus membelah bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan sel baru.

Di usus besar dan rectum, pertumbuhan yang berlebihan ini dapat menyebabkan sel pra kanker terbentuk di saluran pencernaan. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

  • Pertumbuhan sel pra kanker di usus besar

Penyebab Kanker Usus Besar paling sering dimulai berupa gumpalan polip di dalam saluran usus besar. Penyebab Kanker Usus Besar yang ditandai dengan polip ini dapat berbentuk seperti jamur. Polip juga dapat tidak menonjol atau tersembunyi di dinding usus besar. Polip jenis ini lebih sulit untuk di deteksi. Pengangkatan kedua jenis polip tadi sebelum mereka menjadi kanker dapat mencegah terjadinya kanker usus besar.

  • Mutasi gen bawaan yang meningkatkan risiko kanker usus

Mutasi gen bawaan yang meningkatkan Penyebab Kanker Usus Besar dapat diturunkan dalam keluarga, tetapi ini hanya merupakan sebagian kecil Penyebab Kanker Usus Besar. Beberapa sindrom kanker usus antara lain:

  • Familial adenomatous polyposis (FAP)

FAP adalah penyakit langka Penyebab Kanker Usus Besar karena memiliki ribuan polip di saluran usus besar dan rectum. Orang yang memiliki FAP dan tidak terawat memperbesar risiko kanker usus besar sebelum usia 40. – Penyebab Kanker Usus Besar

  • Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

HNPCC yang juga disebut Lynch syndrome meningkatkan Penyebab Kanker Usus Besar dan kanker lain. Orang dengan HNPCC cenderung terkena kanker usus besar sebelum usia 50 tahun. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

 

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker usus besar antara lain:

  • Berusia tua
  • Memiliki catatan pribadi dengan kanker usus atau polip
  • Memiliki radang pada saluran pencernaan
  • Sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, seperti familial adenomatous polyposis dan hereditary nonpolyposis colorectal cancer, yang juga dikenal dengan Lynch syndrome.
  • Sejarah keluarga dengan kanker usus besar atau polip pada usus besar
  • Makan makanan rendah serat dan tinggi lemak
  • Gaya hidup yang pasif
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Terapi radiasi untuk kanker

 

 

Cara Pencegahan

Kanker usus besar dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan ke amakanan yang mengandung serat tinggi. Sumber utama lemak seperti daging, telur, produk susu, saus salad, dan minyak yang digunakan dalam masakan harus dikurangi. Sebagai penyeimbangnya, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat harus dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa serat yang tinggi di dalam makanan menyebabkan pembentukan kotoran besar yang dapat menyingkirkan karsinogen. – Penyebab Kanker Usus Besar

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker usus besar. Selama operasi, tumor, sebagian kecil dari usus yang sehat di sekitarnya, dan kelenjar getah bening yang berdekatan akan dipotong. Dokter bedah kemudian menghubungkan bagian usus yang sehat. Pada pasien dengan kanker dubur, rektum secara permanen akan dipotong.

 

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk Diagnosis Kanker Usus Besar apakah seorang pasien menderita kanker usus besar, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakannya. Selain itu, biasanya dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita suatu kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terkena kanker usus besar atau apakah memiliki kerabat dekat penderita kanker usus besar. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar. Setelah penjelasan pasien didapat, dokter akan melakukan Diagnosis Kanker Usus Besar sederhana dengan cara mengecek kondisi anus pasien untuk melihat adanya pembengkakan. Sebuah alat yang disebut sigmoidoskopi dapat digunakan dokter jika diperlukan. Sigmoidoskopi merupakan alat berbentuk selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera di ujungnya untuk dimasukkan ke usus besar melalui anus. Melalui monitor, dokter dapat melihat apakah ada tanda-tanda kanker usus besar.

Diagnosis Kanker Usus Besar. Selain sigmoidoskopi, ada beberapa macam Diagnosis Kanker Usus Besar yang dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan kanker usus besar, terutama jika sigmoidoskopi saja dirasa dokter belum cukup. Beberapa pemeriksaan tersebut adalah:

  • Konsep Diagnosis Kanker Usus Besar ini sebenarnya sama seperti sigmoidoskopi. Hanya saja pada kolonoskopi, alat yang digunakan lebih panjang sehingga mampu menjangkau lebih dalam ke usus besar. Kamera yang dipasang di ujung kolonoskopi mampu memberikan gambar bagian-bagian usus besar yang tidak normal akibat serangan kanker. Bahkan jika diperlukan, biopsi atau pengambilan sampel bisa dilakukan dengan alat khusus yang disertakan pada kolonoskopi. Sampel tersebut selanjutnya diteliti di laboratorium guna Diagnosis Kanker Usus Besar adanya atau tidaknya kanker. Sebelum melakukan kolonoskopi, pasien akan diberi obat pencahar oleh dokter agar perutnya bersih dari kotoran, sehingga hasil yang didapat dari proses pengamatan akan jauh lebih baik.– Diagnosis Kanker Usus Besar
  • Kolonoskopi virtual. Diagnosis Kanker Usus Besar ini disebut juga dengan CT colonography. Biasanya Diagnosis Kanker Usus Besar ini dilakukan jika pasien tidak dapat menjalani kolonoskopi biasa karena alasan medis tertentu. Di dalam kolonoskopi virtual, selang khusus akan dimasukkan ke anus. Gas kemudian akan dipompakan melalui selang, sehingga usus pasien akan sedikit mengembang. Setelah itu, dokter akan bisa mengamati keadaan usus dari segala sudut dengan bantuan CT scan.

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

Diagnosis Kanker Usus Besar. Stadium atau tingkat keparahan kanker akan menentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan oleh dokter. Berikut ini adalah tiga jenis pengobatan utama pada kasus kanker usus besar. – Diagnosis Kanker Usus Besar

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara untuk membunuh sel-sel kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan. Obat-obatan ini dapat berbentuk tablet yang diminum, infus, atau kombinasi keduanya. Beberapa contoh obat kanker usus besar adalah cetuximab dan bevacizumab.

Pada kasus kanker usus besar, kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk menyusutkan tumor, meredakan gejala yang dirasakan pasien, atau memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi juga bisa diberikan pascaoperasi untuk mencegah kanker kembali.

Waktu pelaksanaan kemoterapi biasanya dibagi menjadi beberapa siklus, tergantung tingkat keparahan kanker. Sebagian besar pasien kanker usus besar biasanya menjalani sesi infus kemoterapi selama beberapa jam atau hari dalam waktu dua hingga tiga minggu sekali. Tiap siklus kemoterapi dipisahkan oleh jeda waktu istirahat selama beberapa minggu dengan tujuan agar penderita dapat memulihkan diri dari efek kemoterapi. Beberapa efek samping kemoterapi adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Lelah
  • Kaki dan tangan terasa gatal atau panas
  • Sariawan
  • Diare
  • Rambut rontok

Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir.

  • Radioterapi

Tujuan radioterapi sama seperti kemoterapi, yaitu untuk membunuh sel-sel kanker. Namun pada radioterapi, metode pengobatan dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Sebelum operasi, radioterapi bisa dilakukan untuk memperkecil ukuran tumor atau meringankan gejala apabila kanker telah menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Sedangkan radioterapi yang dilakukan pascaoperasi bertujuan untuk mencegah kanker supaya tidak kembali. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Beberapa efek samping radioterapi adalah:

  • Menjadi sering buar air kecil
  • Diare
  • Lelah
  • Mual
  • Kulit di sekitar anus atau panggul terasa panas

 

Ada dua jenis radioterapi, di antaranya:

  • Radioterapi eksternal. Pada metode ini sel-sel kanker dihancurkan dengan memancarkan gelombang radiasi tingkat tinggi ke kanker Biasanya terapi ini dilakukan sebanyak lima hari dalam seminggu, selama satu hingga lima minggu. Tiap sesi pengobatan akan menghabiskan waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit.
  • Radioterapi internal. Pada metode ini kanker usus akan disusutkan dengan menggunakan selang radioaktif yang diletakkan di sebelah kanker. Radioterapi internal biasanya dilakukan sebanyak satu sesi sebelum operasi.

 

  • Operasi

Jenis operasi penanganan kanker usus besar dilakukan tergantung dari tingkat keparahan penyebaran kanker itu sendiri. Jika kanker yang terdiagnosis masih dalam tahap awal, biasanya operasi bisa dilakukan lewat kolonoskopi untuk menghilangkan pertumbuhan kanker. Jika tidak bisa melalui kolonoskopi, maka bisa diangkat melalui operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Prosedur kedua dinamakan operasi kolostomi. Operasi ini dilakukan jika kanker telah menyebar melalui dinding-dinding usus. Pada operasi ini, bagian usus besar yang digerogoti kanker akan diangkat. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitarnya juga akan diangkat. – Diagnosis Kanker Usus Besar

Jika kesehatan pasien sangat buruk akibat penyebaran kanker yang sudah makin parah, maka tujuan pemberlakuan operasi adalah untuk meringankan gejala pasien. Dengan dikombinasikan dengan kemoterapi atau radioterapi, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang hidup pasien. – Diagnosis Kanker Usus Besar

 

Pencegahan Kanker  Usus Besar

Kita dapat mencegah penyakit kanker usus besar dengan cara memperkecil risiko terkena penyakit tersebut. Memang beberapa faktor pemicu kanker, seperti riwayat kesehatan keluarga dan kondisi genetika, dapat memberi risiko bagi kanker usus besar untuk menggerogoti seseorang. Namun jika kita menjalani hidup secara sehat, bukan tidak mustahil risiko tersebut akan hilang. Beberapa tips untuk mencegah kanker usus besar adalah:

  • Rutin berolahraga. Disarankan untuk rutin berolahraga selama dua setengah jam dalam seminggu. Jenis-jenis olahraga yang bisa Anda lakukan misalnya adalah jalan cepat atau bersepeda.
  • Makanan sehat. Untuk menghindari risiko kanker usus besar, konsumsilah makanan yang kaya akan serat, misalnya buah-buahan, kacang-kacangan, atau sereal. Perbanyak mengonsumsi ikan dan kurangi konsumsi daging.
  • Pertahankan berat badan sehat.
  • Kurangi minuman alkohol.
  • Hindari asap rokok. Jika Anda perokok aktif, disarankan untuk berhenti sekarang juga agar terhindar dari risiko penyakit kanker. Sedangkan bagi Anda yang tidak merokok, sebaiknya hindari diri menjadi perokok pasif.

 

Peluang Hidup Penderita Kanker Usus Besar

Peluang sembuh penderita akan tergantung pada seberapa parah kanker tersebut telah menyebar pada saat terdiagnosis. Diperkirakan sekitar 80 persen penderita kanker usus besar masih memiliki peluang untuk hidup setidaknya satu tahun setelah terdiagnosis. Bahkan setengah dari 80 persen penderita tersebut masih bisa memiliki peluang untuk hidup lebih lama ke depannya, yaitu setidaknya 10 tahun. – Diagnosis Kanker Usus Besar

 

Diagnosis Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Usus Besar

Kanker Usus Besar

Kanker Usus Dan Pengobatannya

Kanker Usus Besar adalah jenis kanker yang menyerang usus besar atau bagian terakhir pada sistem pencernaan manusia. Penyakit ini dapat diidap oleh segala usia, meski 90 persen penderitanya berusia di atas 60 tahun.

Sebagian besar Kanker Usus Besar besar diawali dengan pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil yang disebut polip adenoma. Gumpalan ini kemudian menyebar secara tidak terkendali seiring waktu.

Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah. Hanya saja pada stadium awal ini, seringkali adenoma tidak menampakkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan apapun ini, pada suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian dari usus besar.

 

Gejala Kanker Usus Besar

Berikut ini beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita Kanker Usus Besar, di antaranya:

  • Adanya darah pada kotoran atau bahkan pendarahan di anus.
  • Berubahnya tekstur kepadatan kotoran.
  • Menurunnya berat badan.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Nyeri atau kram pada bagian perut.
  • Perut kembung.
  • Meningkatnya frekuensi buang air besar atau diare.
  • Konstipasi.
  • Hilang nafsu makan.

Tidak semua gejala tersebut akan dirasakan penderita. Sebagian ada yang menjadi sering buang air besar dengan disertai darah pada kotorannya dan sebagian ada yang tidak disertai darah, namun merasakan nyeri pada perutnya.

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala Kanker Usus Besar, terutama jika mengalami diare bergantian dengan konstipasi selama lebih dari tiga minggu. Harap waspada juga jika usia Anda telah mencapai 50 tahun ke atas dan merasakan gejala-gejala tersebut.

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Pertumbuhan sel di area tubuh tertentu yang tidak terkendali dan bersifat merusak merupakan penyebab kanker. Pada penyakit Kanker Usus Besar, pertumbuhan tersebut bermula di dalam gumpalan sel pada lapisan usus bagian dalam, kemudian menjalar dan menghancurkan sel-sel lain di dekatnya, atau bahkan hingga ke beberapa area tubuh lainnya.

Pada awalnya, sel-sel yang diproduksi lapisan usus bersifat tidak berbahaya dan memiliki manfaat untuk menjaga kenormalan fungsi tubuh. Namun belum diketahui apa yang memicu sel-sel tersebut rusak, berubah menjadi sel kanker dan tumbuh secara tidak terkendali.

Meski penyebab Kanker Usus Besar tidak diketahui, beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, di antaranya:

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan
  • Kekurangan serat.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Merokok
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Menderita penyakit gangguan pencernaan, salah satunya adalah kolitis ulseratif atau radang kronis di usus besar.
  • Menderita diabetes.
  • Kurang berolahraga.
  • Memiliki kerabat dekat, misalnya orang tua atau saudara kandung, yang menderita kanker usus besar.
  • Menderita sindrom Lynch.
  • Menderita suatu masalah genetika yang menyebabkan tumbuhnya gumpalan-gumpalan sel atau polip di dalam usus besar. Kondisi ini disebut familial adenomatous polyposis (FAP).

 

Tahapan Perkembangan Kanker Usus Besar

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan penyakit kanker usus besar, di antaranya:

  • Stadium 1. Pada tahap ini kanker sudah mulai tumbuh di dalam usus besar, namun belum menyebar karena masih terhalang dinding usus.
  • Stadium 2. Pada tahap ini kanker telah menyebar ke seluruh dinding usus besar, bahkan menembusnya.
  • Stadium 3. Pada tahap ini kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar telah digerogoti oleh kanker.
  • Stadium 4. Ini merupakan tingkat paling parah dari penyebaran kanker usus besar. Pada tahap ini kanker telah makin jauh menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, misalnya paru-paru dan hati.

 

Penentuan tingkat keparahan kanker usus besar bisa dilakukan melalui diagnosis. Hal ini berguna dalam membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat.

 

 

Kanker Usus Besar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Rhabdomyosarcoma atau RMS atau ‘rhabdo’ adalah sel kanker yang tumbuh dari jaringan lunak tubuh, seperti jaringan otot dan jaringan ikat atau bisa disebut kanker jaringan lunak. Kanker ini umumnya terbentuk di kepala, leher, testis, prostat, vagina, kandung kemih, lengan dan tungkai. Rhabdomyosarcoma umumnya menyerang anak laki-laki yang berusia di bawah 10 tahun dan jarang menimpa orang dewasa.

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Penyebab dan Jenis Rhabdomyosarcoma

Hingga saat ini penyebab pasti rhabdomyosarcoma belum diketahui. Namun, beberapa kondisi medis yang diakibatkan oleh kelainan genetik bawaan meningkatkan risiko terkena rhabdomyosarcoma, yaitu:

  • Neurofibromatosis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tumbuhnya tumor pada jaringan saraf.
  • Sindrom Li-fraumeni, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan seseorang, terutama anak dan remaja dewasa menjadi rentan terhadap pertumbuhan beberapa jenis kanker.
  • Sindrom Costello dan sindrom Noonan, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan kelainan bentuk anggota tubuh (deformitas), keterbelakangan mental, dan gangguan lainnya.
  • Sindrom Beckwith-Wiederman, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan secara berlebihan pada bayi.
  • Sindrom Rubinstein-Taybi, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kelainan pada penampilan fisik, seperti ibu jari dan jari kaki yang melebar, fitur wajah yang khas, hingga cacat intelektual.
  • Sindrom Gorlin Basal Cell Nevus, adalah suatu kondisi yang menyebabkan pemiliknya menjadi rentan terhadap kanker kulit non-melanoma.

 

Beberapa faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko terkena rhabdomyosarcoma, seperti kondisi intrauterin (di dalam rahim) yang sering terpapar X-ray, penggunaan obat antikanker jenis tertentu, dan orang tua yang mengonsumsi kokain atau mariyuana.

 

Beberapa jenis rhabdomyosarcoma yang utama, antara lain:

  • Alveolar RMS, yaitu jenis rhabdomyosarcoma yang umum terjadi pada pasien remaja dan sering menjangkiti area lengan, tungkai, dada, atau perut. Kondisi ini membutuhkan perawatan yang intensif karena tumor dapat berkembang dengan cepat. Jenis ini sulit ditangani.
  • Pleomorphic RMS, yaitu jenis rhabdomyosarcoma yang menyerang pasien dewasa dan menjangkiti area otot di lengan dan tungkai.
  • Embryonal RMS, yaitu jenis rhabdomyosarcoma yang umum menjangkiti area kepala, leher, genital, atau saluran kemih. Kondisi ini menyerang pasien yang berusia di bawah enam tahun dan tergolong agresif, namun biasanya membaik dengan terapi yang diberikan.
  • Botryoid, yaitu jenis embryonal RMS yang menyerang orang dewasa dengan perwujudan berbentuk anggur di area vagina atau kandung kemih.

 

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Gejala Kanker Jaringan Lunak yang berbeda untuk lokasi yang berbeda pula. Sebuah benjolan tumor dapat terlihat atau sebaliknya berada di dalam tubuh sehingga tidak menunjukkan Gejala Kanker Jaringan Lunak yang signifikan atau bahkan tidak ada.

Berikut adalah Gejala Kanker Jaringan Lunak yang mungkin muncul pada area tubuh tertentu:

  • Kepala, dapat memiliki Gejala Kanker Jaringan Lunak berupa sakit kepala, kelopak mata yang turun, atau mata yang menonjol.
  • Prostat, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa gangguan pada usus maupun kandung kemih.
  • Vagina, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa pertumbuhan massa polypoid (polip).
  • Paratestikular, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa benjolan pada skrotum yang tidak terasa nyeri.
  • Rahim dan leher rahim, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa pendarahan menstruasi berlebih (menorrhagia) atau siklus haid yang menjadi tidak teratur (metrorrhagia).
  • Kandung kemih, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul dapat berupa kencing mengandung darah (hematuria).
  • Lengan dan tungkai/ekstremitas, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa benjolan yang tidak terasa nyeri.
  • Area sekitar mata/orbit, Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa penonjolan bola mata dan gerakan bola mata yang tidak normal.
  • Parameningeal (area telinga, rongga hidung, rongga sinus di dekat hidung, fossa infratemporal, dan pterigopalatina), Gejala Kanker Jaringan Lunak yang muncul berupa sakit atau nyeri pada saluran pernapasan atas.

Gejala Kanker Jaringan Lunak yang timbul akibat penyebaran sel kanker dari organ asalnya juga dapat muncul dalam bentuk rasa sakit atau ngilu pada tulang, anemia, sesak napas, trombositopenia, dan neutropenia.

 

Gejala Kanker Jaringan Lunak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Jaringan Lunak

Kanker Jaringan Lunak

Kanker Jaringan Lunak adalah suatu tumor ganas yang berasal dari jaringan lunak tubuh, yang terdiri dari jaringan otot, tendon dan connective tissue. Kanker ini membuat sel normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas dan abnormal.

Kanker Jaringan Lunak termasuk kanker yang jarang ditemukan, namun penyakit ini biasanya menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun rentan terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko terkena penyakit ini sekitar umur 45-50 tahun.

Kanker Jaringan Lunak

Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor ganas atau kanker pada jaringan lunak disebut sarcoma jaringan lunak atau Soft Tissue Sarcoma (STS). Tumor jaringan lunak biasanya sering ditemukan pada anggota gerak bawah yaitu sekitar daerah diatas lutut dan paha.

Bagian atas badan mempunyai resiko yang lebih kecil, dan biasanya ditemukan pada daerah lengan, telapak tangan, dinding perut, kepala, leher, dada dan pada retroperitoneum (daerah dekat ginjal). Penyebaran sel kanker ini biasanya melalui pembuluh darah ke paru-paru, liver, dan tulang. Penyebaran sel kanker ini jarang menyebar melalui kelenjar getah bening.

 

Gejala

Gejala Kanker Jaringan Lunak tergantung pada lokasi di mana tumor berada. Biasanya gejala kanker jaringan lunak berupa munculnya benjolan kecil mirip jerawat yang bila disentuh tidak terasa sakit.

Jika benjolan terasa sakit itu artinya penderita mengalami perdarahan atau nekrosis dalam tumor, atau bisa juga disebabkan adanya penekanan pada saraf-saraf tepi. Tumor jinak jaringan lunak tumbuh secara lambat dan bila diraba terasa lunak.

 

Penyebab

Penyebab dari Kanker Jaringan Lunak masih belum bisa diketahui dengan pasti, namun ada penelitian yang menunjukkan bahwa sindroma genetik dan faktor lingkungan bisa menjadi penyebab dari kanker jaringan lunak, yaitu :

 

Beberapa sindroma genetik yang berhubungan dengan angka kejadian RMS :

  • Costello syndrome
  • Beckwith-Wiedemann syndrome
  • Gorlin basal cell nevus syndrome
  • Rubinstein-Taybi syndrome
  • Li-Fraumeni syndrome (germline mutation of the tumor suppressor gene TP53)
  • Neurofibromatosis (4-5% risk of any of a number of malignancies)

 

Selain itu masih ada faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit Kanker Jaringan Lunak, yaitu :

  • Makan makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna dan logam berat
  • Sering mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol
  • Orang tua pernah atau sering menggunakan obat-obatan yang terlarang (narkoba)
  • Pernah atau sering terkena sinar X
  • Tinggal di daerah yang penuh polusi
  • Sering terkena sengatan sinar matahari secara langsung
  • Sering terkena paparan radiasi dari gelombang elektromagnetik

 

Diagnosa

Untuk memeriksa adanya Kanker Jaringan Lunak, bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsi. pemeriksaan melalui biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) atau biopsi dari jaringan tumor langsung berupa biopsi insisi yaitu biopsi dengan mengambil jaringan tumor sebagian sebagai contoh bila ukuran tumornya besar.

Jika ukuran tumor kecil, dapat dilakukan biopsi dengan pengangkatan seluruh tumor. Jaringan hasil biopsi akan diperiksa oleh dokter patologi anatomi, dan dapat diketahui apakah tumor jaringan lunak yang jinak atau ganas.

 

Pengobatan

Tindakan pengobatan penyakit Kanker Jaringan Lunak adalah melalui operasi, namun terkadang juga melibatkan radioterapi, kemoterapi dan terapi radiasi.

Jika Kanker Jaringan Lunak sudah mempunyai ukuran yang besar maka beresiko untuk kambuh lagi di masa mendatang. Maka dari itu biasanya setelah operasi, penderita harus sering memeriksakan diri untuk mengontrol adanya kemungkinan kekambuhan.

 

Pencegahan

  • Makan makanan yang sehat
  • Hindari sengatan matahari secara langsung
  • Hindari rokok dan minuman yang mengandung alkohol
  • Minum nectura juice secara teratur

 

Kanker Jaringan Lunak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala Kanker Paru-Paru – Kanker paru-paru, juga dikenal sebagai karsinoma. Karsinoma paru-paru adalah tumor paru ganas yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru. Jika tidak diobati, pertumbuhan ini dapat menyebar ke luar paru-paru dengan proses metastasis ke jaringan di dekatnya atau bagian lain dari tubuh. Sebagian besar kanker yang dimulai di paru-paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari sel epitel. Jenis utama utama adalah karsinoma paru sel kecil (SCLC), dan karsinoma paru sel non-kecil (NSCLC). Gejala yang paling umum adalah batuk (termasuk batuk darah), penurunan berat badan, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala Kanker Paru-Paru

Tahukah anda bahwa angka kejadian pada tahun 2012 saja jenis kanker ini berada di posisis tertinggi sebagai penyebab kematian di dunia.

Sebagian besar (80-90%) dari kasus kanker paru-paru akibat paparan jangka panjang untuk asap tembakau. Sekitar 10-15% kasus terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.  kasus-kasus ini biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor genetik  dan paparan gas radon,  asbes,  atau bentuk lain dari polusi udara,  termasuk perokok pasif.  kanker paru-paru dapat dilihat pada radiografi dada dan computed tomography (CT) scan. Diagnosis dipastikan dengan biopsi yang biasanya dilakukan oleh bronkoskopi atau CT-bimbingan. Gejala Kanker Paru-Paru

 

Apa Penyebab Kanker Paru-Paru ?

Sebuah tumor kanker dimulai dari satu sel yang abnormal. Diperkirakan bahwa sesuatu kerusakan atau mengubah gen tertentu dalam sel. Hal ini membuat sel abnormal dan berkembang biak di luar kendali. Faktor risiko tertentu meningkatkan kemungkinan kanker tertentu membentuk. Gejala Kanker Paru-Paru

  • Merokok

Merokok merupakan faktor risiko utama dan merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Bahan kimia dalam asap tembakau karsinogen. Ini adalah zat yang dapat merusak sel dan menyebabkan kanker berkembang. Sekitar 9 dari 10 kasus kanker paru-paru disebabkan oleh merokok.

  • Faktor-Faktor Lain

Non-perokok memiliki risiko rendah terkena kanker paru-paru. Namun, orang yang secara teratur terpapar asap rokok orang lain (perokok pasif) memiliki peningkatan risiko kecil. Orang-orang yang bekerja dengan zat tertentu telah peningkatan risiko, terutama jika mereka juga merokok. Zat-zat ini termasuk bahan radioaktif, asbes, nikel dan krom. Orang-orang yang tinggal di daerah di mana ada tingkat tinggi radiasi latar belakang dari radon memiliki peningkatan risiko kecil. Polusi udara dapat menjadi resiko kecil juga.

 

Salah satu kasus kanker yang terus mengalami peningkatan adalah jenis kanker paru paru, yang di maksud dengan kanker paru paru itu sendiri adalah terjadinya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang terjadi di jaringan paru paru.

Pada dasarnya kanker adalah penyakit yang bisa di sembuhkan bila terus melakukan pengobatan apalagi sejak gejala awal dari kanker. Mungkin dengan kita tahu Gejala Kanker Paru-Paru stadium awal maka harapan hidup bagi penderita kanker paru paru akan tinggi.

 

Gejala Kanker Paru-Paru

  1. Nyeri dada

Gejala Kanker Paru-Paru ditandai dengan Nyeri dada, Hal yang perlu anda waspadai ketika anda merasakan nyeri dada yang ditimbul di bahu bahkan di punggung. Yang mana rasa nyeri dada tersebut sangatlah tajam, tumpul terjadinya terus menerus. Gejala ini adalah Gejala Kanker Paru-Paru yang umum.

  1. Mengalami batuk batuk

Gejala Kanker Paru-Paru kedua yang perlu anda berhati hati adalah ketika mengalami batuk yang mana dapat terjadi kronis melebihi 8 minggu. Gejala Kanker Paru-Paru ini juga dapat di sertai dengan batuk kering, batuk batuk ini tidak berhenti meskipun telah mengkonsumsi obat, untuk itu berhati hatilah. Perhatikan juga pola batuk contoh perokok yang biasanya batuk merasa pola batuknya berubah dan mengeluarkan dahak atau bahkan darah.

  1. Merasakan nyeri tulang

Nyeri tulang yang akan dialami jika seseorang terkena kanker paru paru ini adalah pada malam hari dan hilang jika beraktifitas. Biasanya timbulnya rasa nyeri tulang ini dapat di mana saja. Nyeri pada tulang yang mana di sebabkan kanker berawal di paru dan menyebar ke tulang melalui aliran darah.

  1. Batuk yang berdarah

Gejala Kanker Paru-Paru umum ini adalah batuk yang di sertai dengan adanya darah segar atau dahak yang bercampur dengan bercak darah.

  1. Mengalami sesak napas

Waspadai bila perubahan pola napas yang mana Gejala Kanker Paru-Paru. Perasaan sesak yang di rasakan seperti sulit untuk menarik napas atau bisa juga merasakan seperti adanya yang mengecangkan saluran napas anda .

Ciri ini timbul karena masa tumor yang mendesak  saluran napas.  Jangan anggap sepele keluhan sesak napas yang timbul setelah beraktiftas fisik, melakukan pekerjaan rumah tangga atau atau bahkan setelah melakukan pekerja yang ringan sekalipun.

  1. Gejala Kanker Paru-Paru Mengi

Bila anda mengalami suara mengi yang mana meyertai anda ketika mengeluarkan napas. Waspadailah bisa saja itu Gejala Kanker Paru-Paru dan bukan asma.

  1. Mengalami perubahan suara menjadi serak dan kasar

Bila ada sel kanker pada paru paru maka bisa membuat tertekannya saraf yang mana fungsinya untuk berbicara  sehingga membuat suara berubah menjadi serak.

  1. Mengalami penurunan berat badan

Waspadai bila anda mengalami penurunan berat badan padahal anda tidak sedang diet. Karena perlu anda ketahui bahwa kanker paru paru ini mempunyai Gejala Kanker Paru-Paru khas yaitu mengalami penurunan berat badan

  1. Sakit kepala

Orang yang terkena Gejala Kanker Paru-Paru juga akan merasakan sakit kepala, rasa sakit di bagain kepala ini terjadi kanker sel kanker paru paru telah menyebar ke otak.

  1. Merasakan cepat lelah

Perlu berhati hati jika anda merasa lelah padahal akan tidak melakukan aktifitas fisik mungkin hal tersebut bisa jadi Gejala Kanker Paru-Paru. Tubuh terasa lemas, lelah dan tidak bertenaga, padahal anda selalu beristirahat

Sangat di sayangkan stadium awal dari kanker paru paru  ini tidak memberikan Gejala Kanker Paru-Paru yang gamlang atau jelas. Maka berhati hati lah.

 

 

Gejala Kanker Paru-Paru

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru merupakan suatu gejala atau tanda yang menandakan bahwa seseorang menderita penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, masalahnya Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia. Kanker paru-paru memang berkorelasi dengan kebiasaan merokok. Dan angka penderita kanker paru di Indonesia sendiri mempunyai angka yang cukup tinggi.

Sayangnya, menurut data statistik, 33% penderita kanker paru baru datang ke dokter ketika sudah mencapai stadium tiga. Dan bahkan 40% datang ke dokter ketika kanker telah mencapai stadium 4. Artikel ini akan membahas mengenai Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang perlu Anda perhatikan dan waspadai, serta mengenali beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko terkena kanker paru.

 

Beberapa Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang Harus Diwaspadai

Kanker merupakan suatu penyakit dimana ditemukan suatu massa atau sel-sel tambahan yang fungsinya berbeda dengan sel normal. Massa ini akan mengambil nutrisi yang seharusnya dipakai oleh sel normal. Selain itu, massa kanker sendiri dapat menekan organ yang terkena, menimbulkan radang pada organ sekitar dan mengganggu fungsi organ tersebut.

 

Berikut adalah Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang harus diwaspadai.

  • Nyeri Dada

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru ini merupakan gejala paling umum yang membuat penderita kanker paru mencari pengobatan ke dokter atau rumah sakit. Nyeri dapat timbul di dada, bahu bahkan di punggung. Sifat nyeri dada juga dapat terasa tajam, tumpul, timbul terus menerus atau malah kadang nyeri dan kadang tidak.

 

  • Batuk-Batuk

Gejala batuk merupakan Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru paling umum nomor dua setelah nyeri dada. Batuk yang terjadi dapat kronis atau melebihi 8 minggu. Batuk juga dapat disertai dahak atau dapat juga malah berupa batuk kering. Meski telah diobati dengan obat apotek atau pun obat tradisional, batuk tidak kunjung sembuh dan terus menetap. Perhatikan juga pola perubahan batuk. Misalnya para perokok yang biasanya batuk biasanya akan merasa bahwa pola batuknya berubah dengan mengeluarkan lebih banyak dahak atau darah.

 

  • Nyeri Tulang

Sensasi nyeri pada tulang merupakan Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang umum pula. Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru nyeri pada tulang dapat dirasakan dimana saja, meski paling sering terasa di tulang punggung. Biasanya nyeri tulang terasa pada malam hari dan menghilang bila beaktivitas. Namun Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru nyeri dapat timbul kapan saja. Nyeri pada tulang disebabkan karena kanker yang awalnya berada di paru menyebar ke tulang melalui aliran darah.

 

  • Batuk Darah

Batuk yang disertai dengan keluarnya darah segar atau dahak yang bercampur dengan bercak darah juga merupakan Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru yang umum. Batuk tidak terasa nyeri namun dapat mengeluarkan darah.

 

  • Sesak Napas

Perubahan pola napas merupakan Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru lainnya. Perasaan sesak dirasakan sebagai sulit menarik napas atau terasa seperti ada yang mengencangkan saluran pernapasan Anda. Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru ini dapat timbul karena massa tumor yang mendesak saluran napas Anda. Jangan hiraukan sesak napas yang sering timbul setelah beraktivitas seperti jalan kaki, melakukan pekerjaan rumah tangga atau bahkan pekerjaan sederhana seperti mandi atau memakai baju.

 

  • Mengi

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru  suara mengi yang menyertai Anda saat menarik atau mengeluarkan napas yang terjadi pertama kali di usia dewasa haruslah dicurigai. Gejala mengi dapat disebabkan oleh penyakit alergi seperti asma namun dapat juga disebabkan oleh kanker paru. Bila Anda mengalami gejala mengi, janganlah berasumsi bahwa itu merupakan penyakit asma. Lebih baik berobat ke dokter agar dokter dapat mengkonfirmasi penyakit apa yang mendasari mengi tersebut.

 

Kanker paru-paru termasuk penyakit yang berbahaya, oleh sebab itu hendaknya sedapat mungkin diketahui ciri-ciri dan gejalanya sedari awal untuk segera mendapatkan perawatan.

 

Ciri-Ciri Kanker Paru-Paru

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Paru-Paru

Penyebab Kanker Paru-Paru

Penyebab Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Paling tidak terdapat 80-90 persen kasus kanker paru-paru yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas. Tapi kemudian gejala seperti batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan,dan penurunan berat badan akan muncul.

Penyebab Kanker Paru-Paru yang utama adalah merokok, baik pada perokok aktif maupun pada perokok pasif. Tapi orang yang tidak merokok maupun terkena pajanan asap rokok juga dapat menderita kanker paru-paru. Beberapa Penyebab Kanker Paru-Paru akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

 

  • Perokok Aktif dan Perokok Pasif

Sekitar 80-90 persen Penyebab Kanker Paru-Paru oleh kebiasaan merokok. Maka para perokok aktif menjadi kelompok yang paling berisiko. Asap rokok yang diisap mengandung lebih dari 50 zat-zat pemicu kanker yang akan memberi dampak secara langsung terhadap jaringan paru-paru. Misalnya nikotin yang dipakai di dalam insektisida serta tar yang digunakan dalam pembuatan aspal jalanan.

Pada awalnya, kerusakan ini dapat diperbaiki oleh tubuh. Tapi pengulangan dan keberlanjutan dari merokok menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru terus bertambah. Penyebab Kanker Paru-Paru inilah yang mengakibatkan sel-sel bereaksi secara tidak normal hingga akhirnya muncul sel kanker.

Saat ini, lebih dari 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Indonesia berada di urutan ketiga dalam negara-negara dengan perokok aktif tertinggi, di belakang China dan India.

Selain tembakau, ganja juga mengandung zat-zat yang dapat memicu kanker. Tembakau sering dicampur dengan ganja. Meski kuantitas tembakau yang dicampur dengan ganja lebih sedikit dibandingkan dengan rokok, para perokok ganja mengisap lebih dalam dan lebih lama. Dampak mengisap tembakau dan ganja jauh lebih buruk daripada mengisap rokok biasa.

Perokok pasif adalah orang yang terkena pajanan asap rokok tapi tidak merokok secara langsung. Meski tidak merokok secara langsung, perokok pasif tetap berisiko terkena kanker paru-paru. Risiko perokok pasif terkena kanker paru-paru meningkat setidaknya 20 persen dibandingkan orang yang tidak terkena pajanan asap rokok.

  • Polusi Udara

Menurut data WHO, Asia Tenggara berada di posisi kedua sebagai wilayah penyumbang buruknya polusi udara di dunia. Risiko terkena kanker paru-paru akan meningkat jika kita terkena pajanan polusi udara contohnya dari asap kendaraan atau asap pabrik. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru-paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi. Penyebab Kanker Paru-Paru menghirup asap pembuangan dari kendaraan maupun pabrik bisa memiliki dampak yang sama seperti merokok pasif.

  • Pajanan di Tempat Kerja

Beberapa pekerjaan memiliki kemungkinan kaitan dengan meningkatnya risiko Penyebab Kanker Paru-Paru. Pegawai yang terkena pajanan beberapa senyawa kimia yang bersifat karsinogenik, seperti asbes, nikel, batu bara, silika, dan arsenik memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru.

  • Pajanan Radiasi

Radon adalah bagian dari udara yang kita hirup akan menjadi Penyebab Kanker Paru-Paru. Radon adalah gas radioaktif yang muncul secara alami. Gas ini berasal dari batuan dan tanah dalam jumlah yang sangat kecil.

Gas radon ini Penyebab Kanker Paru-Paru yang bisa berpindah tempat melalui tanah. Gas ini akan masuk ke dalam rumah melalui celah-celah pondasi, pipa, saluran air atau lubang terbuka lainnya. Gas ini Penyebab Kanker Paru-Paru yang bisa diuji dengan alat pengujian sederhana, karena gas radon bersifat tidak kasat mata dan tidak berbau. Jika dihirup, gas radon dapat merusak paru-paru, terutama bagi seorang perokok.

 

Penyebab Kanker Paru-Paru

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Pengobatan Kanker Paru-Paru

 

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Batuk membandel memang menjengkelkan. Namun, waspadalah jika batuk yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari 3 minggu. Batuk berkepanjangan atau yang dikenal dengan istilah batuk rejan, bisa jadi pertanda awal adanya kanker paru-paru. Karena itu, periksakan segera kondisi kesehatan Anda.

 

Deteksi dini selalu menjadi kalimat yang didengung-dengungkan oleh para dokter dan sejumlah aktivis kesehatan karena inilah faktor kunci yang menentukan seberapa besar peluang hidup Anda.

 

Meskipun mereka yang merokok dan memiliki riwayat kanker paru-paru dalam keluarganya lebih beresiko, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap perlu dilakukan mengingat pada tahun-tahun belakangan ini, seseorang dengan pola hidup yang sehat pun dapat tiba-tiba terserang penyakit memautkan ini.

 

Gejala kanker paru-paru pada stadium awal memang sulit dikenali dan seringkali bervariasi sesuai letak pertumbuhan kanker dalam paru-paru.

 

Pengobatan Kanker Paru-Paru | Namun, ada beberapa tanda umum yang patut Anda waspadai sehubungan dengan keberadaan kanker paru-paru selain batuk berkepanjangan yang terjadi.

  • Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun.
  • Nafas terasa sangat sesak dan pendek-pendek.
  • Kelelahan kronis.
  • Dahak berdarah yang kian lama semakin banyak.
  • Suara menjadi serak atau parau.
  • Terjadinya pembengkakan pada wajah atau sekitar leher.

 

Tentu saja, pemeriksaan yang saksama diperlukan untuk memastikan keberadaan sel kanker pada paru-paru Anda. Bisa jadi, dokter akan memeriksa dahak Anda. Atau, rontgen dan PET Scan juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa.

 

Mengingat tingginya angka kejadian paru-paru di seluruh dunia, dimana terdapat satu kasus kematian tiap 30 detik, deteksi dini kanker paru-paru semakin penting untuk dilakukan.

 

Bahkan, mereka yang telah mendapatkan Pengobatan Kanker Paru-Paru pun, bisa jadi meninggal beberapa hari setelah operasi. Kalaupun bertahan, setidaknya ada beberapa komplikasi yang bisa jadi dialami.

 

Pengobatan Kanker Paru-Paru Konvensional

Bila Anda divonis terkena kanker paru-paru, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik Pengobatan Kanker Paru-Paru yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya Pengobatan Kanker Paru-Paru bisa disembuhkan dengan pengobatan dan perawatan yang benar.

 

Bila kelainan seperti kanker terdapat pada salah satu atau lebih lobus di paru-paru, bisa jadi, dokter akan melakukan Pengobatan Kanker Paru-Paru lobektomi (pengangkatan lobus) untuk mencegah penyebaran sel kanker pada lobus lain yang masih sehat.

 

Bentuk pembedahan lainnya, Pengobatan Kanker Paru-Paru pneumonectomi, dilakukan dengan mengangkat seluruh bagian paru-paru kanan/kiri. Pada kondisi tertentu, dimana kanker berada terlalu dekat dengan trakea atau jika pasien memiliki penyakit jantung yang berat, operasi tidak dapat dilakukan. Yang patut diingat, resiko perdarahan, komplikasi, dan kemungkinan kambuhnya kanker tetap tinggi setelah operasi dilakukan.

 

Bentuk-bentuk Pengobatan Kanker Paru-Paru lainnya bisa jadi berupa photodynamic therapy, radiofrequency ablation therapy, dan cyrosurgery Ablation.

 

Pada kasus stadium lanjut, dokter mungkin memberikan pengobatan dengan obat-obatan yang tertarget. Obat-obatan yang digunakan dapat menghambat keganasan sel kanker dengan efek samping yang lebih berterima dibandingkan dengan kemoterapi.

 

Umumnya, obat yang digunakan dapat berupa erlonitib dan gefinitib yang bekerja dengan mencegah pertumbuhan sel kanker atau bevacizumad (avastin) dengan efek antiangiogenesis.

 

Selain dengan memakai Pengobatan Kanker Paru-Paru konvensional, penyakit kanker paru-paru juga bisa disembuhkan dengan menggunakan Pengobatan Kanker Paru-Paru herbal yang mengekstrak tumbuhan alamiah seperti tumbuhan daun sirsak, keladi tikus, zaitun, delima merah, blueberry, manggis, tomat dan juga acai berry. Yang dimana dari ke-semua bahan-bahan herbal alamiah yang di ekstrak menjadi obat herbal tersebut juga berguna dan mampu dalam membantu menyembuhkan penyakit kanker paru-paru yang Anda alami. Hal tersebut dikarenakan ekstrakan dari tumbuh-tumbuhan yang dijadikan obat herbal kanker paru paru itu mengandung banyak sekali senyawa aktif dan khasiat didalamnya.

 

Pengobatan Kanker Paru-Paru

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment