Faktor Pemicu Kanker Usus

Faktor Pemicu Kanker Usus

Faktor Pemicu Kanker Usus

Kanker usus tentu tidak sembarang muncul dan sel-sel kanker tidak akan tumbuh tanpa adanya penyebab. Adanya sel yang ada di dalam tubuh tertentu dan terus berkembang secara tidak terkontrol adalah pemicu kanker, terutama apabila memiliki sifat yang merusak. Untuk kasus penyakit kanker usus, sel yang tumbuh itu berawal dari gumpalan sel yang terdapat pada lapisan usus bagian dalam yang kemudian menjalar dan menyebar. Tak hanya sampai di situ, sel-sel lain di dalam tubuh pun akan dihancurkan dan akhirnya menyebar ke bagian organ tubuh yang lainnya.

 

Lapisan usus sebenarnya pada dasarnya dan pada awalnya tidak menghasilkan sel-sel bersifat berbahaya dan justru sel-sel yang diproduksi akan sangat membantu dalam menjaga fungsi tubuh agar tetap normal. Hanya saja, apa yang menyebabkan kerusakan sel-sel tersebut belumlah diketahui dan apa yang memicunya bertransformasi menjadi sel kanker dengan pertumbuhan yang tidak dapat dikontrol.

 

Belum diketahuinya penyebab kanker usus secara pasti bukan lantas Anda tidak dapat mencegahnya. Beberapa di bawah ini merupakan faktor pemicu kanker usus yang membuat penderitanya semakin meningkat sehingga patut untuk mewaspadainya, antara lain:

 

  1. Radang Usus

Penyakit Crohn serta Ulcerative Colitis kerap menandai penyakit radang usus dan kondisi di mana usus mengalami peradangan juga dapat menjadi faktor pemicu kanker usus. Risiko perkembangan kanker kolorektal akhirnya menjadi meningkat oleh karena dua kondisi tersebut. Semakin besarnya kesempatan terserang kanker kolorektal ditandai dengan semakin lamanya waktu Anda menderita kondisi radang usus sehingga hal ini patut diwaspadai.

 

  1. Genetika

Dalam beberapa penelitian, para ahli menyatakan bahwa kasus kanker usus sekitar 25 % berkemungkinan disebabkan oleh adanya faktor genetik. Kaitan genetik ini cukup mengejutkan dan contoh dari penyebab genetik yang paling sering ditemukan pada kanker usus adalah HNPCC atau kanker kolorektal non-poliposis herediter dan FAP atau familial adenomatosa poliposis.

 

  1. Umur

Faktor umur bisa menjadi salah satu kemungkinan terbesar yang meningkatkan faktor pemicu kanker usus walaupun tidak secara langsung. Namun, ketika seseorang sudah menginjak usia 50 tahu ke atas, polip dimiliki oleh satu dari empat orang yang tandanya peningkatan risiko kanker pun dapat terjadi.

 

  1. Diet Berlebihan

Menurunkan berat badan agar memiliki tubuh indah dengan berat tubuh ideal memang idaman setiap wanita, maupun pria. Namun faktor pemicu kanker usus dapat meningkat ketika Anda melakukan metode diet yang kurang tepat. Nutrisi sel usus dapat terancam berkurang sehingga usus tidak lagi mendapat perlindungan dari usus dalam melawan radikal bebas.

 

  1. Merokok

Kebanyakan orang tahu bahwa merokok itu berbahaya dan kebanyakan hanya mengetahui bahwa merokok dapat memicu kanker paru-paru yang padahal juga bisa menaikkan risiko terkena kanker usus. Ratusan bahan kimia ada di dalam rokok sehingga tidak baik untuk kesehatan usus. Tubuh yang mendapatkan bahan-bahan kimia maka akan memberikan pengaruh buruk bagi pertumbuhan sel-sel yang baik, khususnya organ usus dengan fungsinya sebagai pusat masuk dan tercernanya makanan.

Menurut beberapa penelitian, sebagian besar dari orang yang menderita kanker usus mengaku bahwa mereka memiliki kebiasaan merokok alias mereka adalah perokok aktif. Menjauhi kebiasaan merokok sekitar 5 bulan saja akan membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada organ usus. Menjauhkan diri dari rokok sebagai seorang yang sudah kecanduan memang sulit, namun tidak ada yang mustahil dengan niat yang besar.

 

  1. Makanan Manis dan Berlemak

Tentu saja apa yang kita makan, bila tidak hati-hati maka akan meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker usus. Makanan jelas menjadi salah satu faktor pemicu kanker usus utama, terutama makanan tidak sehat yang dikonsumsi secara sering dan dalam kadar yang banyak. Makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi, makanan mengandung toksin dan karbon, serta makanan dengan lemak jenuh, kadar gula tinggi dan garam akan otomatis menaikkan risiko kerusakan usus yang bakal terjadi secara perlahan.

 

  1. Makanan Instan

Pola hidup instan rupanya termasuk di dalam faktor pemicu kanker usus, seperti misalnya mengonsumsi makanan dan minuman instan yang dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya proses pengolahan makanan instan saja yang dipermasalahkan di sini, melainkan juga kemasan setiap makanan instan. Kemasan makanan yang menggunakan sterofoam, plastik, serta bahan kaleng tampak umum, namun ada zat-zat kimia berbahaya yang terkandung pada kemasan yang pada suhu panas akan otomatis bercampur dengan makanan.

 

  1. Kurang Berolahraga

Kurangnya aktivitas tubuh juga memiliki efek tinggi terhadap naiknya risiko kanker usus. Seperti yang banyak orang telah ketahui, berolahraga sama dengan menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar, yang artinya juga mampu membuat sel antibodi tercipta dengan kekuatan lebih dalam melawan radikal bebas, bakteri serta virus penyebab kerusakan usus. Kegiatan olahraga yang dilakukan paling tidak satu minggu 2 kali akan membantu menghalangi masuknya segala bakteri dan virus ke dalam usus.

 

  1. Alkohol

Minuman beralkohol dikatakan baik untuk menjaga kestabilan arteri jantung asal dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan. Sementara meminum alkohol sebagai kebiasaan ditambah dengan kadar yang banyak akan membuat fungsi sel usus melemah. Terdapat senyawa bersifat kasar di dalam alkohol yang bila masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan peradangan usus, bahkan juga bisa memicu iritasi dalam.

 

Itulah sebagian dari faktor pemicu kanker usus, resiko bisa lebih tinggi jika Anda tidak membiasakan hidup sehat. Jika Anda merasakan kejanggalan dalam tubuh Anda yang Anda curigai sebagai pertanda kanker, maka pilihan terbaik yaitu dengan konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih….

 

 

Faktor Pemicu Kanker Usus

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Jamu tradisional dan obat herbal telah turun temurun digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi medis. Ada beberapa obat herbal tertentu yang dipercaya bisa membantu mencegah penyebaran sel kanker dalam tubuh hingga yang mengurangi efek samping kemoterapi. Meski demikian, bukti ilmiah tentang efektivitas obat herbal masih terbatas. Menurut Cancer Research di Inggris, 10 dari orang yang memiliki penyakit kanker 6 atau sekitar 60 % di antaranya menggunakan obat herbal untuk kanker bersamaan dengan pengobatan medis. Jadi, jika Anda ingin menggunakan obat herbal untuk kanker, pastikan Anda selalu konsultasikan hal ini dengan dokter, setelah berkonsultasi, Anda akan tahu jawabannya apakah obat kanker herbal melawan efek kemoterapi yang Anda pilih boleh atau tidak Anda konsumsi.

 

 

Mengapa penting berkonsultasi dengan dokter? Karena setiap jenis obat herbal kemungkinan besar memilik efek samping yang tidak Anda ketahui. Ada yang aman untuk Anda gunakan dan ada yang tidak. Bahkan beberapa di antaranya sangat berisiko seperti yang dilansir dari Medical News Today. Anda harus ingat bahwa hingga saat ini, penggunaan obat herbal hanyalah sebagai terapi pendukung, bukan terapi utama dalam penanganan kanker. Jadi Anda tetap harus menjalani pengobatan utama untuk kanker seperti operasi, radioterapi atau kemoterapi. Beragam jenis obat kanker herbal melawan efek kemoterapi:

 

  1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman aromatik dari keluarga Asteraceae yang banyak terdapat di  bagian timur Amerika Utara dan Eropa. Obat kanker herbal melawan efek kemoterapi ini punya 3 spesies umum: Echinacea purpura, Echinacea angustifolia, dan Echinacea pallida. Echinacea purpura adalah spesies yang paling sering digunakan dalam penelitian dan pengobatan. Echinacea juga disebut sebagai coneflower ungu, snakeroot Kansas, atau black Sampson. Studi hewan menunjukkan bahwa Echinacea purpurea bisa efektif dalam pengobatan kanker. Flavonoid yang terdapat dalam Echinacea dipercaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari efek samping radioterapi dan kemoterapi. Echinacea bisa membantu memperpanjang tingkat harapan hidup pasien dalam kanker stadium lanjut.

 

  1. Bawang putih

Bawang putih digadang sebagai obat kanker herbal melawan efek kemoterapi karena mengandung ajoene, zat pengikat sulfur yang bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Sifat anti-kanker dari bawang putih juga sebagian besar berasal dari kadar sulfida organik dan polisulfidanya yang tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa zat dalam bawang putih membunuh sel-sel kanker dan mengganggu metabolismenya. Ekstrak dari bawang putih matang dapat mencegah dampak negatif dari karsinogen pada DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu eliminasi karsinogen, dan meningkatkan efektifitas enzim detoksifikasi. Bawang putih juga bermanfaat bagi penderita kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, dan kanker kandung kemih, karena herbal ini memperlambat penyebaran sel-sel kanker.

 

  1. Kunyit

Kunyit kaya akan kurkumin, suatu antioksidan dan zat anti-kanker, dan dilaporkan efektif dalam menghambat perkembangan dan perluasan kanker paru, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Kurkumin mengubah produksi eicosanoid (prostaglandin E-2, misalnya) dan melawan peradangan. Penelitian mengungkapkan bahwa kurkumin dapat menghambat pertumbuhan kanker di setiap stadium, termasuk inisisasi, perkembangan, dan perluasannya. Kunyi juga mengganggu produksi nitrosamin, yang berakibat pada peningkatan kadar antioksidan alami dalam tubuh.

 

  1. Teh hijau

Polifenolik merupakan senyawa yang berperan penting di balik manfaat teh hijau sebagai obat kanker herbal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa teh hijau efektif dalam melawan tumor dan mutasi genetik. Epigallocatechin (EGGG), suatu polifenol yang terdapat dalam teh hijau melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Studi hewan menunjukkan bahwa folifenol dalam teh hijau tidak hanya mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan dan membunuh sel-sel tumor. Efektivitas teh hijau melawan tumor juga diamati pada pasien kanker usus besar dan lambung.

 

Beberapa bahan alami yang dijadikan obat kanker herbal melawan efek kemoterapi memang aman untuk dikonsumsi. Meski aman, obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping baik ringan maupun serius pada tubuh. Efek samping itu juga tertera pada kemasannya. Agar terhindar dari bahaya, berikut ini adalah tips-tips aman mengonsumsi obat herbal.

  • Pastikan membeli produk yang telah terdaftar di BPOM RI. Anda bisa cek di laman BPOM http://cekbpom.pom.go.id/. Caranya mudah, Anda tinggal mengetik keterangan yang ada pada obat tersebut, misalnya nomor registrasi, nama produk, atau merek obat herbal yang ingin Anda ketahui.
  • Jangan lupa cek tanggal kedaluarsa produk.
  • Ikuti semua petunjuk pemakaian beserta dosis yang tercantum di kemasan.
  • Hubungi layanan konsumen produk tersebut jika Anda ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk mereka.
  • Sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

 

Obat kanker herbal melawan efek kemoterapi tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang. Ada sebagian kalangan yang sebaiknya berhati-hati atau menghindari kelompok obat herbal. Jangan sembarang mengonsumsi obat herbal, terutama jika tujuannya untuk pengobatan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika ingin memasukkan zat apa pun ke tubuh.

 

 

Obat Kanker Herbal Melawan Efek Kemoterapi

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Mengapa Kanker Sangat Mematikan ?

Mengapa Kanker Sangat Mematikan ?

Mengapa Kanker Sangat Mematikan ?

Mengapa Kanker Sangat Mematikan ? Penyakit kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan. Saking ganasnya penyakit ini, ribuan orang meninggal karena penyakit kanker di berbagai belahan dunia termasuk Taiwan. Di Taiwan, kanker menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi. Di Indonesia sendiri, persentase kematian akibat kanker telah mencapai 6,6 persen. Dan diprediksikan akan terus meningkat sampai 60% sampai tahun 2030. Bahkan menurut organisasi kesehatan dunia WHO, kanker disebut sebagai penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian nomor dua sedunia, setelah penyakit jantung. Sejumlah tokoh terkenal juga tidak luput dari keganasan penyakit kanker seperti  Steve Jobs, tokoh dibalik kesuksesan Apple, yang harus menutup usianya beberapa waktu lalu akibat kanker pankreas.

 

Lebih dari satu dari tiga orang akan menderita beberapa bentuk kanker selama hidup mereka, Para peneliti Perancis memperkirakan angka kejadian kanker akan meningkat lebih dari 75% pada tahun 2030 di negara maju, dan lebih dari 90% di negara berkembang.

Kanker bukan hanya terdiri dari satu penyakit saja, melainkan ada lebih dari 200 jenis kanker  yang berbeda, masing-masing dengan gejala, metode diagnosis dan pengobatan yang berbeda pula. Kanker terjadi ketika sel-sel dalam tubuh kita mulai bereproduksi di luar kendali dan membentuk sel-sel baru yang abnormal, sel-sel abnormal tersebut kemudian membentuk benjolan, yang dikenal sebagai tumor. Jika sel-sel dari tumor tersebut tidak dapat menyebar, maka ia disebut tumor jinak. Mereka tidak bersifat kanker dan biasanya dapat diangkat melalui prosedur pembedahan.

Jika sel mampu menyerang jaringan sehat dan organ terdekat, atau menyebar ke seluruh tubuh melalui darah atau sistem limfatik, maka tumor bersifat ganas atau kanker. Mengapa kanker sangat mematikan ? Sel-sel kanker cenderung menyebar jika tumor tidak diobati. Bahkan ketika dalam proses penyembuhan, mereka yang menderita kanker memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena lagi. Namun dalam banyak kasus, penyebab pasti atau urutan peristiwa dengan mana kanker berkembang masih belum diketahui.

Sebuah penelitian terbaru telah menemukan bahwa ada lebih dari 80 penanda genetik (gen yang bermutasi) dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker payudara, prostat atau kanker ovarium, misalnya. Para ilmuwan yakin hasil penelitian ini bisa segera menyebabkan meluasnya penggunaan profil DNA untuk mengobati kanker, meskipun pengujian genetik individu bagi mereka yang cenderung memiliki resiko seperti ketika ada riwayat keluarga menderita kanker sudah digunakan.

 

Mengapa Kanker Begitu Mematikan ?

Sel-sel kanker dapat menyerang bagian lain dari tubuh, di mana mereka menetap dan tumbuh untuk membentuk tumor baru yang dikenal sebagai tumor sekunder lokasi asli dikenal sebagai tumor primer. Sel-sel menyebar dengan masuk ke darah atau pembuluh getah bening dan menyebar ke seluruh tubuh.

Sebagai contoh, jika kanker usus telah menyebar melalui dinding usus itu sendiri, ia bisa mulai tumbuh juga di kandung kemih. Jika sel memasuki aliran darah, ia dapat melakukan perjalanan ke organ jauh, seperti paru-paru atau otak. Seiring waktu, tumor kemudian akan menggantikan jaringan normal.

Proses dari sel kanker menyebar disebut metastasis. Setelah kanker telah mulai menyebar, kemungkinan untuk sembuh sering mulai turun, karena menjadi lebih sulit untuk mengobati karena berbagai alasan.

Mengapa kanker sangat mematikan ? Karena kanker merugikan tubuh dalam beberapa cara. Ukuran tumor dapat mengganggu organ atau saluran di dekatnya yang membawa bahan kimia penting. Misalnya, tumor pada pankreas dapat tumbuh sehingga memblokir saluran empedu, menyebabkan pasien terkena ikterus obstruktif. Tumor otak dapat menekan bagian-bagian penting dari otak, menyebabkan hilang kesadaran, pingsan dan masalah kesehatan serius lainnya. Ada juga lebih banyak yang masalah luas, seperti kehilangan nafsu makan dan meningkatnya penggunaan energi ditandai dengan kehilangan berat badan, atau perubahan dalam sistem pembekuan darah yang menyebabkan trombosis vena dalam.

 

Bagaimana Masa Depan Pengobatan Kanker ?

Bidang penelitian kanker sekarang telah berkembang begitu maju, para ilmuwan telah mencoba mencari lebih dalam untuk mengetahui apa yang salah di dalam sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa tumor dapat memiliki 100.000 mutasi genetik dan berubah dari waktu ke waktu.

Dengan penentuan mutasi yang dapat menyebabkan kanker tertentu, ilmuwan berharap terbentuknya personalisasi dalam pengobatan sehingga memungkinkan memilih obat yang paling sesuai untuk bekerja pada jenis tumor tertentu.

Para ilmuwan telah menciptakan terapi kanker bertarget yang menggunakan wawasan terbaru mereka pada tingkat molekul, pengobatan ini menghambat pertumbuhan kanker dengan mengganggu proses pertukaran genetik dan protein khusus yang terlibat dalam pertumbuhan tumor dan penyebarannya.

Peneliti di Pusat Aplikasi Laser di University of Tennessee Space Institute di Tullahoma telah mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk mencari dan menghancurkan kanker. Mereka telah memanfaatkan kekuatan laser untuk menemukan, memetakan dan menghancurkan kanker tanpa merusak organ yang sehat. Uji klinis menggunakan terapi gen juga sedang berlangsung, perawatan eksperimental ini melibatkan penambahan materi genetik ke dalam sel seseorang untuk melawan atau mencegah penyakit.

 

Itulah alasan mengapa kanker sangat mematikan, karena kanker memiliki sel yang bermetasis pada organ dalam tubuh, yang jika sudah menyebar maka peluang disembuhkan nya pun semakin kecil, untuk itu agar terhindar dari kanker maka jalan terbaik adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. Jangan menunggu sampai terkena risiko baru hidup sehat ya.. jika Anda mencurigai terdapat gejala-gejala pada Anda yang Anda khawatirkan maka konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda, semoga dengan membaca artikel di atas dapat menambah informasi Anda, terimakasih ..

 

 

Mengapa Kanker Sangat Mematikan ?

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Manfaat Bekam untuk Kanker

Manfaat Bekam untuk Kanker

Manfaat Bekam untuk Kanker

Teknik pengobatan untuk penyakit kanker sudah banyak tersedia baik yang secara modern melalui tindakan medis maupun dengan cara tradisional. Tindakan medis diantaranya melalui kemoterapi, radioterapi, atau operasi pengangkatan sel kanker secara langsung saat sudah stadium lanjut. Cara tradisional yang dimaksudkan pada bahasan ini adalah beberapa pengobatan alternatif, akupuntur, pemberian herbal tertentu, dan satu teknologi tradisional baru yaitu bekam.

 

Bekam sebenarnya sudah menjadi teknik pengobatan yang banyak digunakan pada beberapa negara timur tengah dan sebagian asia tenggara. Bekam adalah teknik pengobatan dengan cara mengeluarkan atau memantik darah dari badan seseorang menggunakan alat seperti cawan yang berisi api sehingga menyebabkan kulit bengkak dan mengeluarkan darah. Teknik bekam banyak diminati oleh beberapa penderita penyakit kronis dengan harapan kesembuhan dapat diperoleh dengan jalan mengeluarkan atau membuang darah kotor yang berisi penyakit.

Teknik pengobatan dengan bekam memang belum menjadi andalan bagi pengobatan kanker. Namun demikian terapi bekam sangat bermanfaat saat penderita kanker berada dalam masa pengobatan seperti kemoterapi dan penyembuhan. Kanker merupakan penyakit mematikan yang menyerang sel-sel tubuh dengan cara merusak jaringan yang sehat dan menyebar ke organ-organ tertentu. Penyebaran tersebut dapat melalui aliran darah. Disinilah terlihat keterkaitan pengobatan kanker dengan teknik bekam. Bekam membuang darah kotor dan beracun yang sudah tidak lagi berfungsi, sehingga penyebaran kanker melalui aliran darah dapat dihambat sementara waktu. Beberapa manfaat bekam untuk kanker yang dapat dirasakan oleh penderita kanker diantaranya adalah sebagai berikut.

 

  1. Meningkatkan sistem imunitas

Sistem imun atau daya tahan tubuh sangat penting dijaga kestabilannya selama masa pengobatan berjalan. Pasien kanker yang tengah menjalani kemoterapi dianjurkan untuk dalam kondisi yang stabil agar pengobatan berjalan lancar. Pada terapi ini manfaat bekam untuk kanker bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendorong pertumbuhan sel supaya dapat berfungsi secara sehat. Dengan begitu pasien akan melewati masa pengobatan dengan baik.

 

  1. Mengurangi efek samping kemoterapi

Kemoterapi yang dijalani oleh pengidap kanker sangat rentan mengakibatkan berbagai efek samping yang terkadang merugikan. Rambut rontok, menurunnya berat badan, tubuh lemah adalah sebagian efek yang diakibatkan kemoterapi. Hal tersebut sangat merugikan pasien kanker yang sedang dalam masa pengobatan. Menggunakan metode ini manfaat bekam untuk kanker dapat mengurangi risiko terkena radiasi dan kemoterapi yang cenderung menyerang sel normal ataupun abnormal. Manfaat bekam untuk kanker juga dapat mengurangi rasa mual dan muntah yang terjadi pada pasien pasca operasi dilakukan.

 

  1. Menyeimbangkan energi

Terapi bekam diyakini dapat membantu pengobatan kanker dengan cara memperkuat energi agar tubuh selalu dalam kondisi yang sehat. Penarikan darah dilakukan dengan merangsang titik-titik tertentu yang ada pada tubuh dimana energi dapat berkumpul dan mengalir. Hal tersebut akan berakibat mengalirnya energi pada bagian-bagian tubuh, sehingga tubuh dapat seimbang dan kembali sehat.

 

  1. Mengeluarkan racun

Manfaat bekam untuk kanker yang paling utama adalah mengeluarkan toksin-toksin dari dalam darah. Membantu membersihkan darah dari zat sisa serta sel darah yang sudah mati. Darah adalah elemen yang paling utama dalam tubuh manusia. Secara umum kesehatan tubuh dipengaruhi oleh kondisi sel darah yang sehat. Kondisi sel darah yang sehat dan bersih dari racun akan membantu pasien kanker lekas pulih.

 

  1. Membantu regenerasi sel baru

Manfaat bekam untuk kanker dapat membantu mengeluarkan racun serta zat sisa obat yang dikonsumsi oleh pasien kanker. Dengan mengeluarkan bahan kimia yang ada dalam darah, bekam akan meningkatkan produksi sel darah merah oleh sumsum tulan serta meningkatkan fungsi organ tubuh (lambung, paru-paru, jantung, dan usus besar). Sel darah yang sehat akan membantu organ tubuh lainnya meregenerasi sel baru dan menyeimbangkan kondisi pasien.

 

  1. Melancarkan aliran darah

Menarik keluar darah yang sudah tidak lagi berfungsi dan dipastikan lebih merusak tubuh dapat membantu aliran darah yang sehat agar lebih lancar. Dengan aliran darah yang lancar pada tubuh pasien kanker maka gumpalan patogen akan lenyap dan dapat mengembalikan keteraturan serta keseimbangan antar bagian tubuh sehingga berfungsi dengan baik.

 

  1. Mengurangi ketegangan emosional

Emosional pasien kanker cenderung berubah setiap saat. Faktor ini disebabkan adanya sistem hormon yang tidak bekerja secara optimal sebagai akibat dari pengaruh obat-obatan tertentu. Dengan aliran darah yang lancar maka efek terapi bekam dapat menimbulkan rasa tenang dan relaksasi bagi pasien yang tentunya sangat bermanfaat untuk proses penyembuhan. Terapi bekam yang dilakukan dengan mengeluarkan darah dapat memengaruhi metabolisme serotonin atau neurotransmitter ( bahan kimia dalam otak) yang membantu relaksasi bagi tubuh pasien.

 

  1. Mengurangi dosis obat tertentu

Terapi bekam jika dilakukan secara rutin dan sesuai rentang masa yang tepat akan membantu pasien untuk mengurangi dosis obat. Dosis obat yang ditekan adalah tipe analgesik atau pereda rasa nyeri. Penggunaan bekam untuk menghilangkan rasa nyeri terjadi saat darah yang kotor dan tidak berfungsi lagi ditarik dari bagian tubuh yang terkena sel kanker. Manfaat bekam untuk kanker juga dapat digunakan bersamaan dengan perawatan paliatif lainnya untuk bersama-sama mengurangi rasa nyeri.

 

Secara singkat pemilihan terapi bekam sebagai metode penyembuhan kanker dapat menjadi pilihan. Penggunaan metode bekam dapat dilakukan baik sebelum maupun setelah masa operasi. Dalam pengobatan modern, terapi bekam juga banyak menjadi pilihan untuk mengobatai jenis penyakit lain seperti tekanan darah (tinggi dan rendah), penyakit pektoris, kelainan jantung, dan berbagai penyakit saluran pernapasan.

 

 

Kelebihan metode pengobatan bekam yang paling kentara adalah tidak adanya efek samping yang ditimbulkan setelah terapi dijalankan. Selain itu, tidak digunakan obat-obatan tertentu untuk dikonsumsi pasien sehingga risiko akibat zat kimia dapat berkurang. Sementara itu, kekurangan terapi ini adalah pada rasa sakit yang ditimbulkan sesaat setelah darah ditarik, karena dapat menyebabkan pasien yang memiliki tekanan darah rendah akan lemas pada beberapa saat.

 

Manfaat Bekam untuk Kanker

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Obat Kanker Herbal

Obat Kanker Herbal

Obat Kanker Herbal

Jenis tanaman herbal memang begitu banyak. Tanaman-tanaman tersebut mampu menyembuhkan penyakit dari kelas ringan hingga kelas berat sekalipun, bahkan mengobati penyakit kanker. Keampuhannya jangan dipertanyakan, karena bebas dari bahan kimia. Untuk Anda yang tengah berikhtiar mencari pengobatan kanker terbaik, berikut ini daftar tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat kanker herbal, berikut cara menggunakannya :

 

  1. Tapak Dara

Daun tapak dara atau dalam bahasa latin dikenal Catharanthus roseus ini memiliki khasiat menyembuhkan dan mencegah kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tapak dara mengandung 2 senyawa alkaloid vinka, vinkristin dan vinblastin. Kedua senyawa ini berperan aktif menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Sehingga tidak serta merta merusak sel normal lainnya yang berada di sekitar pertumbuhan sel kanker. Di daerah Sumatera, daun tapak dara sendiri lebih dikenal dengan rumput alang. Selain mengobati kanker payudara, daun ini pun bermanfaat untuk pengobatan kanker bronkial dan tumor ganas lainnya.

 

  1. Kunyit Putih

Kunyit putih memang terdiri dari 2 jenis, pertama kunyit putih gombyok atau pepet. Kunyit jenis ini berkhasiat menyembuhkan diare atau disentri, sedangkan yang s kedua adalah kunyit putih beraroma Curcuma mangga. Jenis inilah yang dimanfaatkan oleh herbalis sebagai pengobatan kanker dan tumor. Tanaman obat kanker herbal ini, diketahui mengandung Ribosome Inacting Protein (RIP), anti oksidan, dan anti curcumin.

RIP inilah yang berkhasiat merontokkan dan membunuh sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Sedangkan anti oksidan berperan kerusakan gen dan anti curcumin sebagai anti inflamasi atau peradangan. Manfaatnya pun ternyata beragam, mulai dari pengobatan kanker hati, payudara, leher rahim, paru-paru, serta jantung dan kolesterol.

 

  1. Benalu

Benalu acap kali dikatakan sebagai tanaman pengganggu yang tak bermanfaat. Nyatanya kini benalu memiliki khasiat yang sangat luar biasa. Senyawa di dalam benalu diketahui mampu menghambat keganasan pertumbuhan sel kanker.

 

  1. Keladi Tikus

Rodent tuber adalah istilah ilmiah bagi keladi tikus yang berkhasiat menghentikan dan mengobati kanker secara keseluruhan.

 

  1. Daun Dewa

Tanaman satu ini telah dikenal sebagai anti kanker sejak lama jauh sebelum pengobatan modern berkembang. Ramuan anti kanker yang berasal dari daun dewa, bisa di racik sendiri di dapur kesayangan.

 

 

Sudah tahu bukan beberapa daftar tanaman sebagai obat kanker herbal dan cara menggunakannya? Cobalah untuk meracik sendiri semua bahan di rumah agar terjamin kebersihannya. Untuk Anda yang ingin mencegah kanker pun, tak ada salahnya mengkonsumsi beberapa bahan herbal di atas. Pasalnya Anda tak tahu seberapa dahsyat terjangan kanker bila sudah terdiagnosis. Pertumbuhannya terlalu cepat tanpa menyisakan waktu bagi Anda untuk berpikir pengobatan terbaik.

Oleh karena itu, jangan lupa menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari radikal bebas yang membahayakan. Anda pastinya tidak ingin masa muda harus terbuang sia-sia hanya karena hantaman penyakit kronis bukan? Mulailah merubah pola makan serta hidup yang mengabaikan kesehatan tubuh. Kurangi asupan alkohol serta rokok yang kerap kali dilakukan. Anda bisa mulai menambahkan daftar tanaman sebagai obat kanker herbal dan cara menggunakannya untuk konsumsi harian.

 

Keberadaan Tanaman Herbal Sebagai Obat Kanker Herbal di indonesia

Indonesia sebagai negara agraris ternyata memiliki sejumlah daftar tanaman sebagai obat kanker. Tak heran kalau begitu banyak dijumpai pengobatan herbal menggunakan rempah ataupun tanaman yang diracik sendiri. Akses yang begitu mudah, dapat memenuhi resep pengobatan yang diperlukan Sebut saja kunyit, jahe dan brotowali yang telah terkenal hingga ke mancanegara, di Indonesia semua bahan tersebut sangat gampang dijumpai.

Tak perlulah menempuh pengobatan mahal di luar negeri, jika Indonesia sendiri memiliki beribu obat berkhasiat. Kita sendiri bahkan bisa mencobanya dengan budget minim sekalipun, termasuk meramunya. Anda bisa menanam beberapa apotek hidup di pekarangan rumah dengan luas yang minim. Apalagi sekarang kita mengenal teknik penanaman hidroponik, yang tak memakan lahan luas. Bahkan Anda bisa menanamnya di pot-pot yang terletak di pekarangan rumah.

 

Obat Kanker Herbal

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Pemeriksaan Kanker pada Wanita

Pemeriksaan Kanker pada Wanita

Pemeriksaan Kanker pada Wanita

Kanker merupakan penyebab kematian paling banyak kedua pada wanita Amerika setelah penyakit jantung. Dari seluruh wanita yang mengalami kanker tersebut, hanya 15% memiliki kesadaran untuk menjalani tes deteksi dini  kanker. Pemeriksaan kanker pada wanita secara dini dapat dimulai dari hal yang sederhana seperti pemeriksaan payudara sendiri di rumah hingga pemeriksaan canggih seperti identifikasi gen BRCA1 dan BRCA2. Dengan deteksi dini, kita dapat mengatasi kanker sejak awal dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

 

  1. SADARI (periksa payudara sendiri)

SADARI merupakan pemeriksaan kanker pada wanita yang sederhana yaitu melakukan pemeriksaan sendiri  dengan cara meraba bagian-bagian payudaranya. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan pada waktu yang sama pada siklus menstruasi. Waktu terbaik pemeriksaaan adalah hari ke 7-10 menstruasi (hari-hari terakhir siklus mens) dimana pengaruh hormon sudah tidak terlalu besar lagi.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal pada dua posisi, yaitu saat berdiri dan tidur terlentang. Posisi berdiri dapat dilakukan sembari mandi. Langkah-langkah SADARI selengkapnya dapat dibaca disini. John Hopskin Hospital menyebutkan bahwa hampir 40%  kanker payudara ditemukan pada wanita yang menemukan benjolan pada payudaranya. Benjolan dan gambaran abnormalitas pada payudara merupakan petunjuk tersering  yang membawa pasien berkonsultasi pada dokter.

 

  1. Mammografi

Pemeriksaan mammografi adalah pemeriksaan dengan sinar rontgen untuk mendeteksi tumor payudara.  Pemeriksaan kanker pada wanita ini dianjurkan yang sudah berusia 40 tahun, namun tidak menutup kemungkinan dilakukan bagi wanita yang lebih muda, jika ditemukan faktor risiko. Mammografi dapat mendeteksi kanker lebih awal dimana  terapi akan menjadi akan lebih efektif. Angka ketahan hidup selama lima tahun (five years survival rate) penderita kankerr payudara di Amerika Serikat mengalami kenaikan dari 75%  ke 90% sejak tahun 1975 dan para ahli memperkirakan bahwa program deteksi dini ikut berperan dalam kenaikan survival rate ini.

 

  1. Pemeriksaan mutasi gen BRCA

Gen BRCA 1 dan BRCA2 adalah gen yang memiliki fungsi untuk mensupresi atau menekan pertumbuhan tumor. Mutasi pada salah satu atau kedua gen tersebut dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara hingga 50%. Wanita yang mewarisi mutasi pada BRCA1 memiliki riisko terkena kanker payudara sekitar 55-65% dan wanita yang mengalami mutasi BRCA2 memiliki kemungkinan tekena kanker payudara sebelum usia 70 tahun sebesar 45%.

Deteksi dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan sampel darah atau air ludah. pemeriksaan kanker pada wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker peritoneum. Apabila ditemukan hasil yang positif, seorang wanita dapat melakukan tindakan pencegahan, termasuk salah satunya dengan mastektomi (pengangkatan payudara).

 

  1. Pap smear untuk kanker leher rahim

Pemeriksaan pap smear dilakukan dengan cara mengambil apusan dari leher rahim seorang wanita untuk mendeteksi apakah ditemukan sel yang menunjukkan perubahan ke arah keganasan. Seorang ahli patologi akan membaca apusan sel tersebut dan  akan menklasifikasikan sel menjadi normal, perbatasan, dan abnormal. Hasil pemeriksaan kanker pada wanita ini akan menentukan interval pemeriksaan  ulangan berikutnya. Apabila diindikasikan, dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan yang lebih teliti, salah satunya dengan kolposkopi. Pap smear di sarankan dikerjakan setiap 3 tahun pada wanita 21-65 tahun. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim sebelum ditemukan gejala lain seperti perdarahan, keputihan yang berbau dan berwarna seperti cucian daging, dan nyeri saat berhubungan.

 

  1. Tes DNA HPV

Pemeriksaan ini dilakukan mirip dengan pemeriksaan pap smear. Hanya saja pada sel yang diperiksa, dideteksi juga apakah ditemukan adanya DNA virus HPV 16 dan HPV 18 yang merupakan penyebab tersering kanker leher rahim. Tes DNA HPV tidak dianjurkan dilakukan oleh wanita yang berusia kurang dari 30 tahun.  Menurut National Cancer Institute Amerika Serikat, pemeriksaan kanker pada wanita ini merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim pada seorang wanita. Sayangnya pemeriksaan ini sering menunjukkan hasil positif palsu, karena memungkinkan seorang wanita pernah terpapar DNA HPV namun tidak mengalami kanker.

 

  1. Deteksi kanker rahim dan endometrium

Pemeriksaan perlu dilakukan apabila ditemukan gejala abnormal seperti perdarahan dari jalan lahir, keluar darah lagi setelah menepouse, nyeri panggul pada saat berhubungan seks atau saat kencing. Pemeriksaan dalam pada organ kewanitaan akan dilakukan oleh dokter. Apabila ditemukan kecurigaan kearah kanker,  dokter akan melakukan pemeriksaan  ultrasound atau pengambilan contoh jaringan.

 

  1. Deteksi dini kanker ovarium

Kanker ovarium atau kanker indung telur memilki nama lain silent lady killer. Hal ini karena awal terjadinya kanker ini sangat jarang diketahui, hingga tiba-tiba sudah menyebar dan menyebabkan kematian. Pemeriksaan rutin untuk kanker ovarium tidaklah dianjurkan karena efektivitasnya yang diragukan. Namun, tidak ada salahnya anda memasukkan pemeriksaan ini pada saat melakukan check up. Pemeriksaan kanker pada wanita ini biasanya yang memiliki gejala kanker, riwayat keluarga dengan kanker ovarium, atau ditemukannya mutasi gen BRCA.

 

Tes deteksi dini disarankan apabila ditemukan gejala pertumbuhan massa di dalam perut seperti kembung yang terus menerus sepanjang hari, keinginan buang air kecil yang sulit ditahan, atau adanya keluhan nyeri panggul yang dirasakan pada saat berhubungan atau berkemih.

 

 

Pemeriksaan Kanker Pada Wanita

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Kanker Karena Transplantasi

Kanker Karena Transplantasi

Kanker Karena Transplantasi

Transplantasi adalah usaha memindahkan sebagian atau seluruh jaringan ataupun organ dari suatu bagian tubuh ke bagian tubuh lain pada individu yang sama ataupun individu yang berbeda dengan tujuan untuk mengganti jaringan (organ) yang tidak berfungsi dengan baik. Salah satu contoh transplantasi organ yang sering dilakukan adalah transplantasi kulit yang rusak akibat luka bakar.  Kata transplantasi berasal dari bahasa Inggris yaitu kata transplantation yang berarti mengambil dan menempelkan pada tempat lain atau memindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Menurut UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, transplantasi adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ dan atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.

 

Sebelum melakukan transplantasi organ, calon penerima dan pendonor akan diperiksa terhadap kemungkinan penyakit infeksi atau menular, kanker, HIV, dan lain sebagainya. Jika ditemukan beberapa kondisi seperti adanya infeksi yang parah, HIV, atau adanya sel kanker yang aktif, dokter akan membatalkan pengambilan organ untuk ditransplantasikan ke orang lain. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika nanti timbul masalah, mungkin itu karena efek tidak menyenangkan obat imunosupresif. Mengapa kanker menjadi salah satu indikator kelayakan organ di transplantasikan? Apakah dengan transplantasi organ yang terdapat sel kanker dapat memicu berkembangnya sel kanker pula di penerima donor?

 

Kanker adalah satu dari lima penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbesar di Indonesia (BPJS, 2014-2015). Kanker perlu diperhatikan secara lebih mendalam karena total kasus kanker di Indonesia sepanjang tahun 2014-2015 lebih dari 500.000 kasus. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh proses proliferasi yang abnormal dari sel-sel jaringan tubuh yang dapat berubah menjadi sel kanker. Sel kanker mampu menyerang jaringan lainnya dengan tumbuh di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan bermigrasi sel ke tempat lain (metastasis). Pada umumnya, sebelum kanker merusak jaringan lainnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan atau gejala. Namun bila sudah ada keluhan, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

 

Mari kita coba telusuri lebih dalam mengenai alasan penderita kanker tidak dihimbau untuk mentransplantasi organnya serta kita cari tahu lebih dalam hubungan kanker dan transplantasi organ.

 

Pada dasarnya kanker bukan penyakit menular karena kanker hanya muncul melalui proses proliferasi yang tidak normal yang mengakibatkan pertumbuhan yang lebih cepat dibanding biasanya. Proliferasi merupakan fase sel dimana sel mengalami pengulangan siklus sel tanpa adanya hambatan.

 

Banyak sekali DNA yang rusak tiap harinya. Kerusakan tersebut dapat terjadi karena memang tugasnya dalam proses metabolisme maupun karena terinfeksi zat karsinogen. Kemudian, gen DNA repair akan memperbaiki kerusakan pada DNA yang rusak tersebut. Namun, bila proses perbaikan tersebut gagal, maka akan terjadi mekanisme apoptosis. Selanjutnya, bila proses reparasi dan apoptosis gagal, maka antioncogenes berperan dengan menghentikan siklus pembelahan sel sehingga tidak terjadi proses karsinogenesis.

 

Sedangkan untuk kondisi tidak normal, sel secara bertahap memiliki sifat-sifat sebagai sel-sel kanker. Proses perubahan sel normal menjadi sel kanker ini disebut karsinogenesis. Karsinogenesis sendiri terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahapan inisiasi, tahapan promosi, dan tahapan progresi. Pada tahapKanker Karena Transplantasi inisiasi, terjadi perubahan genetik di dalam sel somatik normal melalui proses mutasi yang menyebabkan sel tumbuh lebih cepat dari sel sekitarnya yang mengaktivasi gen protooncogenes dengan menghambat gen penahan. Senyawa yang mempengaruhi tahap ini adalah inisiator. Pada tahap promosi, sel yang telah terinisiasi akan membentuk klon melalui pembelahan dan melakukkan interaksi antar sel. Proses ini membutuhkan waktu beberapa tahun dan dipengaruhi oleh senyawa promotor atau epigenetik karsinogen. Pada tahap progresi, terjadi instabilitas genetik yang menyebabkan adanya perubahan mutagenik dan epigenetik yang menghasilkan klon baru sel – sel tumor yang berproliferasi, memiliki sifat yang invasif menyerang jaringan disekitarnya, dan memiliki potensi meningkatnya metastasis atau penyebaran ke tempat lain. Protooncogenes pada tahapan ini dapat menginduksi timbulnya kanker dan juga terdapat gen modulator yang dapat mempengaruhi eksperimen karakteristik gen yang mempengaruhi penyebaran kanker. Jika tidak ada yang menghambat, sel kanker akan tumbuh semakin banyak dan lama-kelamaan akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menimbulkan gejala klinis.

 

Pada umumnya, kanker timbul karena paparan terhadap suatu karsinogen secara berkali-kali dan aditif pada dosis tertentu. Kebanyakan kanker tidak disebabkan oleh infeksi. Pada umumnya, yang menyebabkan berkembangnya sel kanker adalah suatu zat. Zat tersebut adalah zat karsinogen. Karsinogen inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan DNA dalam tubuh seseorang yang nantinya memicu berkembangnya sel kanker. Selain itu, adanya rangsangan oleh zat aditif pada dosis tertentu juga dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Namun, tahap progresif sel kanker dapat selalu berjalan tanpa bergantung pada zat karsinogen. Sehingga sebenarnya,walaupun tidak ada zat karsinogen,sel kanker dapat tetap tumbuh. Apalagi jika sel kanker tersebut dipicu oleh karsinogen, tentu hasilnya akan lebih agresif.

 

Kanker karena transplantasi bisa disebabkan oleh satu karsinogen saja, misalnya asap rokok yang memicu tumbuhnya sel kanker di paru-paru, ataupun dua karsinogen yang berlainan, misalnya kanker orofarings yang disebabkan oleh asap rokok dan juga alkohol.

 

Misalnya juga pada kasus kanker hati (hepar) atau dalam dunia medis dikenal dengan nama Hepatocellular Carcinoma (HCC). Kanker hepar dapat disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karsinogenik aflatoksin  yang disebabkan oleh jamur Aspergillus flavus, sirosis sel hepar, karsinogen benzopyrene, atau bahkan hanya karena rangsangan virus hepatitis B. Aflatoksin merupakan zat yang dapat meningkatkan mutasi gen yang menekan pertumbuhan sel kanker. Sirosis menyebabkan mengerasnya hati karena terbentuknya jaringan parut yang mengakibatkan fungsi hati yang menurun. Benzopyrene yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurnya yang tergolong karsinogen kimia. Sedangkan virus hepatitis B menyebabkan matinya jaringan-jaringan hati dan juga merangsang pembelahan sel dan membuatnya rentan terhadap zat-zat yang tergolong karsinogen.

 

Masih banyak lagi jenis jenis karsinogen yang memicu tumbuhnya sel kanker karena transplantasi. Misalnya, radium, phosphorus, mesothorium, dan thorotrast yang memicu timbulnya leukimia, osteosarkoma, kanker sinus, dan angiosarkoma hati. Contoh lainnya adalah virus papiloma(HPV), virus Herpes simplex dan virus cytomegalo adalah penyebab dari kanker serviks dan kanker penis yang ditularkan melalui hubungan seksual yang biasanya terjadi pada orang yang menikah di usia muda atau yang memiliki banyak pasangan. Chloromethyl methylether yang merupakan karsinogen kimia digunakan secara luas pada dunia industri sebagai perantara sintesa organik yang dapat menyebabkan kanker paru-paru.

 

Walaupun ketika melakukan transplantasi ada kemungkinan faktor-faktor yang bersifat karsinogen tersebut masuk ke dalam tubuh dan dapat memicu pertumbuhan sel kanker karena transplantasi, namun hal ini hanya karena kelengahan. Namun secara umum, transplantasi organ sendiri tidak menyebabkan berkembangnya sel kanker. Dampak dari transplantasi yang dalam waktu dekat mungkin hanyalah untuk menyesuaikan karena penerima donor belum terbiasa dengan organ yang telah ditransplantasikan.

 

Jika ditinjau lebih luas, sebenarnya ada beberapa efek samping lainnya setelah orang menerima donor dalam transplantasi, misalnya menjadi rusaknya ginjal karena obat yang diteguk pada masa pasca pemulihan terlalu berlebih,infeksi pada bagian tertentu,ataupun hanya dampak lainnya yang tidak terlalu beresiko seperti mual, pusing, lemas, dan berkeringat karena proses penyesuaian organ baru oleh tubuh.

 

 

Namun, jika kita selidik kembali, sel-sel kanker karena transplantasi tersebut terangsang tumbuh oleh karsinogen berupa virus dikarenakan kinerja obat imunosupresan yang dengan membuat sistem imun turun dan berakibat virus dapat masuk ke dalam tubuh. Sehingga, sel-sel kanker disini tumbuh karena efek samping dari obat, bukan karena transplantasi itu sendiri. Namun sayangnya, hingga sekarang belum ditemukan atau masih jarang adanya alternatif obat lain pengganti imunosupresan yang tidak memicu masuknya virus sebagai karsinogen kanker.

 

Kita lihat kembali tujuan transplantasi organ, yaitu untuk pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Satu hal lagi, dimana biasanya transplantasi organ dilakukan sebagai langkah terakhir dalam proses penyembuhan jika organ sudah tidak bisa digunakan lagi dan dirasa perlu untuk diganti. Sehingga jika meninjau secara luas mengenai transplantasi organ, dengan memikirkan tujuan transplantasi dan resiko-resiko lain yang berkaitan dan mungkin muncul, menurut saya masih wajar dan boleh saja dilakukan, mengingat transplantasi merupakan langkah terakhir jika benar-benar harus diganti. Mungkin dirasa perlu jika kedepannya mencari zat yang memudahkan organ tertambat namun  tetap menjadi pelindung dan memberikan daya tahan pada tubuh yang bersifat imun dan antibodi terhadap serangan dari luar tubuh tetapi terbuka bagi tempat kerja jangkauan obat.

 

Di sisi  lain, penyebab kanker yang terbesar adalah pola hidup yang tidak sehat. Hampir 50% penderita kanker disebabkan oleh pola makan dan segala yang dikonsumsi, baik berupa makanan maupun minuman. Misalnya, terlalu banyak lemak dan kurangya serat dalam makanan juga dapat berpotensi menimbulkan kanker di pencernaan, payudara, endometrium, dan ovarium. Contoh lainnya adalah alkohol, tembakau, dan asbes yang dapat memicu timbulnya kanker di paru-paru, orofarings, dan esofagus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebenarnya transplantasi organ tidak menyebabkan kanker, namun imunosupresan sebagai penghambat daya tahan tubuhlah yang menjadikan virus dapat memicu sel kanker karena transplantasi.

 

 

Kanker Karena Transplantasi

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Kanker Bukanlah Penyakit

Kanker Bukanlah Penyakit

Kanker Bukanlah Penyakit

Kanker Bukanlah Penyakit – Pertama saya akan beri tahu kepada para pembaca bahwa ternyata kata yang disebut kanker adalah sebuah kebohongan terbesar yang pernah ada di dunia. Propoganda kanker bukanlah penyakit, mungkin kamu tidak percaya ini tetapi kanker bukanlah penyakit tapi bisnis. Istilah kanker telah menyebar luas dan telah banyak memengaruhi tua, mudah, bayi dan semua orang.

Tahukah kamu Buku Dunia Tanpa Kanker yang berjudul (World Without Cancer) hingga kini sangat dilarang upaya penerjemahannya ke banyak bahasa dunia oleh tangan-tangan tersembunyi. Ketahuilah kanker bukanlah penyakit, kanker timbul karena terjadinya kekurangan vitamin B-17, tidak ada penyebab lainnya. Hindari perilaku kemoterapi, operasi, atau mengonsumsi obat-obatan yang pada kenyataannya menimbulkan efek sampaing yang besar.

 

Tentu kamu ingat bahwa beberapa tahun silam (dulu banget), banyak pelaut kehilangan nyawa mereka karena penyakit kudis/scurvy (kudis yang dimaksudkan di sini bukanlah kudis penyakit kulit akibat tungau, akan tetapi penyakit yang lebih parah dari itu). Yaitu penyakit yang juga telah merenggut nyawa banyak orang dan sejumlah pihak mendapat keuntungan besar dari situasi itu, belakangan ditemukan bahwa penyakit kudis/scurvy hanyalah akibat dari kekurangan vitamin C. Artinya yaitu kudis bukanlah penyakit.

Kanker juga seperti itu, para penjajah dan musuh kemanusiaan itu mendirikan sebuah industri kanker dan dijadikannya sebagai ladang bisnis segar. Dari usaha itu mereka mendapat penghasilan yang begitu besar nilainya. Industri kanker sendiri berkembang setelah perang perang dunia ke-II, untuk melawan kanker semua penderita langsung diarahkan untuk berobat ke pemilik industri kanker tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya kanker bukanlah penyakit karena dapat dicegah dan disebuhkan dengan melakukan cara berikut ini :

  • Hal pertama yang harus mereka ketahui adalah memahami apa itu kanker, tidak perlu terlalu panik.
  • Kamu harus menyelidiki dan mendalami kondisi yang sedang kamu alami

 

Berkaca pada kasus jaman dulu, maka tidak ada orang yang mati gara-gara penyakit yang disebut kudis, ya begitu memang, karena penyakit itu akan sembuh. Ketahuilah kanker bukanlah penyakit hanya kekurangan vitamin B-17, dengan mengonsumsi 15 – 20 biji buah aprikot setiap hari itu sudah cukup bagi kamu. Makanlah kecambah gandum, karena kacambah gandum merupakan obat anti kanker yang sangat ajaib. Kecambah merupakan sumber makanan yang kaya sekali akan oksigen cair dan mengandung materi anti kanker yang sangat kuat bernama letril. Tak hanya kecambah, letril juga bisa kamu temukan di buah apel dan merupakan bentuk ekstaksi dari vitamin B-17 (amygdalin).

 

Industri Amerika telah membuat aturan hukum yang melarang produksi letril, tak hanya sampai sini kemudian obat ini pun diproduksi di Meksiko untuk tujuan diselundupkan ke Amerika Serikat. Dr Harold W. Manner dalam “Death of Cancer” menyatakan bahwa keberhasilan pengobatan kanker dengan letril mencapai tingkat kesuksesan hingga di atas 90%, luar biasa sekali bukan.

 

Sedangkan makanan yang mengandung vitamin B-17 antara lain adalah: Inti atau biji buah-buahan, biji buah-buahan merupakan sumber dari vitamin B-17 tertinggi di alam. Termasuk juga di dalamnya ada biji buah apel, aprikot, peach, por, dan prune (plum kering). Kacang-kacangan dan jagung yang di dalamnya meliputi kacang, lentil kecambah (lentil bud), kecambah lima, serta kacang tanah.

Biji-bijian seerti wijen dan biji rami, menir gandum, barley, beras merah, menir blok gandum, mellet, serta gandum hitam. Vitamin B-17 juga bisa kamu temukan di dalam ragi, beras kasar (beras sawah) dan pada manisan labu. Semua itu adalah sumber tertinggi Vitamin B-27 yang diserap tubuh dengan baik.

 

Hal yang Mengundang Kanker

Awas secara tidak sengaja menelan cairan pencuci piring yang digunakan di dapur dan pencuci pencuci tangan cair yang banyak digunakan di kamar mandi bisa menjadi faktor utama penyebab kanker. Oleh karena itu lebih baik batasi penggunaannya.

Mendengar ini pasti kamu menolak bahwa tidak mungkin memakan cairan pencuci, akan tetapi banyak fakta membuktikan banyak dari kita sehari-hari mencuci piring dengan sabun tangan cair, begitu pun mencuci piring. Cairan yang yang terserap tidak akan pernah hilang meski sudah kita bilas, ketika kamu memulai masak atau makan makanan, sebun yang ada di piring akan melekat. Dan ketika makanan dipanaskan bercampurlah cairan dengan makanan kita.

 

Bahkan sekalipun dibilas hingga ratusan kali, usaha tersebut tidak ada gunanya. Lalu bagaimana solusinya?

Solusinya kamu bisa tuangkan setengah bagian dari cairan pencuci piring dan pencuci tangan dengan setengah bagian cairan cuka, ini merupakan solusi sederhana yang dapat kamu aplikasikan dengan mudah.

Yang jelas, dengan mencegah salah satu penyebab munculnya kanker kamu akan menyelamatkan keluarga dari bahaya kanker itu sendiri. Sebab seberapa banyak kamu membilasnya, cairan kimia yang sudah memasuki jaringan sayuran tidak bisa hilang. Sebaliknya rendam buah-buahan dan sayuran menggunakan garam, kemudian bilas dengan air bersih agar mendapatkan hasil lebih segar tambahkan cuka.

Kesimpulan dari berita ini adalah percaya tidak percaya bahwa akan sudah disusun rencana pemusnahan manusia di muka bumi ini, sehingga hanya beberapa saja. Pemusnahan manusia hanya tersisa sekitar 500 juta saja, demikian yang tertulis di batu “Stonehengenya Amerika” yang letaknya berada di daerah Geogria.

 

 

Kanker Bukanlah Penyakit

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Kanker yang Masih Dapat Disembuhkan

Kanker yang Masih Dapat Disembuhkan

Kanker yang Masih Dapat Disembuhkan

Meskipun kanker merupakan penyakit yang mematikan dan membutuhkan pengobatan yang lama, bukan berarti penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Harapan akan kesembuhan selalu terbuka bagi mereka yang mencoba. Banyak kasus pengidap kanker akhirnya berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan dengan tekun. Pengidap kanker memang seolah berlomba dengan waktu. Semakin cepat kanker ditemukan dan ditangani, kemungkinan untuk sembuh juga semakin besar.

Menurut data World Health Organization (WHO), 50% penyakit kanker dapat disembuhkan secara kuratif tanpa kambuh lagi. Sekali lagi, itu bergantung pada jenis kanker dan stadium. Masalahnya adalah masyarakat Indonesia belum paham betul mengenai manfaat deteksi dini penyakit melalui medical check-up sedangkan gejala awal kanker kadang tak disadari oleh para penderitanya.

Jika didagnosis pada stadium 1, kemungkinan bertahan hidup untuk 5 tahun masih besar, yaitu sekitar 90%. Jika naik ke stadium 2, kemungkinannya turun menjadi 70%. Semakin tinggi stadiumnya, semakin rendah kemungkinannya untuk sembuh. Pada kanker stadium 4, kemungkinan bertahan hidup sampai 5 tahun hanya 20%. Artinya, hanya 2 dari 10 pasien yang bisa bertahan hidup sampai 5 tahun. Saat ini ada berbagai macam pengobatan untuk kanker, yaitu pembedahan, kemoterapi, radioterapi, hormonal, serta imunoterapi. Efektifitas terapi ini sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kanker. Banyak kasus pasien kanker yang masih dapat disembuhkan dengan terapi, asal penyakitnya masih dalam stadium awal.

Semua orang pasti setuju bahwa kanker merupakan penyakit yang berbahaya serta mematikan. Begitu sel kanker menyebar di seluruh tubuh, maka akarnya akan bertumbuh dan membuat penyakit ini bercokol dengan dahsyat di dalam tubuh. Oleh karena itu penyakit ini terkadang membuat penderitanya merasa pesimis untuk sembuh.

Namun, tahukah kamu bahwa saat penyakit ini dideteksi secara dini maka kemungkinan untuk sembuh dari kanker sangatlah besar? Berikut adalah beberapa jenis kanker yang masih dapat disembuhkan ketika sudah diketahui sejak awal.

 

  1. Kanker serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang masih dapat disembuhkan secara efektif dan disembuhkan. Terutama jika kamu sebelumnya melakukan tes papsmear yang bisa mendeteksi munculnya sel kanker sejak dini. Selan itu jenis sel kanker serviks termasuk paling lambat untuk bertumbuh dan menyebar sehingga jika diketahui dan diobati sejak dini bisa disembuhkan.

 

  1. Kanker payudara

Jenis yang pertama adalah ductal carcinoma in situ (DCIS) dimana sel kanker payudara berkembang di saluran payudara. Kemudian yang kedua adalah lobular carcinoma in situ (LCIS) atau sel kanker tumbuh di kelenjar payudara. Kanker yang masih dapat disembuhkan ketika sel kanker masih seukuran kacang atau sekitar 2 cm.

 

  1. Kanker testis

Kanker testis merupakan kanker yang masih dapat disembuhkan ketika masih dalam tahap awal dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biasanya, untuk menghentikan penyebaran sel kanker maka dokter akan menghapus testis yang terdeteksi tumor. Lalu dilanjut dengan radiasi atau kemoterapi, maka sel kanker akan hilang secara efektif.

 

  1. Kanker prostat

Kanker yang masih dapat disembuhkan berikutnya yaitu kanker prostat. Pria yang terkena kanker prostat masih bisa hidup dengan normal, tanpa komplikasi. Deteksi sejak dini yang digabung dengan operasi maupun radiasi akan membuat sel kanker ini rontok. Dan bagi yang sudah sampai di stadium lanjut, pengobatan kanker prostat bisa memperpanjang usia hingga 5 sampai 10 tahun ke depan.

 

  1. Kanker kulit

Kanker kulit atau melanoma dianggap sebagai jenis kanker yang memiliki tingkat harapan hidup tinggi pada penderitanya. Awalnya kanker kulit dimulai dengan munculnya bercak besar, gelap, berbentuk aneh, serta timbul. Nah, ini juga termasuk kanker yang masih dapat disembuhkan ketika kamu mengalami hal ini sebaiknya segera periksakan ke dokter agar bisa diobati dengan efektif dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

 

  1. Kanker tiroid

Kelenjar tiroid terletak di leher yang kemudian menghasilkan hormon untuk membakar kalori atau mengontrol detak jantung. Papiler atau jenis yang paling umum dari kanker tiroid akan tumbuh secara perlahan. Saat membesar dan dokter mengobatinya dengan cara operasi, maka sel kanker akan hilang.

 

Deteksi kesehatan sejak dini sangat diperlukan untuk mengetahui potensi penyakit apa saja yang bisa muncul, begitu pula dengan kanker. Jadi, rajin-rajinlah mengontrol kesehatan tubuhmu ya!

 

 

Kanker yang Masih Dapat Disembuhkan

Posted in Obat Kanker Tradisional | Leave a comment

Kanker Jaringan Lembut Toli-Toli SMS / WA 0812 9127 3879 – JUAL OBAT ANTI KANKER S LUTENA

 

https://www.youtube.com/watch?v=DjlXr-gCpnU

Kanker sel lunak merupakan suatu tumor ganas yang bermula dari sel lembut tubuh, yang terdiri dari jaringan otot, tendon dan connective tissue. Kanker ini membuat jaringan normal pada jaringan tubuh berubah menjadi ganas dan abnormal.

Kanker sel lunak termasuk kanker yang jarang ditemukan, tetapi penyakit ini seringnya menimpa anak-anak. Anak-anak yang berumur sekitar 4 tahun rapuh terkena penyakit ini, sedangkan pada orang dewasa, yang beresiko terserang penyakit ini sekitar umur 45-50 tahun.

Kanker Ovarium Dan Gejalanya !

Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak & ada yang ganas. Tumor ganas / kanker pada sel lunak disebut sarcoma jaringan lunak / Soft Tissue Sarcoma (STS). Tumor jaringan lunak biasanya sering ditemukan pada anggota gerak bawah yaitu sekitar daerah di atas lutut dan paha.

Bagian atas badan memiliki resiko yang lebih kecil, dan seringnya ditemukan pada daerah lengan, telapak tangan, dinding perut, kepala, leher, dada dan pada retroperitoneum (daerah dekat ginjal). Penyebaran jaringan kanker ini biasanya melalui pembuluh darah ke paru-paru, liver, dan tulang. Perluasan jaringan kanker ini jarang menyebar melalui kelenjar getah bening.

 

Indikasi

Ciri kanker jaringan lembut tergantung pada lokasi di mana tumor berada. Biasanya ciri kanker jaringan lunak berupa munculnya benjolan kecil mirip jerawat yang jika diraba tidak terasa sakit.

Jika benjolan terasa sakit itu maknanya penderita mengalami perdarahan atau nekrosis dalam tumor, / dapat juga dikarenakan adanya penekanan pada saraf-saraf tepi. Tumor jinak sel lembut tumbuh secara lambat dan bila disentuh terasa lembut.

 

Pemicu

Penyebab dari kanker sel lunak masih belum dapat diketahui dengan pasti, namun ada penelitian yang menunjukkan bahwa sindrom agenetik & faktor lingkungan dapat menjadi penyebab dari kanker jaringan lembut, yaitu :

Beberapa sindrom agenetik yang berhubungan dengan angka kejadian RMS :

  • Costello syndrome
  • Beckwith-Wiedemann syndrome
  • Gorlin basal cell nevus syndrome
  • Rubinstein-Taybi syndrome
  • Li-Fraumeni syndrome (germline mutation of the tumor suppressor gene TP53)
  • Neurofibromatosis (4-5% risk of any of a number of malignancies)

 

Selain itu masih ada faktor lain yang dapat mengakibatkan penyakit kanker jaringan lunak, yaitu :

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna & logam berat
  • Sering mengonsumsi rokok & minuman beralkohol
  • Orang tua pernah atau sering mengonsumsi obat-obatan yang terlarang (narkoba)
  • Pernah atau sering terkena sinar X
  • Tinggal di daerah yang penuh polusi
  • Sering terkena sengatan sinar matahari secara langsung
  • Sering terkena paparan radiasi dari gelombang elektromagnetik

 

Diagnosa

Buat mendiagnosa adanya kanker sel lunak, dapat dilakukan dengan diagnose biopsi. Pemeriksaan melewati biopsi aspirasi jarum halus (FNAB) atau biopsi dari sel tumor langsung berupa biopsi insisi yaitu biopsi dengan mengambil sel tumor sebagian sebagai contoh jika ukuran tumornya besar.

Bila ukuran tumor kecil, bisa dilakukan biopsi dengan pengangkatan seluruh tumor. Sel hasil biopsi akan diperiksa oleh dokter patologi anatomi, & bisa diketahui apakah tumor sel lunak yang jinak / ganas.

 

Penyembuhan

Tindakan pengobatan penyakit kanker jaringan lunak adalah melalui operasi, tetapi terkadang juga melibatkan radioterapi, kemoterapi dan terapi radiasi.

Bila kanker jaringan } lembut sudah mempunyai ukuran yang besar maka beresiko buat kambuh lagi di masa mendatang. Maka dari itu seringnya setelah operasi, penderita wajib sering mendiagnosa diri untuk mengontrol adanya kemungkinan kekambuhan.

 

Pencegahan

Kanker sel lembut bisa terjadi dari beberapa penyebab seperti banyaknya mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat karsinogen. Dari zat-zat tersebut maka akan memicu jarungan-jaringan yang berkembang secara abnormal dan akhirnya akan menjadi indikasi kanker. Zat tersebut kebanyakan dapat ditemui di bahan makanan. Apalagi sekarang ini sangat banyak makanan yang sudah tercampur oleh zat-zat kimia. Jika anak secara terus-menerus mengonsumsi makanan tersebut, maka akan terjadi penumpukan zat-zat kimia yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Sebaiknya sebelum terjadi hal demikian orang tua melakukan pencegahan kanker jaringan lembut tersebut dengan memberikan makanan yang sehat kepada anak.

 

Posted in Obat Kanker | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment